Tips & Trik5 menit baca

Titip Jual Produk Lokal di Salon: Untung dan Aturannya

Cara kerja konsinyasi produk perawatan di salon, bagi hasil yang wajar, pencatatan stok titipan, dan izin edar yang tetap diperiksa.

Tim Kasera

24 Oktober 2026

Poin Penting

  • Titip jual berarti salon memajang produk milik merek lain dan membayar pemiliknya hanya untuk unit yang terjual, setelah dipotong bagian salon.
  • Bagian salon umumnya 20 sampai 35 persen dari harga eceran. Komisi stylist untuk produk titipan dibayar dari bagian itu, jadi hitung sisanya sebelum setuju.
  • Periksa nomor notifikasi BPOM dan status halal sebelum produk masuk rak. Salon yang menjual ikut terhitung mengedarkan.
  • Tulis perjanjian satu halaman: harga eceran, persentase, tanggal bayar, tanggungan barang rusak atau hilang, kedaluwarsa, dan retur.
  • Catat produk titipan dalam kategori tersendiri dengan stok masuk saat serah terima. Laporan penjualan per produk menjadi dasar pembayaran tiap bulan.

Titip jual, atau konsinyasi produk kecantikan, adalah kesepakatan ketika pemilik produk menitipkan barangnya di rak salon, salon menjualnya ke pelanggan, lalu membayar pemilik produk hanya untuk unit yang terjual setelah dipotong bagian salon. Barang yang belum laku tetap milik pemilik produk dan bisa ditarik kembali. Daya tariknya jelas: salon bisa menjual minyak rambut, pomade, atau lulur dari merek lokal tanpa mengeluarkan modal stok. Yang dipertaruhkan adalah ruang rak, waktu kasir, dan nama salon di mata pelanggan yang membeli.

Kapan Titip Jual Masuk Akal

Titip jual paling cocok untuk produk yang berhubungan langsung dengan layanan di kursi: serum rambut untuk pelanggan yang baru smoothing, pomade lokal di barbershop, lulur dan minyak pijat di spa, atau perawatan rambut berhijab di salon muslimah. Stylist bisa merekomendasikannya dengan jujur karena tahu kapan produk itu dibutuhkan. Produk yang tidak berhubungan dengan layanan, seperti camilan atau aksesori, jarang laku di salon dan hanya memakan tempat.

Titip jual juga cara murah untuk menguji minat. Tiga bulan di rak sudah cukup untuk mengetahui apakah pelanggan salon mau membeli sebuah produk, sebelum salon berani membeli putus dalam jumlah besar.

Hitung Dulu: Titip Jual atau Beli Putus

Bagi hasil titip jual paling mudah dinilai lewat contoh. Misalkan sebuah serum rambut lokal dijual Rp 95.000. Dengan bagian salon 25 persen, salon menerima Rp 23.750 per botol. Bila terjual 15 botol sebulan, salon mengantongi Rp 356.250 tanpa modal sama sekali.

Bandingkan dengan beli putus. Bila pemilik merek memberi potongan 40 persen untuk pembelian grosir, harga belinya Rp 57.000 dan laba per botol Rp 38.000. Penjualan 15 botol menghasilkan Rp 570.000. Masalahnya, pesanan minimum 24 botol berarti Rp 1.368.000 tertahan di rak. Bila penjualan ternyata hanya enam botol sebulan, uang itu baru kembali setelah empat bulan.

Ada satu potongan lagi yang sering terlupa. Bila stylist mendapat komisi 10 persen dari penjualan produk, komisi Rp 9.500 per botol dibayar dari bagian salon. Sisa bersih salon tinggal Rp 14.250 per botol, atau Rp 213.750 untuk 15 botol. Angka inilah yang dibandingkan dengan nilai rak yang dipakai.

Pola yang masuk akal: mulai dengan titip jual untuk produk baru, lalu pindah ke beli putus bila produk terjual stabil tiga bulan berturut-turut dan pemilik merek menawarkan harga grosir.

Periksa Izin Edar Sebelum Produk Masuk Rak

Merek lokal yang menawarkan titip jual sering masih kecil, dan di situlah risikonya. Kosmetik yang dijual di Indonesia wajib memiliki nomor notifikasi BPOM, yang terdiri dari dua huruf dan 11 digit angka, dan untuk produk dalam negeri diawali NA. Label P-IRT berlaku untuk pangan olahan rumah tangga, bukan untuk kosmetik, jadi pomade atau minyak rambut yang hanya berlabel P-IRT tidak memenuhi syarat. Cek nomornya di situs cek BPOM, lalu pastikan nama produk dan ukuran kemasannya sama dengan barang yang dititipkan. Langkahnya diuraikan di izin edar BPOM untuk produk salon.

