Tips & Trik4 menit baca

Stylist Menerima Panggilan ke Rumah di Hari Libur: Dilarang atau Diatur

Kapan kerja panggilan di luar jam kerja merugikan salon, aturan yang bisa ditulis di kontrak, dan pilihan menyalurkannya lewat salon.

Tim Kasera

16 Oktober 2026

Poin Penting

  • Kerja panggilan di hari libur baru merugikan salon bila memakai salah satu dari empat hal milik salon: pelanggannya, produk dan alatnya, jam kerjanya, atau namanya.
  • Larangan total sulit diawasi dan sulit dipertahankan secara hukum, karena Undang-Undang Ketenagakerjaan menjamin hak setiap orang untuk memperoleh penghasilan.
  • Aturan yang bisa ditegakkan bersifat sempit: tidak menawarkan jasa kepada pelanggan salon, tidak memakai produk salon, tidak saat shift atau izin, dan tidak memakai nama salon.
  • Pilihan ketiga sering paling menguntungkan: salon menjual layanan panggilan sendiri, dengan harga lebih tinggi dan komisi stylist yang lebih besar dari layanan di kursi.
  • Pelanggaran ditangani dengan bukti dan sanksi bertahap yang sudah tertulis, bukan dengan tuduhan di depan tim.

Hampir setiap salon punya stylist yang menerima panggilan ke rumah di hari libur. Seorang ibu meminta potong rambut untuk tiga anaknya di rumah, calon pengantin meminta tata rambut untuk acara lamaran, atau tetangga meminta creambath karena tidak sempat ke salon. Tarifnya sering lebih tinggi dari komisi sehari di salon, dan uangnya langsung masuk ke kantong stylist. Bagi pemilik, pertanyaannya bukan apakah stylist kerja sampingan, karena hampir pasti ada. Pertanyaannya adalah kapan kerja itu mulai mengambil sesuatu dari salon.

Kapan Kerja Panggilan Merugikan Salon

Kerja panggilan menjadi masalah bila memakai salah satu dari empat hal milik salon.

Pelanggan salon. Ini kerugian terbesar dan paling sering. Kalimatnya biasanya terdengar ramah di kursi: lain kali panggil saja ke rumah, lebih murah dan tidak perlu antre. Pelanggan yang membayar Rp 120.000 untuk potong di salon pindah ke tarif Rp 100.000 di rumah, dan salon kehilangan seluruh transaksi itu, bukan hanya komisinya.

Produk dan alat salon. Cat rambut, krim smoothing, dan vitamin yang dibawa pulang tidak terlihat di laporan penjualan, tetapi terlihat di stok yang habis lebih cepat dari jumlah layanan.

Jam kerja salon. Panggilan yang dikerjakan saat izin sakit, atau datang terlambat karena panggilan pagi, berarti salon membayar jam yang dipakai untuk orang lain.

Nama salon. Stylist yang memakai seragam, logo, atau akun Instagram salon untuk mempromosikan jasa panggilan membuat salon ikut menanggung hasilnya. Pelanggan yang kecewa dengan smoothing di rumah akan menulis ulasan untuk salon, bukan untuk stylist.

Karyawan salon terima panggilan dari keluarga, tetangga, atau kenalannya sendiri, di hari libur, dengan alat dan produknya sendiri, tidak mengambil satu pun dari empat hal itu.

Kenapa Larangan Total Jarang Berhasil

Larangan total terdengar tegas, tetapi hampir tidak bisa diawasi. Pemilik tidak tahu apa yang terjadi di hari Minggu stylist, dan larangan yang tidak bisa diawasi hanya membuat kerja panggilan pindah ke tempat tersembunyi, termasuk kepada pelanggan salon.

Larangan itu juga lemah secara hukum. Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 31 menjamin hak setiap tenaga kerja untuk memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri, dan larangan yang mengatur waktu di luar jam kerja sepenuhnya sulit dipertahankan bila diperselisihkan. Yang bisa dipertahankan adalah larangan yang melindungi kepentingan nyata salon: pelanggannya, barangnya, dan jam kerjanya.

