PPh 21 Karyawan Salon: Cara Hitung dan Lapor

Cara memotong PPh 21 atas gaji dan komisi stylist dengan tarif TER, perlakuan bulan THR dan pekerja lepas, serta jadwal setor dan lapor.

Informasi ini bersifat edukatif dan dapat berubah sesuai ketentuan terbaru. Untuk keputusan operasional atau perizinan, selalu verifikasi kembali dengan instansi terkait di wilayah usaha.

Terakhir diverifikasi: 5 Oktober 2026

Salon yang membayar gaji, komisi, atau honor kepada orang pribadi berperan sebagai pemotong PPh 21. Kewajiban PPh 21 karyawan salon ini terpisah dari pajak penghasilan salon sendiri. Membayar PPh final 0,5 persen atas omzet tidak menggugurkannya, karena yang dipotong adalah pajak milik karyawan, bukan pajak milik salon. Pemilik usaha perorangan juga termasuk pemotong. Yang dikecualikan antara lain orang pribadi yang semata-mata mempekerjakan pekerja rumah tangga, dan itu bukan posisi salon.

Sejak Januari 2024, potongan bulanan dihitung dengan tarif TER PPh 21, yaitu tarif efektif rata-rata dari PP Nomor 58 Tahun 2023. Caranya sederhana: total penghasilan bruto karyawan bulan itu dikalikan satu persentase dari tabel. Untuk karyawan kategori A, misalnya lajang tanpa tanggungan, bruto sampai Rp 5.400.000 sebulan dikenai tarif 0 persen. Itu sebabnya banyak stylist di salon kecil tidak terpotong di bulan biasa, lalu terpotong di bulan komisi sedang tinggi atau bulan THR dibayarkan.

Yang paling sering keliru adalah isi kata bruto. Komisi, bonus, lembur, dan THR semuanya masuk pada bulan uang itu dibayarkan, dan inilah sebab PPh 21 THR sering terasa besar. Iuran BPJS Kesehatan, JKK, dan JKM yang ditanggung salon juga masuk, meskipun uangnya tidak pernah dipegang karyawan. Uang makan dan transport tunai pun dihitung, seperti diuraikan di uang makan dan transport karyawan salon. Besaran tiap iuran ada di BPJS karyawan salon.

Desember adalah bulan penyesuaian. Pajak setahun dihitung ulang dengan tarif Pasal 17 setelah dikurangi biaya jabatan dan PTKP, lalu dikurangi potongan Januari sampai November. Hasilnya bisa lebih besar, lebih kecil, atau bahkan berupa kelebihan yang dikembalikan kepada karyawan. Karyawan yang berhenti di tengah tahun diperlakukan sama pada bulan terakhirnya.

Potongan disetor paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dan dilaporkan dalam SPT Masa PPh 21 paling lambat tanggal 20, melalui Coretax DJP. Gambaran kewajiban pajak usaha salon secara keseluruhan ada di pajak salon.

Angka pada halaman ini mengacu pada ketentuan yang berlaku saat penyusunan. Tabel TER, PTKP, dan tata cara pelaporan dapat berubah, jadi cocokkan dengan situs resmi Direktorat Jenderal Pajak atau konsultan pajak sebelum mengunci angkanya di penggajian.

Cara Kerja

1

Kumpulkan Status PTKP dan NIK Setiap Orang

Status kawin dan jumlah tanggungan pada awal tahun menentukan kategori TER. Kategori A untuk TK/0, TK/1, dan K/0. Kategori B untuk TK/2, TK/3, K/1, dan K/2. Kategori C untuk K/3. Minta juga NIK, karena sejak 2024 NIK penduduk berfungsi sebagai NPWP dan dipakai di bukti potong. Status yang tidak diperbarui setelah karyawan menikah atau punya anak membuat potongan setahun penuh memakai kategori yang salah.

2

Pisahkan Pegawai Tetap, Harian, dan Bukan Pegawai

Stylist dengan jadwal dan upah bulanan dari salon adalah pegawai tetap dan memakai TER bulanan. Tenaga harian yang dibayar per hari kerja memakai TER harian: sampai Rp 450.000 sehari tidak dipotong, di atasnya sampai Rp 2.500.000 dipotong 0,5 persen. Perias lepas, pelatih tamu, atau mitra bagi hasil tanpa hubungan kerja adalah bukan pegawai dengan cara hitung tersendiri. Ukuran pembeda karyawan dan mitra sama dengan yang dipakai di kontrak kerja stylist.

