Bonus Akhir Tahun Karyawan Salon: Perlu atau Tidak
Beda bonus dengan THR, cara menghitung bonus dari kinerja yang tercatat, dan kapan lebih baik tidak memberi bonus tetap.
Tim Kasera
23 Oktober 2026
Poin Penting
- Bonus akhir tahun tidak wajib secara hukum. THR yang wajib, dan THR Natal untuk karyawan Kristen tetap THR, bukan bonus.
- Bonus yang sudah dijanjikan secara tertulis mengikat. Tulis bahwa bonus bergantung pada laba dan kinerja, dan besarannya ditetapkan tiap tahun.
- Hitung kumpulan bonus dari laba bersih setahun, bukan dari omzet Desember.
- Bagi sebagian rata untuk semua orang dan sebagian menurut kinerja yang belum dibayar lewat komisi, seperti pelanggan kembali, kehadiran, dan melatih junior.
- Bonus dikenai PPh 21 di bulan pembayaran. Sampaikan ke tim sebelum slip dibagikan.
Bonus akhir tahun karyawan tidak wajib secara hukum. Yang wajib adalah THR. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan menggolongkan bonus sebagai pendapatan non-upah yang dapat diberikan pengusaha atas keuntungan usaha, dengan ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Artinya, salon bebas memutuskan memberi bonus atau tidak, tetapi begitu bonus dijanjikan secara tertulis, janji itu mengikat. Keputusan terpenting karena itu bukan berapa besar bonusnya, melainkan apa yang ditulis dan diucapkan sebelum Desember.
Bonus, THR, dan Komisi Bukan Hal yang Sama
Beda bonus dan THR paling mudah dipahami dari sifatnya: THR wajib, bonus pilihan. Komisi menjadi jenis ketiga yang sering tercampur dengan keduanya, dan percampuran itulah sumber sebagian besar kekecewaan tim.
THR adalah kewajiban. Karyawan dengan masa kerja satu bulan atau lebih berhak menerimanya, besarnya satu bulan upah untuk masa kerja 12 bulan atau lebih, dan dibayar paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan karyawan tersebut. Untuk karyawan beragama Kristen atau Katolik, THR biasanya dibayar menjelang Natal. Pembayaran itu tetap THR, bukan bonus akhir tahun, meskipun waktunya berdekatan.
Komisi adalah bagian dari kesepakatan upah, dihitung dari layanan atau produk yang dijual. Komisi sudah membayar pendapatan yang dihasilkan stylist sepanjang tahun.
Bonus karyawan salon adalah pilihan pemilik. Karena sifatnya pilihan, bonus bisa dipakai untuk menghargai hal yang tidak dibayar oleh komisi.
Kesalahan yang Paling Sering: Bonus Tetap Tanpa Tulisan
Salon yang memberi satu bulan gaji setiap Desember selama tiga tahun berturut-turut sudah menciptakan harapan. Di tahun keempat, ketika laba turun dan bonus ditiadakan, tim tidak merasakannya sebagai bonus yang batal. Tim merasakannya sebagai potongan gaji.
Cegah ini dengan satu kalimat di kontrak kerja atau peraturan salon: bonus tahunan bergantung pada laba usaha dan kinerja, dan besarannya ditetapkan setiap tahun. Kalimat itu tidak mengurangi bonus siapa pun. Kalimat itu menjaga pemilik tetap bisa memutuskan dari angka tahun berjalan.
Hitung dari Laba, Bukan dari Omzet
Desember biasanya ramai, dan omzet yang tinggi mudah membuat pemilik merasa tahun ini baik. Omzet belum dikurangi sewa, gaji, komisi, bahan, listrik, dan cicilan alat. Bonus yang dihitung dari omzet bisa menghabiskan uang yang sebenarnya dibutuhkan untuk sewa tahun depan.
