Definisi

HPP Layanan

Cost of Service (COGS)

Biaya yang keluar untuk mengerjakan satu layanan satu kali: bahan yang terpakai, tenaga stylist, dan bagian biaya tetap salon untuk jam kursi yang dipakai. HPP adalah singkatan dari harga pokok penjualan. Angka ini menjadi batas bawah harga jual.

HPP layanan salon adalah biaya yang benar-benar keluar untuk mengerjakan satu layanan satu kali: bahan yang terpakai, tenaga stylist, dan bagian biaya tetap salon untuk jam kursi yang dipakai. HPP singkatan dari harga pokok penjualan. Dalam pembukuan usaha jasa, istilah resminya harga pokok jasa, tetapi pemilik salon lebih sering menyebutnya HPP jasa salon atau cukup HPP. Angka ini adalah batas bawah harga. Harga di bawah HPP berarti setiap pelanggan yang dilayani menambah kerugian, seramai apa pun kursinya.

Cara menghitung HPP selalu dimulai dari rumus yang pendek: HPP = bahan + tenaga + overhead per layanan. Yang membuat hitungannya sering meleset adalah cara mengisi ketiga angka itu.

Bahan: Hitung per Gram, Bukan per Tube

Bahan dihitung dari jumlah yang benar-benar terpakai, dibagi dari harga kemasan. Pewarna 60 gram seharga Rp 75.000 berarti Rp 1.250 per gram. Developer 1 liter seharga Rp 90.000 berarti Rp 90 per mililiter. Untuk pewarnaan rambut sebahu yang memakai 60 gram pewarna dan 90 mililiter developer, bahannya Rp 75.000 ditambah Rp 8.100.

Lalu tambahkan bahan kecil yang sering terlupa: foil, sarung tangan sekali pakai, shampo dan kondisioner untuk bilas, handuk yang dicuci, dan kapas. Untuk layanan warna, angka ini biasanya Rp 5.000 sampai Rp 15.000. Terakhir, tambahkan sisa campuran yang terbuang. Pewarna yang sudah dicampur developer tidak bisa disimpan, dan sebagian besar salon membuang 10 sampai 20 persen dari setiap campuran. Bila sisa itu tidak masuk HPP, bahan selalu terasa lebih boros daripada hitungan di atas kertas.

Cara menimbang pemakaian nyata per layanan diuraikan di menghitung biaya bahan per layanan.

Dalam contoh ini, satu tube penuh dicampur walaupun yang menempel di rambut sekitar 50 gram, jadi sisa campuran sudah terhitung. Ditambah bahan kecil Rp 10.000, totalnya Rp 93.100, dibulatkan menjadi Rp 93.000.

Tenaga: Tergantung Cara Stylist Dibayar

Bila stylist digaji tetap, bagi gaji bulanan dengan jam produktifnya. Gaji Rp 4.000.000 dengan sekitar 200 jam di kursi per bulan berarti Rp 20.000 per jam. Layanan dua jam memakan tenaga Rp 40.000.

Bila stylist dibayar komisi persentase, tenaga tidak bisa dihitung lebih dulu, karena besarnya mengikuti harga jual. Komisi 20 persen dari harga Rp 300.000 berbeda dengan 20 persen dari Rp 400.000. Dalam kasus ini, komisi diperlakukan sebagai potongan dari harga, sama seperti target laba, dan masuk ke rumus harga di bawah, bukan ke HPP awal. Skema gaji pokok ditambah komisi dihitung dua kali: gaji pokok per jam masuk tenaga, komisinya masuk potongan harga. Cara menyusun skemanya dibahas di komisi stylist.

Overhead: Dibagi Jam yang Terisi, Bukan Jam Buka

Overhead adalah biaya tetap yang tetap dibayar walaupun salon sepi: sewa, listrik dasar, internet, gaji kasir, perawatan alat, dan langganan aplikasi. Misalkan totalnya Rp 15.000.000 per bulan.

Kesalahan yang paling umum adalah membaginya dengan jam buka. Salon tiga kursi yang buka 9 jam selama 26 hari punya 702 jam kursi. Bila yang terisi hanya 60 persen, jam yang benar-benar menghasilkan uang adalah 421 jam. Overhead per jam kursi menjadi Rp 35.600, bukan Rp 21.400. Selisih itu adalah alasan banyak salon merasa sudah untung di setiap layanan tetapi rugi di akhir bulan. Cara memisahkan listrik alat dari beban yang menyala sepanjang hari diuraikan di biaya listrik per layanan.

Untuk pewarnaan dua jam, overhead-nya Rp 71.200.

Contoh Lengkap: Pewarnaan Rambut Sebahu

Dengan stylist bergaji tetap:

  • Bahan: Rp 93.000
  • Tenaga, 2 jam: Rp 40.000
  • Overhead, 2 jam: Rp 71.200
  • HPP: Rp 204.200

Harga jual dihitung dari target margin: harga = HPP dibagi (1 dikurangi target margin). Dengan target margin 30 persen, harga minimumnya Rp 204.200 dibagi 0,7, yaitu Rp 291.700. Di menu, angka ini menjadi Rp 295.000.

Dengan stylist berkomisi 20 persen, HPP awalnya hanya bahan dan overhead, Rp 164.200. Harga = Rp 164.200 dibagi (1 dikurangi 0,2 dikurangi 0,3), yaitu Rp 328.400, dibulatkan menjadi Rp 330.000. Periksa ulang: komisi 20 persen dari Rp 330.000 adalah Rp 66.000, HPP lengkap menjadi Rp 230.200, dan sisanya Rp 99.800 atau 30 persen dari harga. Dengan target laba yang sama, skema komisi ini menaikkan harga minimum sekitar Rp 37.000. Perbedaan ini sering tidak terlihat sampai salon mengganti skema gaji.

Margin Bukan Markup

Markup dihitung dari HPP. Margin dihitung dari harga jual. HPP Rp 204.200 dengan markup 30 persen menghasilkan harga Rp 265.500, tetapi margin dari harga itu hanya 23 persen. Pemilik yang menargetkan untung 30 persen lalu memakai rumus markup selalu mendapat lebih sedikit dari yang direncanakan. Pakai satu istilah yang sama di seluruh tim, dan tulis rumusnya di lembar harga.

HPP Produk Retail Lebih Sederhana

Untuk sampo, serum, atau pomade yang dijual di kasir, HPP adalah harga beli per unit ditambah ongkos kirim yang dibagi rata ke unit dalam satu pesanan. Tenaga dan overhead per jam kursi tidak dipakai. Yang sering terlupa justru produk yang rusak, kedaluwarsa, atau dipakai sebagai tester. Bila setiap bulan rata-rata dua botol dari lima puluh tidak terjual, nilai keduanya ikut dibagi ke 48 botol yang laku.

Hitung Ulang Kapan Saja

HPP bukan angka sekali hitung. Hitung ulang setiap kali harga bahan dari pemasok naik, sewa diperpanjang dengan harga baru, skema komisi berubah, atau tingkat keterisian kursi turun jauh dari biasanya. Bila semua angka sudah siap, kalkulator harga layanan menghitung HPP dan harga jual untuk target margin dalam satu layar, termasuk komisi dan biaya transaksi.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.