CV vs PT
Buka salon bersama mitra? Perbandingan CV dan PT: tanggung jawab utang, pajak setelah PP 20/2026, biaya pendirian, dan cara mitra masuk atau keluar.
Daftar SekarangPerbandingan CV vs PT
| Dimensi | CV | PT |
|---|---|---|
| Jumlah pemilik | Minimal dua: sekutu aktif dan sekutu pasif | Minimal dua pemegang saham |
| Status hukum | Persekutuan terdaftar, bukan badan hukum | Badan hukum terpisah dari pemiliknya |
| Utang dan tuntutan | Sekutu aktif menanggung dengan harta pribadi tanpa batas, sekutu pasif sebatas modalnya | Semua pemegang saham sebatas saham, kecuali harta tercampur atau ada jaminan pribadi |
| Peran mitra pemodal | Tidak boleh ikut mengurus usaha, atau ikut menanggung seperti sekutu aktif | Boleh menjadi direktur atau komisaris tanpa kehilangan perlindungan |
| Pendirian | Akta notaris, didaftarkan di Kementerian Hukum, tanpa modal minimum | Akta notaris dan pengesahan badan hukum, minimal 25% modal dasar disetor |
| PPh badan untuk badan baru | 22% dari laba, efektif 11% bila omzet sampai Rp 4,8 miliar | 22% dari laba, efektif 11% bila omzet sampai Rp 4,8 miliar |
| Laba yang diterima pemilik | Bagian laba sekutu bukan objek pajak | Dividen bebas pajak bila diinvestasikan di Indonesia, selain itu PPh final 10% |
| Mitra masuk atau keluar | Perlu akta perubahan persekutuan | Jual beli saham sesuai anggaran dasar, perseroan tetap berjalan |
| Administrasi tahunan | Pembukuan, SPT tahunan badan, catatan pembagian laba | Pembukuan, SPT tahunan badan, RUPS tahunan, laporan tahunan direksi |
| Paling cocok untuk | Satu pengelola dengan pemodal pasif dan kewajiban yang masih kecil | Beberapa mitra pengelola, sewa panjang, rencana cabang, atau investor baru |
Pendirian: Biaya notaris berbeda menurut kota. PT umumnya lebih mahal karena anggaran dasarnya lebih panjang.
PPh badan untuk badan baru: Berlaku untuk badan yang didirikan sejak 22 April 2026 (PP 20/2026). Badan yang terdaftar sebelumnya tetap memakai PPh final 0,5% sampai jangka waktu PP 55/2022 habis: empat tahun pajak untuk CV, tiga untuk PT.
Salon yang dibuka oleh dua orang atau lebih tidak bisa memakai usaha perorangan atau PT Perorangan, karena keduanya hanya untuk satu pemilik. Pilihannya tinggal dua: persekutuan komanditer (CV) atau perseroan terbatas (PT). Beda CV dan PT yang paling terasa bagi salon ada di tiga hal: siapa menanggung utang, berapa pajaknya, dan apa yang terjadi saat mitra keluar. Jawaban singkatnya: CV cocok bila hanya satu mitra yang menjalankan salon, mitra lain murni menanam modal, dan kewajiban yang ditandatangani salon masih kecil. PT cocok bila semua mitra ingin harta pribadinya terlindungi, ada sewa panjang atau pinjaman, atau susunan pemilik kemungkinan berubah. Sejak 22 April 2026 ada alasan tambahan untuk menghitung ulang: CV dan PT yang baru didirikan tidak lagi bisa memakai PPh final UMKM 0,5%.
Pemilik tunggal sebaiknya membaca perbandingan usaha perorangan dan PT Perorangan lebih dulu. Halaman ini untuk salon milik bersama: dua stylist yang patungan, stylist dengan teman yang menyetor modal, atau beberapa saudara yang membuka usaha keluarga.
