Definisi

Service Charge

Service Charge

Biaya layanan berupa persentase tetap yang ditambahkan salon di atas harga dan tercetak sebagai baris tersendiri di nota. Besarnya ditetapkan salon dan diumumkan sebelum layanan dimulai, bukan dipilih pelanggan seperti tip.

Service charge adalah biaya layanan berupa persentase tetap yang ditambahkan salon di atas harga layanan dan tercetak sebagai baris tersendiri di nota. Besarnya ditetapkan salon, bukan dipilih pelanggan, dan di situlah bedanya dengan tip. Di Indonesia, pungutan ini paling sering ditemui di spa hotel, salon di pusat perbelanjaan kelas atas, dan klinik kecantikan premium, dengan besaran yang umumnya 5 sampai 10 persen. Sebagian besar salon ruko dan barbershop tidak memungutnya sama sekali.

Beda Service Charge, Tip, dan Pajak

Satu nota bisa memuat tiga tambahan di atas harga, dan masing-masing punya pemilik yang berbeda.

Service charge ditetapkan salon dalam persentase. Uangnya masuk ke kas usaha lebih dulu, lalu dibagikan mengikuti aturan yang dibuat salon.

Tip dipilih pelanggan, besarnya bebas, dan menjadi milik tim yang melayani. Cara membaginya secara adil dibahas di kebijakan tip untuk tim salon.

Pajak daerah ditetapkan peraturan kabupaten atau kota, hanya dipungut oleh usaha yang terdaftar, dan uangnya titipan yang harus disetor. Kewajiban pajak mana yang berlaku bagi usaha kecantikan dijelaskan di pajak salon.

Tanda ++ di daftar harga, misalnya Rp 300.000++, berarti harga itu belum termasuk service charge dan pajak. Pelanggan hotel sudah terbiasa dengan tanda ini. Pelanggan salon lingkungan umumnya belum, dan sering baru sadar saat membaca total di kasir.

Cara Menghitung Service Charge

Dasar service charge adalah harga setelah diskon, bukan harga daftar. Facial seharga Rp 400.000 dengan diskon 10 persen menjadi Rp 360.000. Service charge 5 persen dihitung dari angka itu, yaitu Rp 18.000, sehingga subtotal menjadi Rp 378.000.

Bila salon juga terdaftar sebagai pemungut pajak daerah, urutan berikutnya menentukan total. Pola yang umum dipakai di Indonesia adalah pajak dihitung dari harga ditambah service charge, jadi dasar pajaknya Rp 378.000, bukan Rp 360.000. Apakah pola itu yang berlaku di wilayah salon ditentukan badan pendapatan daerah setempat, dan layak ditanyakan sebelum nota pertama dicetak.

Dua hal tidak pernah menjadi dasar service charge. Pertama, tip, karena tip bukan harga layanan. Kedua, sesi yang dibayar dari paket prabayar yang sudah lunas, karena uangnya sudah diterima di awal. Salon yang memungut service charge sebaiknya memutuskan sejak awal apakah harga paket sudah termasuk service charge, lalu menuliskannya di keterangan paket.

Siapa yang Berhak atas Uangnya

Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan mengatur uang servis pada usaha tertentu: dikumpulkan dan dikelola pengusaha, lalu wajib dibagikan kepada pekerja setelah dikurangi cadangan untuk risiko kehilangan atau kerusakan dan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jenis usaha dan rinciannya diatur lewat peraturan menteri, jadi penerapannya pada salon di luar hotel sebaiknya dikonfirmasi ke dinas ketenagakerjaan setempat.

Terlepas dari soal hukumnya, pelanggan membaca service charge sebagai uang untuk tim. Salon yang memungutnya lalu menyimpan seluruhnya sebagai pendapatan akan ketahuan cepat atau lambat, biasanya dari karyawan yang keluar. Aturan pembagian yang tertulis melindungi salon dari tuduhan itu.

Contoh aturan sederhana: service charge sebulan dikumpulkan, dikurangi cadangan dengan persentase tetap yang ditulis di peraturan salon, lalu sisanya dibagi menurut jam kerja atau poin per peran. Bila bulan itu terkumpul Rp 6.000.000 dan cadangannya 10 persen, Rp 5.400.000 dibagikan. Stylist dengan 180 jam kerja dari total 900 jam tim menerima Rp 1.080.000.

Service Charge dan Komisi

Komisi stylist sebaiknya dihitung dari harga layanan sebelum service charge dan pajak. Bila service charge ikut masuk dasar komisi lalu dibagikan lagi ke tim, stylist menerima bagian dari uang yang sama dua kali. Di Kasera, komisi stylist memang dihitung dari total layanan sebelum pungutan, sehingga service charge tidak menggelembungkan angka komisi.

Service Charge Salon atau Harga yang Dinaikkan

Bagi salon yang tidak berada di hotel atau mal premium, pertanyaan yang lebih jujur adalah apakah service charge perlu ada. Potong rambut Rp 150.000 dengan service charge 10 persen dibayar Rp 165.000. Menulis harganya langsung Rp 165.000 menghasilkan uang yang sama, tanpa kejutan di kasir dan tanpa pelanggan yang merasa ditipu oleh baris tambahan.

Service charge masuk akal dalam tiga keadaan: pelanggan memang terbiasa dengan harga ++, salon berada di dalam hotel yang sudah memberlakukannya, atau salon ingin memisahkan dana untuk tim secara terbuka di setiap nota. Di luar itu, harga yang sudah bersih biasanya lebih mudah dijual.

Apa pun pilihannya, pelanggan berhak atas informasi harga yang benar, jelas, dan jujur sebelum membeli, sebagaimana diatur Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Tulis service charge di daftar harga, di halaman booking, dan di papan dekat kasir.

Mengaturnya di Kasera

Service charge diatur sebagai satu baris pungutan di manajemen pajak: nama, persentase, dan urutannya terhadap pungutan lain. Pajak yang diletakkan sesudahnya bisa ditandai bertingkat supaya dihitung dari harga ditambah service charge. Pungutan dihitung dari nilai setelah diskon, penukaran poin loyalty, dan pemakaian paket, tidak pernah dari tip, dan setiap baris dibulatkan ke rupiah terdekat.

Nilai yang terpungut dibekukan di setiap nota, lalu direkap per nama pungutan dan per hari. Rekap itulah yang dipakai untuk menghitung pembagian ke tim di akhir bulan. Fitur ini diaktifkan atas permintaan.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.