Perbandingan Pendekatan

Usaha Perorangan vs PT Perorangan

Daftar atas nama pribadi atau dirikan PT Perorangan? Perbandingan tanggung jawab utang, pajak UMKM, biaya, dan kapan salon perlu pindah bentuk.

Daftar Sekarang

Perbandingan Usaha Perorangan vs PT Perorangan

DimensiUsaha PeroranganPT Perorangan
Status hukumPemilik dan usaha satu orang yang samaBadan hukum terpisah dari pemiliknya
Utang dan tuntutanDitanggung harta pribadi pemilik tanpa batasTerbatas pada modal perseroan, kecuali harta tercampur atau ada jaminan pribadi
PendirianNIB lewat OSS memakai NIK pemilikSurat pernyataan pendirian elektronik, lalu NIB atas nama PT
PPh final UMKM0,5% atas omzet di atas Rp 500 juta setahun0,5% sejak rupiah pertama omzet
Administrasi rutinSPT tahunan pribadi dan catatan omzetRekening dan NPWP badan, laporan keuangan tahunan, SPT tahunan badan
Mengambil uang usahaBebas, karena uangnya milik pemilikLewat gaji direktur atau pembagian laba yang tercatat
Menambah mitra atau investorTidak bisa tanpa membentuk badan baruPerlu diubah menjadi PT biasa lebih dulu
Paling cocok untukSalon rumahan, salon kecil dengan sewa bulanan, stylist freelanceSalon dengan sewa panjang, beberapa karyawan, atau rencana cabang

Pendirian: PT Perorangan tidak memerlukan akta notaris, tetapi ada biaya pendaftaran negara yang kecil.

PPh final UMKM: Berlaku selama omzet setahun tidak melebihi Rp 4,8 miliar dan masih dalam jangka waktu fasilitas.

Untuk salon dengan satu pemilik, pilihan bentuk usaha salon hampir selalu tinggal dua: mendaftar sebagai usaha perorangan atas nama pribadi, atau mendirikan PT Perorangan. Pertanyaan yang memutuskan bukan mana yang terlihat lebih resmi, melainkan berapa besar kewajiban yang bisa jatuh ke salon. Salon rumahan dengan dua kursi dan sewa bulanan hampir selalu cukup dengan usaha perorangan. Salon yang menandatangani sewa ruko lima tahun, mempekerjakan enam orang, dan memakai bahan kimia setiap hari punya alasan nyata untuk memisahkan harta pribadi dari harta usaha.

Apa Bedanya Secara Hukum

Usaha perorangan berarti pemilik dan usaha adalah satu orang di mata hukum. Nomor Induk Berusaha diterbitkan atas NIK pemilik lewat OSS, tanpa akta dan tanpa modal yang dipisahkan. Akibatnya, utang usaha juga utang pribadi. Kalau salon tidak sanggup membayar sisa sewa atau ganti rugi, yang bisa ditagih adalah tabungan, kendaraan, dan rumah pemilik.

PT Perorangan adalah badan hukum yang didirikan oleh satu orang warga negara Indonesia untuk usaha yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil. Pendiriannya memakai surat pernyataan pendirian yang diisi secara elektronik lewat sistem administrasi badan hukum, tanpa akta notaris, dengan modal yang besarnya ditentukan pendiri. Tanggung jawab pemilik terbatas pada modal yang disetor ke perseroan.

Batas Perlindungannya

Tanggung jawab terbatas bisa gugur. Pemilik tetap ikut menanggung bila harta pribadi dan harta perseroan dicampur, misalnya omzet salon masuk ke rekening pribadi atau belanja rumah tangga dibayar dari rekening PT. Disiplin rekening yang diuraikan di memisahkan uang pribadi dan uang usaha salon bukan lagi kebiasaan baik, melainkan syarat perlindungan itu bekerja.

Batas kedua datang dari bank dan pemilik gedung. Pinjaman modal kerja dan sewa jangka panjang sering meminta jaminan pribadi dari direktur. Utang yang dijamin secara pribadi tetap ditagih ke pemiliknya, apa pun bentuk usahanya. Yang benar-benar terlindungi adalah kewajiban yang tidak dijamin pribadi: tuntutan pelanggan, sisa kontrak dengan pemasok, dan sengketa yang nilainya melampaui asuransi usaha salon.

Hitungan Pajaknya

Keduanya bisa memakai PPh final UMKM 0,5% dari omzet selama peredaran bruto setahun tidak melebihi Rp 4,8 miliar. Perbedaannya ada di dua tempat. Wajib pajak orang pribadi tidak dikenai pajak atas omzet sampai Rp 500 juta setahun, sedangkan badan membayar sejak rupiah pertama. Jangka waktu fasilitasnya juga berbeda: menurut PP 55 Tahun 2022, tujuh tahun pajak untuk orang pribadi dan empat tahun untuk perseroan perorangan, setelah itu tarif umum berlaku.

Ambil salon dengan omzet Rp 30.000.000 per bulan, atau Rp 360.000.000 setahun. Sebagai usaha perorangan, PPh finalnya nol karena seluruh omzet berada di bawah Rp 500 juta. Sebagai PT Perorangan, 0,5% dari Rp 360.000.000 adalah Rp 1.800.000 setahun. Pada omzet Rp 80.000.000 per bulan, usaha perorangan membayar 0,5% dari Rp 460.000.000 atau Rp 2.300.000, sedangkan PT Perorangan membayar Rp 4.800.000. Selisih ini nyata tetapi kecil dibanding satu tuntutan yang tidak tertutup asuransi. Rincian kewajiban lain ada di pajak salon: PPh dan PPN, dan ketentuannya pernah diubah, jadi pastikan angka terbaru ke konsultan pajak.

Biaya yang Ikut Datang

PT Perorangan menambah pekerjaan rutin: rekening atas nama perseroan, NPWP badan, laporan keuangan tahunan yang dilaporkan secara elektronik, dan SPT tahunan badan. Pemilik juga tidak lagi bebas mengambil uang dari kas. Uang keluar ke pemilik harus tercatat sebagai gaji direktur atau pembagian laba. Bagi pemilik yang belum terbiasa mencatat, beban administrasi ini lebih terasa daripada selisih pajaknya.

Tiga Pertanyaan untuk Memutuskan

Berapa nilai kewajiban terbesar yang ditandatangani tanpa jaminan pribadi? Sisa sewa beberapa tahun, kontrak pemasok, atau pinjaman alat yang nilainya melebihi tabungan pemilik adalah alasan kuat memilih PT Perorangan untuk salon.

Seberapa sering layanan berisiko dikerjakan? Salon yang setiap hari mengerjakan bleaching, smoothing, atau perawatan wajah dengan bahan aktif lebih mungkin menerima tuntutan daripada barbershop yang hanya memotong rambut.

Apakah dalam dua tahun ke depan akan ada mitra, investor, atau cabang? Kalau ya, pikirkan bentuk akhirnya sekarang, karena pindah bentuk dua kali lebih mahal daripada sekali.

Pindah Bentuk Tanpa Mengganggu Operasional

Banyak salon mulai sebagai usaha perorangan lalu pindah ke PT Perorangan saat kursi bertambah. Urutannya: dirikan PT, terbitkan NIB atas nama PT, buka rekening perseroan, daftarkan ulang merchant pembayaran digital sesuai syarat daftar QRIS, perbarui kontrak sewa dan perjanjian kerja ke nama PT, lalu tetapkan satu tanggal pindah buku. Jalankan semuanya di awal bulan supaya laporan pendapatan lama dan baru tidak tercampur.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.