Sejak 18 Oktober 2026, kosmetik yang beredar juga wajib bersertifikat halal. Minta nomor sertifikatnya dari pemilik produk saat serah terima pertama, dan cocokkan dengan aturan yang diringkas di sertifikasi halal kosmetik.

Salon yang menjual produk tanpa izin edar ikut terhitung mengedarkan. Status barang titipan tidak membebaskan salon dari tanggung jawab itu.

Isi Perjanjian Titip Jual

Perjanjian satu halaman yang ditandatangani kedua pihak sudah cukup, asalkan menjawab hal-hal ini:

  • Harga eceran: siapa yang menetapkan, dan siapa yang menanggung bila salon memberi diskon untuk member.
  • Bagian salon: berapa persen, dan dihitung dari harga sebelum atau sesudah diskon.
  • Pembayaran: rekap setiap akhir bulan, dibayar paling lambat tanggal tertentu di bulan berikutnya.
  • Barang rusak dan hilang: cacat produksi ditanggung pemilik produk, sedangkan barang yang hilang atau rusak selama di salon biasanya ditanggung salon.
  • Kedaluwarsa: pemilik produk menarik barang beberapa bulan sebelum tanggal kedaluwarsa.
  • Retur: produk yang tidak laku setelah jangka waktu tertentu ditarik kembali.
  • Tester: disediakan pemilik produk dan tidak dihitung sebagai penjualan.
  • Keluhan pelanggan: siapa yang dihubungi bila pelanggan bereaksi terhadap produk, dan siapa yang menanggung pengembalian uangnya.
  • Masa berlaku dan cara mengakhiri, misalnya dengan pemberitahuan 30 hari.

Serah Terima dan Pencatatan Stok

Setiap kali barang datang, buat daftar serah terima: nama produk, jumlah, harga eceran, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa, ditandatangani kedua pihak. Daftar ini satu-satunya bukti bila jumlah di rak tidak cocok di akhir bulan.

Di sistem kasir, buat kategori tersendiri untuk produk titipan, lalu masukkan jumlahnya sebagai stok masuk pada hari serah terima. Setiap penjualan di kasir mengurangi stok, dan laporan penjualan per produk di akhir bulan menjadi dasar pembayaran ke pemilik produk. Di Kasera, kategori, stok masuk, dan riwayat pergerakannya diatur lewat inventaris produk.

Hitung fisik bersama perwakilan merek setiap akhir bulan. Selisih antara catatan dan rak ditelusuri dengan cara yang sama seperti produk retail milik salon sendiri, dan urutan pemeriksaannya ada di selisih stok produk retail.

Uang Titipan Bukan Uang Salon

Pelanggan membayar ke salon, lewat QRIS atau tunai, sehingga selama sebulan uang milik pemilik produk ikut tercampur di kas salon. Di titik ini banyak kerja sama titip jual berakhir buruk: uangnya terpakai untuk belanja bahan, lalu pembayaran ke pemilik produk terlambat. Pindahkan bagian pemilik produk ke rekening lain setiap minggu, atau setidaknya catat sebagai utang yang tidak boleh dipakai. Catatan terpisah ini juga yang membuat jelas mana pendapatan salon dan mana uang pihak lain ketika menghitung pajak. Kewajiban pajak usaha salon secara umum dibahas di pajak salon.

Memajang Supaya Terjual

Letakkan produk titipan di dekat kasir atau di meja stylist, bukan di rak paling belakang. Produk yang dipakai stylist saat layanan, dengan tester dari pemilik merek, jauh lebih mudah terjual karena pelanggan sudah merasakan hasilnya. Tulis harganya dengan jelas. Produk yang dalam dua bulan terjual kurang dari tiga unit sebaiknya dikembalikan, supaya raknya bisa dipakai produk lain. Cara memajang dan menawarkan produk retail secara umum diuraikan di menjual produk retail di salon.

Tim Kasera

Kasera membantu pemilik salon, barbershop, dan spa di Indonesia mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien.

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.