Terakhir, larangan total menyinggung stylist yang selama ini jujur. Stylist dengan komisi Rp 3.000.000 sebulan yang menambah Rp 1.000.000 dari panggilan keluarga di hari libur tidak sedang mencuri apa pun, dan larangan yang memperlakukannya seperti pencuri mendorongnya mencari salon lain.

Aturan Kerja Sampingan Karyawan yang Bisa Ditegakkan

Tulis aturannya sempit dan spesifik, lalu masukkan ke kontrak kerja stylist atau peraturan kerja yang ditandatangani. Lima baris berikut cukup:

Tidak menawarkan jasa panggilan kepada pelanggan yang dikenal lewat salon, termasuk lewat nomor WhatsApp yang didapat dari booking salon.

Tidak memakai produk, alat, atau handuk milik salon di luar salon.

Tidak mengerjakan panggilan pada jam shift, saat izin, atau saat cuti sakit.

Tidak memakai nama, logo, seragam, atau akun media sosial salon untuk jasa pribadi.

Pelanggaran ditangani bertahap: teguran lisan yang dicatat, surat peringatan pertama, lalu surat peringatan kedua.

Aturan ini juga melindungi stylist, karena batasnya jelas. Yang tidak tertulis tidak bisa dilanggar, dan yang tertulis tidak perlu ditebak.

Pilihan Ketiga: Salon Menjual Layanan Panggilan Sendiri

Permintaan panggilan ke rumah datang karena ada pelanggan yang memang tidak bisa ke salon: ibu dengan bayi, orang tua yang sulit berjalan, pengantin yang dirias di rumah, atau rombongan keluarga sebelum acara. Bila permintaan itu nyata, salon bisa menjualnya sendiri.

Harga panggilan biasanya lebih tinggi dari harga di salon, karena waktu perjalanan juga waktu kerja. Potong rambut Rp 100.000 di salon bisa dijual Rp 175.000 untuk panggilan dalam radius tertentu, ditambah ongkos transportasi di luar radius itu. Komisi stylist untuk layanan panggilan dibuat lebih besar, misalnya 50% dibanding 35% di kursi, sehingga stylist mendapat lebih banyak lewat salon daripada bekerja sendiri dengan tarif murah. Salon tetap memegang pelanggan, jadwal, dan pembayarannya.

Di Kasera, layanan panggilan dibuat sebagai layanan tersendiri di menu dengan harga dan durasinya sendiri, termasuk waktu perjalanan, sehingga jadwal stylist tertutup selama ia di luar. Komisi tercatat per transaksi, dan tarif komisi stylist yang berbeda per layanan tersedia mulai paket Professional. Pertimbangan antara upah komisi dan gaji tetap untuk stylist yang sering di luar dibahas di komisi vs gaji tetap stylist.

Saat Pelanggan Salon Ketahuan Dialihkan

Biasanya pemilik tahu dari pelanggan sendiri, misalnya pelanggan tetap yang bertanya kenapa tarif di salon lebih mahal dari tarif di rumah. Minta pelanggan itu menunjukkan atau meneruskan chatnya bila bersedia, karena teguran tanpa bukti mudah dibantah.

Bicarakan berdua di ruang belakang, bukan di grup WhatsApp atau di depan tim. Sampaikan apa yang ditemukan, aturan mana yang dilanggar, dan sanksinya sesuai tahap yang tertulis. Jangan memotong komisi yang sudah menjadi hak stylist sebagai hukuman, karena itu membuka sengketa baru.

Lalu periksa juga sisi salon. Stylist yang mengalihkan pelanggan sering merasa pembagiannya tidak adil, dan alasan itu kadang benar. Penyebab stylist mencari penghasilan di luar, dan cara menahannya, dibahas di cara mencegah stylist pindah.

Tim Kasera

Kasera membantu pemilik salon, barbershop, dan spa di Indonesia mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien.

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.