3

Jumlahkan Bruto Bulan Itu

Gaji pokok, tunjangan, komisi, bonus, lembur, THR, dan uang makan tunai, ditambah iuran BPJS Kesehatan, JKK, dan JKM bagian salon. Pakai angka komisi yang benar-benar dibayarkan bulan itu, bukan yang baru terkumpul. Rekap per periode dari komisi stylist memberi angka per orang tanpa menjumlah nota satu per satu.

4

Kalikan dengan TER, Kecuali di Desember

Januari sampai November, bruto dikali tarif kategorinya. Contoh kategori A: bruto Rp 6.000.000 kena 0,75 persen atau Rp 45.000, bruto Rp 7.000.000 kena 1,25 persen atau Rp 87.500. Di Desember, hitung penghasilan neto setahun: bruto dikurangi biaya jabatan 5 persen (paling banyak Rp 6.000.000 setahun) serta iuran JHT dan JP yang dibayar karyawan. Kurangi PTKP, kalikan tarif Pasal 17 yang dimulai dari 5 persen untuk Rp 60 juta pertama, lalu kurangi potongan sebelas bulan sebelumnya.

5

Setor, Lapor, dan Serahkan Bukti Potong

Setor paling lambat tanggal 15 dan lapor paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya lewat Coretax. Buat bukti potong untuk setiap orang yang dipotong, lalu berikan bukti potong tahunan kepada pegawai tetap setelah Desember, karena dokumen itu mereka perlukan untuk SPT Tahunan pribadi. Cantumkan potongan di slip gaji setiap bulan supaya karyawan dan salon bisa mencocokkan angkanya kapan saja.

Contoh Skenario

Pemilik salon dengan empat stylist bergaji pokok ditambah komisi

Masalah

Selama ini tidak memotong PPh 21 karena mengira salon sudah cukup membayar PPh final 0,5 persen atas omzet.

Solusi

Dua pajak itu berbeda pemiliknya. PPh final adalah pajak salon atas omzetnya, sedangkan PPh 21 adalah pajak karyawan yang dipotong dan disetor lewat salon. Langkah pertama adalah menghitung bruto tiap stylist per bulan. Dengan gaji pokok Rp 3.500.000, komisi rata-rata Rp 1.500.000, dan iuran BPJS bagian salon sekitar Rp 159.000, brutonya sekitar Rp 5.160.000. Angka itu masih di bawah batas 0 persen kategori A. Potongan baru muncul di bulan komisi tinggi atau bulan THR, dan bulan-bulan itulah yang perlu dihitung dengan teliti.

Pemilik barbershop di bulan Lebaran

Masalah

Slip gaji bulan THR menunjukkan potongan PPh 21 jauh lebih besar dari biasanya, dan dua barber mengira salon salah hitung.

Solusi

Hitungannya kemungkinan besar benar. TER dikenakan pada bruto bulan itu, dan THR menumpuk di atas gaji dan komisi. Barber dengan gaji Rp 3.500.000, komisi Rp 2.000.000, THR Rp 3.500.000, dan iuran BPJS bagian salon mencapai bruto sekitar Rp 9.160.000. Di kategori A angka itu kena 1,75 persen, sekitar Rp 160.000. Potongan yang terasa besar ini diperhitungkan kembali di Desember saat pajak setahun dihitung ulang. Jelaskan hal ini sebelum THR dibayar, bukan setelah slipnya dibaca. Dasar perhitungan THR-nya ada di THR karyawan salon.

Pemilik salon pengantin yang memakai perias lepas

Masalah

Setiap akhir pekan memanggil perias lepas untuk paket pengantin dan membayar honornya tunai tanpa potongan apa pun.

Solusi

Perias lepas yang dibayar salon termasuk bukan pegawai. Potongannya dihitung dari 50 persen honor dikali tarif Pasal 17. Honor Rp 2.000.000 untuk satu acara dipotong 5 persen dari Rp 1.000.000, yaitu Rp 50.000, dan salon membuat bukti potongnya. Sepakati sejak awal apakah honor yang disebut itu sebelum atau sesudah potongan, supaya tidak ada selisih di hari pembayaran. Pengaturan kerja samanya dibahas di kerja sama dengan perias lepas.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.