Siapa Menanggung Utang Salon
CV punya dua jenis sekutu. Sekutu aktif, atau sekutu komplementer, menjalankan usaha dan menanggung utang CV dengan seluruh harta pribadinya, secara tanggung renteng bila sekutu aktifnya lebih dari satu. Sekutu pasif, atau sekutu komanditer, hanya menanggung sebesar modal yang disetorkan. Syaratnya ketat: sekutu pasif tidak boleh ikut mengurus usaha. Pasal 20 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang menyatakan sekutu komanditer yang ikut bertindak mengurus ikut menanggung seluruh utang seperti sekutu aktif. Investor yang setiap minggu ikut menentukan harga, merekrut stylist, atau menandatangani kontrak pemasok sudah melepas perlindungannya sendiri.
Di PT, semua pemegang saham menanggung sebatas saham yang dimilikinya. Direktur yang menjalankan salon juga tidak ikut menanggung utang perseroan selama bertindak sesuai anggaran dasar dan tidak lalai. Perlindungan ini gugur bila harta pribadi dan harta perseroan dicampur, atau bila pemegang saham memakai perseroan untuk kepentingan pribadinya.
Situasi yang paling sering terjadi di salon: stylist berpengalaman menjalankan usaha, sementara teman atau keluarganya menyetor modal. Dalam CV, stylist itu menjadi sekutu aktif. Bila salon tutup di tahun kedua dengan sisa sewa ruko tiga tahun senilai Rp 180 juta, stylist itulah yang ditagih dengan tabungan dan rumahnya, sedangkan pemodal hanya kehilangan setorannya. Banyak pasangan mitra memilih CV karena lebih murah tanpa menyadari pembagian risiko yang timpang ini.
Pendirian dan Biayanya
Keduanya didirikan dengan akta notaris. CV didaftarkan lewat Sistem Administrasi Badan Usaha di Kementerian Hukum, tanpa ketentuan modal minimum dan tanpa pengesahan sebagai badan hukum. PT memerlukan minimal dua pendiri, akta dalam bahasa Indonesia, dan pengesahan sebagai badan hukum. Besar modal dasar PT ditentukan para pendiri, dan minimal 25% darinya harus ditempatkan dan disetor penuh.
Biaya notaris dan pengurusan berbeda menurut kota dan notaris, dan PT umumnya lebih mahal karena anggaran dasarnya lebih panjang. Mintalah rincian tertulis dari dua notaris sebelum memilih. Setelah akta selesai, keduanya menempuh jalur yang sama: NIB lewat OSS, NPWP badan, rekening atas nama badan, dan izin lain yang diuraikan di izin usaha salon.
Pajak Setelah PP 20/2026
PP Nomor 20 Tahun 2026, yang berlaku sejak 22 April 2026, membatasi PPh final UMKM 0,5% untuk wajib pajak orang pribadi, PT Perorangan, dan koperasi. CV dan PT yang didirikan sesudah tanggal itu memakai tarif PPh badan biasa, yaitu 22% dari laba kena pajak. Badan dengan omzet sampai Rp 50 miliar setahun mendapat pengurangan tarif 50% untuk bagian laba dari omzet sampai Rp 4,8 miliar, sehingga salon dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar efektif membayar 11% dari laba. CV atau PT yang terdaftar sebelum 22 April 2026 dan masih dalam jangka waktu PP 55/2022 (empat tahun pajak untuk CV, tiga tahun pajak untuk PT) tetap memakai tarif 0,5% sampai jangka itu habis.
Perubahan ini tidak selalu merugikan salon baru. PPh final dihitung dari omzet, jadi salon yang masih rugi tetap membayar. PPh badan dihitung dari laba, dan biaya renovasi serta peralatan disusutkan selama beberapa tahun. Sebagai ilustrasi, salon dengan omzet Rp 1,2 miliar setahun dan laba kena pajak Rp 150 juta membayar sekitar Rp 16,5 juta dengan tarif efektif 11%, dibanding Rp 6 juta dengan tarif final 0,5%. Di tahun pertama, ketika laba habis oleh penyusutan renovasi, PPh badannya nol, sedangkan tarif final tetap meminta Rp 6 juta. Syaratnya, laba harus dibuktikan dengan pembukuan lengkap, bukan catatan omzet saja.
