Tips & Trik4 menit baca

Laporan Laba Rugi Salon Sederhana Setiap Bulan

Susunan laporan laba rugi salon satu halaman, contoh angka salon empat kursi, gaji pemilik dan komisi, serta cara membacanya untuk bulan depan.

Tim Kasera

2 Oktober 2026

Poin Penting

  • Empat blok cukup: pendapatan, biaya langsung, biaya tetap, lalu pajak dan laba bersih.
  • Tip, deposit untuk bulan depan, dan uang paket yang belum dipakai belum menjadi pendapatan salon.
  • Komisi masuk biaya langsung, gaji pokok masuk biaya tetap, walau dibayar dalam satu transfer.
  • Pemilik yang bekerja di kursi mencatat gaji untuk dirinya, supaya laba tidak tercampur upah kerjanya sendiri.
  • Sewa tahunan, THR, dan penggantian alat dicatat seperduabelas setiap bulan.
  • Nilai kinerja dari tiga bulan berturut-turut, bukan dari satu bulan.

Laporan laba rugi salon yang sederhana cukup satu halaman dengan empat blok: pendapatan, biaya langsung, biaya tetap, lalu pajak dan laba bersih. Disusun setiap tanggal lima untuk bulan sebelumnya, laporan ini menjawab tiga pertanyaan yang tidak bisa dijawab laci kasir: apakah salon untung, dari mana untungnya, dan pos mana yang menggerusnya. Satu jam per bulan cukup, asalkan bukti pengeluaran dikumpulkan setiap minggu.

Susunan Laporan dari Atas ke Bawah

Urutannya penting, karena setiap subtotal menjawab pertanyaan yang berbeda.

Pendapatan. Pisahkan pendapatan layanan dari penjualan produk retail, dan catat angka setelah diskon, bukan harga menu. Tip bukan pendapatan salon karena uangnya milik stylist. Deposit booking untuk bulan depan dan uang paket yang belum dipakai juga belum menjadi pendapatan bulan ini. Catat terpisah sampai layanannya dikerjakan.

Biaya langsung. Biaya yang naik turun mengikuti jumlah pelanggan: komisi stylist, bahan layanan, harga beli produk retail yang terjual bulan itu, dan biaya transaksi pembayaran. Pendapatan dikurangi biaya langsung adalah laba kotor.

Biaya tetap. Biaya yang tetap dibayar walau salon sepi: gaji pokok, iuran BPJS bagian pemberi kerja, sewa, listrik, air, internet, iklan, cucian, langganan, dan perawatan alat. Tambahkan dua cadangan yang paling sering terlupa, yaitu THR dan penggantian alat. Daftar pos beserta kisarannya ada di biaya operasional bulanan salon. Laba kotor dikurangi biaya tetap adalah laba operasional.

Pajak. Salon UMKM yang memakai skema PPh Final membayar persentase dari omzet, bukan dari laba, sehingga baris ini tetap muncul pada bulan rugi. Tarif dan batas omzetnya dibahas di pajak salon. Laba operasional dikurangi pajak adalah laba bersih.

Contoh Laba Rugi Salon Empat Kursi

Angka berikut ilustrasi untuk salon empat kursi di kota menengah selama satu bulan. Pendapatan layanan Rp 62.000.000 dan penjualan produk Rp 4.000.000, sehingga total pendapatan Rp 66.000.000.

Biaya langsung terdiri dari komisi stylist Rp 15.500.000, bahan layanan Rp 6.200.000, harga beli produk yang terjual Rp 2.400.000, dan biaya transaksi Rp 250.000. Totalnya Rp 24.350.000. Laba kotor Rp 41.650.000, atau 63 persen dari pendapatan.

Biaya tetap terdiri dari gaji pokok lima orang Rp 12.000.000, BPJS bagian pemberi kerja Rp 1.200.000, sewa Rp 7.500.000, listrik, air, dan internet Rp 2.600.000, iklan Rp 1.500.000, cucian dan kebersihan Rp 900.000, langganan dan lain-lain Rp 700.000, cadangan THR Rp 1.300.000, dan cadangan alat Rp 400.000. Totalnya Rp 28.100.000. Laba operasional Rp 13.550.000.

