Kalkulator Break-Even Salon
Hitung titik impas salon: berapa layanan per bulan untuk menutup biaya tetap. Masukkan biaya tetap, harga rata-rata, dan biaya variabel.
Daftar SekarangKalkulator
Masukkan Data
Hasil Perhitungan
Jumlah Layanan untuk BEP
Margin negatif
Pendapatan untuk BEP
Margin negatif
Margin Per Layanan
Rp 0
Titik impas salon adalah jumlah layanan yang harus terjual dalam sebulan supaya pendapatan menutup seluruh biaya. Rumusnya pendek: biaya tetap dibagi margin per layanan, dan margin per layanan adalah harga rata-rata dikurangi biaya variabel. Kalkulator break even salon di atas mengerjakan pembagian itu. Hasilnya hanya seakurat tiga angka yang dimasukkan.
Kesalahan paling sering terjadi di kolom kedua dan ketiga. Komisi stylist bukan biaya tetap. Kalau stylist menerima 25 persen dari nilai layanan, angka itu naik turun mengikuti omzet, jadi tempatnya di biaya variabel bersama bahan yang habis per kepala: cat, krim, sampo, handuk, sarung sekali pakai, ditambah potongan MDR untuk transaksi non-tunai. Biaya tetap diisi pos yang tetap dibayar walaupun salon sepi sehari penuh: sewa, gaji pokok, listrik, internet, langganan software, penyusutan alat, dan gaji pemilik sendiri kalau memang diambil dari kas usaha. Pemilik yang lupa memasukkan gajinya sendiri akan menghitung titik impas yang terlalu rendah, lalu merasa untung padahal belum.
Contoh hitungan. Biaya tetap Rp 17 juta sebulan, harga layanan rata-rata Rp 120 ribu, biaya variabel Rp 46 ribu yang terdiri dari bahan Rp 15 ribu, komisi 25 persen sebesar Rp 30 ribu, dan sekitar Rp 1.000 potongan pembayaran digital. Margin per layanan Rp 74 ribu, sehingga titik impas berada di 230 layanan atau sekitar Rp 27,6 juta omzet sebulan. Dibagi 26 hari kerja, artinya sembilan layanan sehari sebelum salon mulai menghasilkan keuntungan.
Angka itu baru berguna setelah dibandingkan dengan kapasitas. Tiga stylist yang bekerja delapan jam dengan durasi layanan rata-rata 45 menit punya kapasitas teoretis sekitar 830 slot sebulan. Salon yang sehat jarang terisi lebih dari separuhnya, jadi target 230 layanan masih berada di wilayah yang wajar. Kalau hasil kalkulator justru melewati kapasitas fisik ruangan, masalahnya bukan promosi melainkan harga atau struktur biaya. Naikkan harga rata-rata lewat strategi penetapan harga layanan, tekan biaya variabel, atau potong beban tetap. Hitung BEP salon ulang setiap kali sewa naik, komisi berubah, atau menu layanan direvisi. Untuk break even barbershop yang omzetnya menumpuk di akhir pekan, hitungan per kursi dibahas terpisah di ekonomi kursi barbershop.