Perbedaan antara CV dan PT baru muncul setelah laba dibagi. Bagian laba yang diterima sekutu CV bukan objek pajak bagi sekutunya, karena pajaknya sudah dibayar di tingkat CV. Dividen PT untuk pemegang saham orang pribadi dikecualikan dari pajak bila diinvestasikan di Indonesia sesuai ketentuan, dan bila tidak, dikenai PPh final 10%. Rincian kewajiban lain ada di pajak salon: PPh dan PPN. Karena aturannya baru berubah, pastikan hitungan ke konsultan pajak sebelum mendirikan badan.
Saat Mitra Masuk, Keluar, atau Berselisih
Bagian ini yang paling sering menentukan pilihan, justru bertahun-tahun setelah salon buka. Di CV, masuk atau keluarnya sekutu mengubah susunan persekutuan dan memerlukan akta perubahan. Di PT, pemegang saham menjual sahamnya mengikuti tata cara anggaran dasar, biasanya ditawarkan lebih dulu kepada pemegang saham lain, dan perseroannya tetap berjalan tanpa berganti bentuk.
Apa pun bentuknya, mitra membutuhkan perjanjian antar pemilik yang tertulis. Isi minimalnya: berapa setoran masing-masing dan untuk apa, siapa yang mengurus operasional harian dan berapa gajinya, bagaimana laba dibagi dan kapan, siapa yang memutuskan bila suara sama kuat, dan bagaimana harga ditentukan bila satu mitra ingin keluar. Pisahkan gaji mitra yang bekerja di salon dari bagian labanya, supaya mitra yang hanya menyetor modal tidak merasa membiayai gaji ganda. Cara menyusun pembagian dengan pemodal ada di bagi hasil dengan investor salon, dan dokumen yang perlu disiapkan saat satu pihak menjual bagiannya ada di menyiapkan salon untuk dijual.
Administrasi Tahunan
CV paling ringan: pembukuan, SPT tahunan badan, dan catatan pembagian laba kepada sekutu. PT menambah kewajiban organ perseroan: RUPS tahunan paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir, laporan tahunan dari direksi, dan dewan komisaris. Untuk PT kecil milik dua atau tiga orang, kewajiban ini bisa dijalankan sederhana, tetapi tetap harus tercatat. Di kedua bentuk, uang salon tidak boleh bercampur dengan uang mitra mana pun, dan disiplin yang diuraikan di memisahkan uang pribadi dan uang usaha salon berlaku untuk setiap mitra, bukan hanya pengelola harian.
Cara Memilih CV atau PT untuk Salon
Pilih CV bila semua hal ini benar: hanya satu orang yang menjalankan salon dan ia sadar menanggung risikonya, mitra lain benar-benar pasif, sewa dan kontrak yang ditandatangani masih kecil, dan tidak ada rencana menambah pemilik dalam waktu dekat. Pilih PT bila salah satu hal ini benar: lebih dari satu mitra ikut mengelola, ada sewa panjang atau pinjaman alat bernilai ratusan juta rupiah, salon berencana membuka cabang, atau ada kemungkinan investor baru masuk. Bila ragu, PT lebih mudah dipertahankan saat salon tumbuh, sedangkan CV yang ternyata terlalu kecil harus diganti dengan badan baru.
Pertanyaan Umum
Fitur Terkait
Laporan & Analitik
Laporan salon terisi otomatis dari kasir dan QRIS: pendapatan, metode pembayaran, jam sibuk, layanan terlaris, dan komisi per stylist.
Pengeluaran & Laba Rugi
Catat sewa, gaji, dan biaya lain per kategori. Laba Rugi bulanan menghitung laba bersih dari pendapatan, biaya pembayaran, komisi, dan pengeluaran.
Multi-Cabang
Kelola beberapa lokasi salon atau barbershop dari satu dashboard. Pantau penjualan per cabang, bandingkan performa, dan atur jadwal staf di semua lokasi.