Pembayaran

Biaya MDR QRIS untuk Salon: Tarif dan Cara Menghitung

Tarif MDR QRIS menurut ketentuan Bank Indonesia, biaya pembayaran QRIS yang berlaku di Kasera, dan cara menghitung dampaknya ke margin layanan salon.

Daftar Sekarang

0,7% + Rp 250

Tarif standar pembayaran QRIS di Kasera

0,3%

Ketentuan MDR Bank Indonesia untuk usaha mikro, di atas batas bebas MDR

0,7%

Ketentuan MDR Bank Indonesia untuk usaha kecil sampai besar, di atas Rp100.000

Biaya MDR QRIS berapa persen? Bank Indonesia menetapkan MDR (Merchant Discount Rate) QRIS per kategori usaha: 0,3% untuk usaha mikro, dengan 0% untuk transaksi sampai Rp500.000, dan 0,7% untuk usaha kecil, menengah, dan besar. Kategori itu ditentukan penyedia QRIS berdasarkan data usaha saat pendaftaran merchant. Mulai 1 Oktober 2026 Bank Indonesia membebaskan MDR QRIS untuk transaksi sampai Rp100.000 di semua kategori merchant, dan sampai Rp500.000 untuk usaha mikro; di atas batas itu ketentuan per kategori di atas tetap berlaku.

Tarif di atas adalah ketentuan jaringan QRIS, bukan otomatis angka yang dipotong dari rekening salon. Biaya yang benar-benar dipotong tergantung penyedia yang dipakai. Di Kasera, pembayaran QRIS dikenakan tarif standar 0,7% + Rp 250 per transaksi, tanpa membedakan kategori usaha. Rinciannya, bersama tarif kartu dan Virtual Account, ada di halaman harga.

Potongan tidak ditagih terpisah di akhir bulan. Angkanya langsung diambil dari nilai transaksi saat proses settlement, sebelum dana masuk ke rekening salon. Contohnya, pembayaran Rp200.000 pada tarif Kasera terpotong Rp 1.650, sehingga yang cair sekitar Rp 198.350. Kecil per transaksi. Tapi kalau volume QRIS tinggi, angkanya menumpuk.

Karena itu, hitung dampaknya per bulan, bukan per transaksi. Pada pembayaran Rp150.000, potongannya Rp 1.300; jumlahkan potongan seperti ini untuk semua transaksi QRIS dalam sebulan untuk melihat biaya bulanannya. Komponen tetap itu yang membuat layanan bernilai kecil terasa lebih mahal secara persentase. Untuk memperkirakan angka salon sendiri dengan data nyata, gunakan kalkulator biaya QRIS.

Ada satu aturan yang sering dilanggar: biaya pembayaran ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan ke pelanggan sebagai biaya tambahan. Menambah harga khusus untuk pembayaran QRIS di struk melanggar ketentuan Bank Indonesia. Cara yang benar adalah memasukkan biaya ini ke dalam margin sejak awal saat menentukan harga layanan, sama seperti biaya listrik atau produk perawatan.

Dibanding metode lain, QRIS termasuk murah. Uang tunai memang tanpa potongan, tapi punya risiko salah hitung dan uang palsu, serta butuh waktu untuk rekonsiliasi manual. Kartu lewat mesin EDC umumnya punya potongan lebih tinggi dari QRIS, dan mesinnya sendiri sering datang dengan biaya sewa bulanan yang tetap berjalan pada bulan yang sepi. QRIS tidak punya komponen itu: kalau tidak ada transaksi, tidak ada biaya. Rincian resmi ketentuan MDR per kategori usaha bisa dicek langsung di situs Bank Indonesia (QRIS).

Langkah praktisnya sederhana. Catat total omzet QRIS tiap bulan beserta jumlah transaksinya, lalu sisihkan komponen biaya pembayaran dalam perhitungan margin. Biasakan juga mencocokkan laporan penjualan dengan mutasi rekening setiap minggu supaya selisihnya mudah ditelusuri. Dengan begitu, nominal yang masuk ke rekening tidak lagi terasa mengejutkan, dan harga layanan tetap menutup semua biaya operasional.

Cara Kerja

1

Pahami Dua Angka yang Berbeda

Ketentuan MDR Bank Indonesia per kategori usaha adalah aturan jaringan QRIS. Yang menentukan potongan pada rekening salon adalah tarif penyedia yang dipakai. Di Kasera, tarif standarnya 0,7% + Rp 250 per transaksi.

2

Kumpulkan Data Transaksi QRIS

Ambil total omzet QRIS dan jumlah transaksi dalam sebulan. Data ini bisa diambil dari laporan penyedia pembayaran atau catatan kasir. Semakin akurat datanya, semakin dekat estimasi dengan kenyataan.

3

Kalikan dengan Tarif MDR

Kalikan omzet QRIS bulanan dengan komponen persen, lalu tambahkan komponen tetap dikali jumlah transaksi. Misalnya satu pembayaran Rp150.000 terpotong Rp 1.300; kalikan dengan jumlah transaksi untuk perkiraan bulanannya, atau pakai kalkulator biaya QRIS. Angka ini yang sering luput karena tidak muncul sebagai tagihan terpisah, melainkan tersebar di ratusan transaksi kecil.