Mulailah dari laba bersih setahun. Bila belum punya angkanya, susun dulu laporan laba rugi sederhana dari Januari sampai November, lalu perkirakan Desember dari Desember tahun lalu. Dari laba itu, tetapkan berapa persen yang dibagikan sebagai kumpulan bonus. Tidak ada angka baku. Yang penting angkanya dipilih sebelum nama-nama ditulis, bukan sebaliknya.
Contoh Perhitungan
Sebagai ilustrasi, sebuah salon dengan lima orang tim mencatat laba bersih Rp 180.000.000 setahun. Pemilik memutuskan membagikan 8 persen, sehingga kumpulan bonusnya Rp 14.400.000.
Sebanyak 40 persen dari kumpulan itu, Rp 5.760.000, dibagi rata. Setiap orang menerima Rp 1.152.000, termasuk kasir dan asisten yang tidak menerima komisi. Bagian ini menghargai tahun yang dijalani bersama.
Sisanya, Rp 8.640.000, dibagi menurut poin kinerja. Stylist A 30 poin, stylist B 25 poin, stylist C 20 poin, asisten 15 poin, dan kasir 10 poin, total 100 poin. Stylist A menerima Rp 2.592.000 dari bagian ini, sehingga total bonusnya Rp 3.744.000. Kasir menerima Rp 864.000, sehingga totalnya Rp 2.016.000.
Nilai Kinerja dari Hal yang Tidak Dibayar Komisi
Bila poin kinerja hanya diambil dari pendapatan per stylist, pendapatan yang sama dibayar dua kali: sekali lewat komisi, sekali lewat bonus. Pilih ukuran yang tidak muncul di slip komisi. Berapa persen pelanggan yang kembali dalam tiga bulan. Kehadiran dan ketepatan waktu, terutama di pekan Lebaran dan akhir tahun. Waktu yang dipakai melatih stylist junior. Jumlah keluhan yang berujung pengerjaan ulang.
Ukuran ini hanya adil bila tercatat sepanjang tahun. Laporan performa stylist di Kasera menampilkan jumlah pelanggan dan pendapatan per stylist dari transaksi kasir, sehingga dasar diskusinya angka, bukan ingatan pemilik di bulan Desember. Ukuran seperti kehadiran dan pelatihan perlu dicatat sendiri, misalnya di satu lembar per orang yang diperbarui tiap bulan.
Kapan Bonus Dibayar
Membayar bonus di akhir Desember punya dua kelemahan. Angka laba Desember belum final, dan pembayarannya menumpuk dengan THR Natal serta belanja stok untuk musim ramai. Banyak usaha membayar bonus tahunan di Januari atau Februari, setelah pembukuan setahun ditutup. Bila salon ingin bonus hanya diberikan kepada karyawan yang masih bekerja pada tanggal pembayaran, tulis syarat itu sejak awal tahun, bukan diumumkan di bulan pembayaran.
Bonus juga penghasilan yang dikenai PPh Pasal 21. Pada bulan pembayaran, bonus ditambahkan ke penghasilan bruto bulan itu, sehingga potongan pajaknya lebih besar daripada bulan biasa. Sampaikan ini sebelum slip dibagikan supaya tidak ada yang mengira bonusnya dipotong. Cara menghitungnya ada di PPh 21 karyawan salon.
Bila Tahun Ini Tidak Ada Bonus
Kadang laba memang tipis. Sampaikan terus terang dan sebutkan angkanya secara garis besar, misalnya bahwa renovasi atau kenaikan sewa menghabiskan laba tahun ini. Tim jauh lebih menerima penjelasan daripada diam. Bila ingin tetap menghargai tim tanpa uang tunai besar, pilihannya antara lain pelatihan teknik yang dibayar salon atau satu hari libur tambahan. Pilihan yang tidak disarankan adalah menjanjikan bonus besar untuk tahun depan sebagai pengganti, karena janji itu mengikat sebelum laba tahun depan diketahui.
Tim Kasera
Kasera membantu pemilik salon, barbershop, dan spa di Indonesia mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien.