Pelanggan yang Lama Tidak Datang, Diajak Kembali Otomatis
Atur batas hari dan penawarannya sekali. Kasera memilih pelanggan yang memenuhi syarat dan mengirim pesannya setiap pagi.
Pesan WhatsApp otomatis untuk pelanggan yang lama tidak berkunjung, berisi penawaran dan link booking, dengan batas hari dan penawaran yang diatur sendiri.
Pelanggan salon jarang pamit saat berhenti datang. Jadwal potong rambut yang biasanya sebulan sekali bergeser menjadi tiga bulan, lalu tidak ada kabar sama sekali. Menghubungi mereka satu per satu tetap cara yang paling personal, dan langkahnya dibahas di cara follow-up pelanggan lama. Masalahnya ada pada konsistensi: daftar pelanggan yang perlu dihubungi terus bertambah, sementara waktu untuk menyusunnya hampir tidak pernah ada.
Kampanye pelanggan lama di Kasera mengerjakan bagian yang berulang itu: mengajak pelanggan kembali lewat pesan WhatsApp otomatis. Pemilik atau manajer menyalakan kampanye dari Pengaturan, bagian Bisnis, di dashboard web maupun aplikasi Kasera. Ada tiga hal yang diatur: berapa hari tanpa kunjungan yang dianggap pelanggan lama (bawaannya 30 hari), jenis penawaran (potongan persentase, potongan rupiah tetap, atau tanpa potongan), dan besar penawarannya. Kalimat pesannya disusun Kasera dari penawaran yang dipilih, mengikuti template WhatsApp resmi yang sudah disetujui Meta, dan setiap pesan membawa link booking.
Tidak semua pelanggan lama menerima pesan. Pelanggan harus pernah berkunjung minimal sekali, lewat booking maupun transaksi walk-in, belum kembali selama jumlah hari yang ditentukan, tidak punya appointment mendatang, dan sudah menyetujui komunikasi pemasaran. Pelanggan yang sudah menerima pesan kampanye dalam 90 hari terakhir juga dilewati. Data kunjungan itu berasal dari catatan pelanggan yang sama dengan riwayat booking dan transaksi kasir, jadi tidak ada daftar terpisah yang perlu disusun.
Pesan dikirim setiap pagi, tidak pernah malam hari. Pelanggan yang tidak ingin menerima pesan lagi cukup membalas Berhenti atau menekan tombol berhenti di pesannya. Penawaran tidak terpotong otomatis di kasir: saat pelanggan datang, kasir memeriksa penawaran di profil pelanggan lalu menerapkannya sebagai diskon pada transaksi. Setelah kampanye berjalan, tabel bulanan di halaman pengaturan menampilkan jumlah pesan terkirim dan jumlah pelanggan yang benar-benar kembali berkunjung atau booking setelah menerima pesan.
Contoh Skenario
Pemilik salon rambut dengan banyak pelanggan pewarnaan
Masalah
Pelanggan pewarnaan biasanya kembali setiap dua sampai tiga bulan, tetapi sebagian menghilang setelah kunjungan kedua. Pemilik baru menyadarinya saat membuka catatan di akhir tahun.
Solusi
Batas hari diatur lebih panjang dari siklus pewarnaan, misalnya 90 hari, dengan potongan persentase untuk kunjungan berikutnya. Pelanggan yang melewati batas itu menerima pesan dengan link booking, dan tabel bulanan menunjukkan berapa yang kembali.
Pemilik barbershop yang lebih banyak waktunya di kursi
Masalah
Menghubungi pelanggan lama satu per satu selalu tertunda karena waktu habis untuk melayani. Daftar yang ingin dihubungi tidak pernah selesai disusun.
Solusi
Kampanye berjalan setiap pagi tanpa perlu dibuka. Pelanggan yang sudah punya booking berikutnya tidak ikut dikirimi, sehingga pesannya hanya sampai ke pelanggan yang memang belum kembali.
Pemilik spa yang tidak ingin terus memberi diskon
Masalah
Potongan harga yang terlalu sering membuat pelanggan menunggu promo sebelum datang, dan margin layanan ikut turun.
Solusi
Kampanye dijalankan tanpa potongan: pesannya hanya mengajak kembali dan membawa link booking. Karena pelanggan yang sama tidak dikirimi lagi dalam 90 hari, ajakan itu tidak terasa seperti promosi rutin.
Cara Kerja
Tentukan Batas Hari
Di Pengaturan, bagian Bisnis, isi jumlah hari tanpa kunjungan yang dianggap pelanggan lama. Bawaannya 30 hari, dan angkanya bisa disesuaikan dengan siklus layanan salon, misalnya lebih panjang untuk salon yang kebanyakan pelanggannya datang untuk pewarnaan.
Pilih Penawaran
Pilih potongan persentase, potongan rupiah tetap, atau tanpa potongan. Kalimat pesan yang akan diterima pelanggan tampil di halaman yang sama untuk diperiksa sebelum kampanye dinyalakan.
Periksa Perkiraan Sebelum Menyalakan
Halaman pengaturan menampilkan perkiraan jumlah pelanggan yang saat ini memenuhi syarat dan perkiraan kredit WhatsApp yang akan terpakai, dihitung dari data pelanggan yang sebenarnya.
Pantau Hasilnya Setiap Bulan
Tabel bulanan menampilkan jumlah pesan terkirim dan pelanggan yang kembali berkunjung atau booking setelah menerima pesan. Dari situ terlihat apakah penawaran atau batas harinya perlu diubah.
Kemampuan Lengkap
Syarat penerima yang jelas
Hanya pelanggan yang pernah berkunjung, belum kembali selama batas hari, tidak punya appointment mendatang, dan sudah menyetujui komunikasi pemasaran. Pelanggan yang baru saja booking tidak ikut dikirimi.
Tidak mengirim berulang
Pelanggan yang sudah menerima pesan kampanye dalam 90 hari terakhir tidak dikirimi lagi, sehingga kampanye tidak berubah menjadi pesan rutin yang mengganggu.
Tiga pilihan penawaran
Potongan persentase, potongan rupiah tetap, atau tanpa potongan sama sekali. Untuk potongan yang berlaku bagi semua pelanggan, harga promo tetap menjadi alat yang lebih tepat.
Link booking di setiap pesan
Pesan membawa link booking, sehingga pelanggan bisa langsung memilih jadwal lewat booking online tanpa menanyakan slot lewat chat.
Berhenti dengan satu balasan
Pelanggan membalas Berhenti atau menekan tombol berhenti, lalu menerima konfirmasi dan tidak dikirimi pesan kampanye berikutnya.
Memakai kuota pesan yang sama
Kampanye memakai kuota pesan WhatsApp yang sama dengan pengingat booking. Kuota bulanan setiap paket dan kredit tambahan tercantum di halaman harga. Kalau kuota dan kredit habis, pesan tidak terkirim sampai kredit tersedia.
Tantangan yang Diselesaikan
Pelanggan berhenti datang tanpa kabar, dan baru disadari berbulan-bulan kemudian
Daftar pelanggan yang perlu dihubungi disusun manual dari buku atau chat, sehingga jarang benar-benar dikerjakan
Pesan promo massal ikut terkirim ke pelanggan yang sudah punya jadwal minggu depan
Tidak ada cara mengetahui berapa pelanggan yang kembali setelah dihubungi