4

Masukkan ke Harga dan Arus Kas

Sisipkan biaya MDR ke dalam margin layanan, lalu terima pembayaran lewat fitur pembayaran QRIS yang tercatat otomatis di kasir agar mudah dicocokkan dengan mutasi rekening.

Contoh Skenario

Pemilik salon rumahan

Masalah

Ragu menerima QRIS karena khawatir potongan MDR menggerus keuntungan dari layanan berharga kecil seperti potong rambut Rp50.000.

Solusi

Pada tarif Kasera, potong rambut Rp50.000 terpotong Rp 600, sehingga yang cair Rp 49.400. Sekitar 1,2% dari nilai layanan, jadi komponen tetap memang terasa lebih berat pada layanan bernilai kecil. Pantau total potongan tiap bulan lewat fitur laporan untuk memastikan angkanya tetap wajar dibanding kenyamanan pembayaran non tunai.

Pemilik barbershop

Masalah

Dana yang masuk ke rekening terasa lebih kecil dari total penjualan QRIS yang tercatat, dan curiga ada transaksi yang hilang.

Solusi

Selisih itu hampir selalu biaya pembayaran, bukan transaksi hilang. Pada tarif Kasera, setiap pembayaran QRIS terpotong 0,7% + Rp 250. Cocokkan laporan harian dengan mutasi bank supaya jelas mana yang potongan dan mana yang perlu dikonfirmasi ke penyedia pembayaran.

Manajer spa

Masalah

Menjual paket perawatan bernilai besar, misalnya Rp1.500.000, dan ingin tahu berapa potongan MDR-nya agar harga tetap menguntungkan.

Solusi

Pada tarif Kasera, transaksi Rp1.500.000 terpotong Rp 10.750, sehingga yang cair Rp 1.489.250. Untuk layanan bernilai besar, komponen ini sebaiknya sudah dihitung dalam harga sejak awal, bukan dipikirkan setelah dana cair. Selisih kecil per transaksi tetap perlu masuk perhitungan margin.

Pertanyaan Umum

Biaya MDR QRIS berapa persen untuk salon?

Bank Indonesia menetapkan MDR QRIS per kategori usaha: 0,3% untuk usaha mikro, dengan 0% untuk transaksi sampai Rp500.000, dan 0,7% untuk usaha kecil, menengah, dan besar. Mulai 1 Oktober 2026 pembebasan itu diperluas menjadi 0% untuk transaksi sampai Rp100.000 di semua kategori merchant, dan sampai Rp500.000 untuk usaha mikro. Itu ketentuan jaringan QRIS. Biaya yang benar-benar dipotong tergantung penyedia: di Kasera, pembayaran QRIS dikenakan tarif standar 0,7% + Rp 250 per transaksi, tanpa membedakan kategori usaha. Pengertian istilahnya sendiri ada di MDR (Merchant Discount Rate).

Apakah boleh membebankan biaya QRIS ke pelanggan?

Tidak boleh. Bank Indonesia menetapkan MDR ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan ke konsumen. Menambah biaya tambahan khusus untuk pembayaran QRIS di struk melanggar ketentuan. Cara yang benar adalah memasukkan biaya ini ke dalam harga layanan sejak awal.

Bagaimana cara tahu salon masuk kategori usaha mikro atau reguler?

Kategori ditentukan penyedia QRIS berdasarkan data usaha saat pendaftaran merchant, dan terkait dengan skala usaha yang terdaftar pada izin usaha. Kalau ragu, tanyakan langsung ke penyedia atau bank tempat mendaftar QRIS. Perlu dicatat, tarif pembayaran QRIS di Kasera tidak mengikuti kategori ini: yang berlaku adalah tarif standar Kasera.

Kapan potongan MDR diambil?

Potongan diambil langsung dari nilai transaksi sebelum dana masuk ke rekening, bukan ditagih terpisah. Proses ini terjadi saat settlement. Untuk memahami alur QRIS dari awal, baca penjelasan apa itu QRIS.

Apakah tarif MDR QRIS sama di semua bank dan penyedia?

Ketentuan MDR dari Bank Indonesia berlaku seragam per kategori usaha, tetapi tarif akhir yang ditagih penyedia dan jadwal pencairannya bisa berbeda. Sistem kasir yang terhubung dengan pembayaran QRIS memudahkan pencatatan berapa pun penyedianya.

Apakah menerima QRIS tetap lebih untung dibanding hanya tunai?

Untuk sebagian besar salon, ya. Potongan MDR tergolong kecil, sementara QRIS mempercepat pembayaran, mengurangi risiko uang palsu, dan membuat setiap transaksi tercatat otomatis. Banyak pelanggan juga kini lebih memilih membayar non tunai.

Apakah tarif MDR QRIS bisa dinegosiasi atau dikurangi?

MDR Bank Indonesia adalah batas yang ditetapkan regulator, bukan angka yang dinegosiasikan di kasir. Biaya yang dibayar salon di Kasera adalah tarif standar 0,7% + Rp 250 per transaksi, dan tarif itu tidak berubah mengikuti kategori usaha. Yang bisa memperbaiki angka bulanan adalah mendorong nilai rata-rata transaksi naik, karena komponen tetap terasa paling berat pada pembayaran bernilai kecil: dari potongan Rp 600 pada pembayaran Rp 50.000, Rp 250 adalah komponen tetap.

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.