Dengan contoh tarif PPh Final 0,5 persen dari omzet, pajaknya Rp 330.000. Laba bersih Rp 13.220.000, sekitar 20 persen dari pendapatan.

Gaji Pemilik Bukan Laba, Komisi Bukan Gaji

Pemilik yang ikut memotong atau mewarnai rambut setiap hari perlu mencatat gaji untuk dirinya di biaya tetap, sebesar upah stylist yang akan menggantikannya. Tanpa baris itu, laba Rp 13 juta di contoh tadi sebagian besar hanyalah upah kerja pemilik. Salon itu sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa begitu pemilik berhenti bekerja di kursi. Uang yang diambil pemilik di luar gaji tersebut adalah prive, bukan biaya, dan tidak masuk laporan laba rugi. Cara memisahkannya ada di memisahkan uang pribadi dan usaha salon.

Komisi dan gaji pokok juga harus berada di baris berbeda, walau dibayar dalam satu transfer. Komisi ikut naik ketika pendapatan naik, gaji pokok tidak. Bila keduanya digabung, bulan ramai dan pemborosan terlihat sama di laporan.

Tiga Hal yang Membuat Laba Tampak Keliru

Sewa yang dibayar setahun sekali membuat bulan pembayaran tampak rugi besar dan sebelas bulan lainnya tampak terlalu untung. Bagi sewa tahunan menjadi dua belas. Angka Rp 7.500.000 di contoh tadi berasal dari sewa Rp 90.000.000 setahun.

Belanja stok produk belum menjadi biaya selama produknya belum terjual. Yang masuk laporan hanya harga beli produk yang terjual bulan itu. Bila cara ini terlalu repot, catat belanja stok sebagai biaya saat dibayar, tetapi nilai kinerja dari rata-rata tiga bulan.

THR dibayar sekali menjelang Lebaran, tetapi kewajibannya tumbuh setiap bulan. Sisihkan seperduabelasnya setiap bulan, seperti dihitung di THR karyawan salon.

Membaca Angkanya untuk Keputusan Bulan Depan

Tiga angka cukup untuk menghitung keuntungan salon dan memutuskan langkah berikutnya.

Pertama, laba kotor sebagai persen pendapatan. Bila turun dua bulan berturut-turut sementara harga tidak berubah, penyebabnya hampir selalu bahan yang terbuang, diskon yang terlalu sering, atau komisi yang dihitung dari harga sebelum diskon. Periksa pemakaian bahan sebelum menaikkan harga.

Kedua, biaya tetap dibanding laba kotor. Di contoh tadi, biaya tetap Rp 28,1 juta dan laba kotor 63 persen, sehingga titik impasnya sekitar Rp 44,5 juta pendapatan per bulan. Bila bulan sepi mendekati angka itu, masalahnya ada di kursi yang kosong, bukan di harga. Hitung titik impas dengan komposisi biaya sendiri lewat kalkulator break even.

Ketiga, laba bersih tiga bulan terakhir. Satu bulan rugi bisa disebabkan libur panjang atau pembelian alat. Tiga bulan berturut-turut di bawah nol berarti struktur biayanya perlu diubah: sewa dinegosiasikan ulang saat perpanjangan, shift mengikuti jam ramai, atau layanan dengan laba kotor tertinggi lebih sering ditawarkan.

Dari Mana Datanya

Pendapatan dan komisi berasal dari rekap kasir, biaya transaksi dari mutasi rekening atau laporan penyedia pembayaran, dan biaya lain dari struk serta bukti transfer. Bila transaksi dan komisi sudah tercatat di Kasera, Laba Rugi di Kasera menyusun pendapatan, biaya pemrosesan pembayaran, dan komisi per staf sendiri. Yang perlu dicatat pemilik tinggal pengeluaran seperti sewa, gaji pokok, dan belanja bahan.

Tim Kasera

Kasera membantu pemilik salon, barbershop, dan spa di Indonesia mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien.

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.