Melayani Wisatawan Asing di Salon: Bahasa, Harga, dan Pembayaran
Menyiapkan menu dua bahasa, menentukan apakah harga turis perlu berbeda, dan cara menerima pembayaran dari kartu atau aplikasi luar negeri.
Tim Kasera
30 September 2026
Poin Penting
- Siapkan menu berbahasa Inggris yang menjelaskan isi setiap layanan, durasinya dalam menit, dan harganya dalam rupiah saja.
- Pakai satu daftar harga untuk semua pelanggan. Harga khusus turis yang tersembunyi hampir selalu berakhir di ulasan.
- Tulis dengan jelas apakah harga sudah termasuk pajak dan service charge. Tanda ++ tidak dipahami kebanyakan wisatawan.
- Sediakan tiga jalur bayar: kartu, QRIS untuk aplikasi negara yang sudah tersambung, dan tunai rupiah.
- Ganti percakapan panjang dengan kartu konsultasi dua bahasa dan foto referensi.
- Konfirmasi ulang booking wisatawan sehari sebelumnya, karena rencana perjalanan lebih sering berubah daripada rencana pelanggan lokal.
Salon atau spa yang mulai melayani wisatawan asing perlu menyiapkan empat hal: menu berbahasa Inggris dengan harga dalam rupiah, satu daftar harga yang sama untuk semua pelanggan, cara membayar selain tunai, dan konsultasi yang tidak bergantung pada kelancaran berbahasa Inggris. Keempatnya bisa disiapkan dalam satu minggu, dan tidak satu pun membutuhkan stylist atau terapis yang fasih berbahasa asing.
Menu Dua Bahasa yang Benar-Benar Menjelaskan
Menu salon bahasa Inggris yang berguna tidak berhenti pada terjemahan nama layanan. "Creambath" tidak berarti apa-apa bagi wisatawan dari Australia atau Eropa, dan "lulur" juga tidak. Setiap baris menu perlu memuat tiga hal: apa yang dikerjakan, berapa menit, dan berapa harganya. Contohnya:
- Creambath: hair mask treatment with scalp, neck and shoulder massage, 60 min, Rp 150.000 - Pijat Bali: Balinese full body massage with oil, 60 min, Rp 250.000 - Lulur: traditional Javanese body scrub, followed by shower, 45 min, Rp 200.000 - Potong rambut wanita: women's haircut with wash and blow-dry, 60 min, Rp 180.000
Tulis nama Indonesianya tetap di depan. Wisatawan yang sudah membaca ulasan sering mencari kata "creambath" atau "lulur" itu sendiri.
Harga dicantumkan dalam rupiah saja. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang mewajibkan rupiah untuk setiap transaksi pembayaran di Indonesia, jadi menu tidak memakai dolar sebagai harga, dan kasir tidak menerima uang tunai dolar. Cetak juga satu kalimat tentang pajak dan service charge: "Prices include tax and service" atau "Tax and service charge added at payment". Tanda ++ di belakang harga yang umum di hotel tidak dipahami kebanyakan wisatawan, dan selisih yang baru muncul di kasir adalah sumber keluhan paling sering.
Satu Harga untuk Semua Pelanggan
Godaan membuat harga turis selalu ada, terutama di kawasan wisata. Hasilnya hampir selalu merugikan. Wisatawan saling bertukar informasi di ulasan Google Maps dan grup perjalanan, dan satu ulasan berbunyi "they charged us double the local price" bertahan jauh lebih lama daripada selisih harganya. Pelanggan lokal yang tahu ada dua harga juga mulai bertanya apakah mereka pun pernah ditagih lebih.
Yang wajar adalah harga yang mengikuti biaya, bukan kewarganegaraan. Salon di kawasan wisata boleh memasang harga lebih tinggi untuk seluruh menunya karena sewa tempatnya memang lebih mahal. Layanan yang benar-benar berbeda, misalnya konsultasi warna 20 menit dengan stylist senior yang berbahasa Inggris, boleh menjadi layanan tersendiri dengan nama dan harga yang terpampang untuk siapa saja. Rambut sangat panjang atau tebal dikenai biaya tambahan menurut ukuran rambutnya, bukan menurut paspornya.
Pembayaran: Kartu, QRIS Antarnegara, dan Tunai
Kebanyakan turis asing di salon, terutama yang datang dari luar Asia Tenggara, membayar dengan kartu kredit atau debit. Menolak kartu berarti mengirim pelanggan ke ATM di tengah jalan, dan sebagian tidak kembali. Di Kasera, kartu kredit diproses lewat Kasera Pay dari tablet atau ponsel kasir, termasuk kartu terbitan luar negeri, dengan biaya 2,8 persen ditambah Rp 2.500 per transaksi. Untuk paket pijat Rp 450.000, biayanya Rp 15.100. Masukkan biaya ini ke hitungan harga menu. Menambahkannya sebagai surcharge di kasir membuat pelanggan merasa dijebak, dan aturan pembayaran kartu tidak mengizinkan toko membebankan biaya tambahan kepada pemegang kartu.
Wisatawan dari negara yang sudah tersambung dengan QRIS antarnegara, di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura, bisa memindai kode QRIS salon dengan aplikasi pembayaran dari negaranya sendiri. Salon menerima rupiah seperti transaksi QRIS biasa, dan konversi mata uang terjadi di sisi pelanggan. Tidak semua aplikasi luar negeri sudah tersambung, jadi siapkan kartu sebagai jalur cadangan dan jangan menjanjikan QRIS kepada semua wisatawan.
Untuk tunai, terima rupiah saja. Wisatawan biasanya menarik pecahan Rp 100.000 dari ATM, jadi siapkan uang kembalian yang cukup untuk tagihan kecil di pagi hari.
Booking dan Konfirmasi Ulang
Wisatawan memesan dari hotel, lewat WhatsApp, Instagram, atau Google Maps, sering untuk tanggal beberapa hari ke depan. Rencana perjalanan berubah lebih sering daripada rencana pelanggan lokal: tur yang molor, cuaca, atau keputusan pindah pulau. Kirim konfirmasi ulang sehari sebelumnya dan minta balasan singkat. Booking yang tidak dibalas sampai sore sebelumnya boleh ditelepon atau dilepas sesuai kebijakan yang sudah disampaikan saat memesan.
Deposit saat booking mengurangi risiko ini, tetapi pilih jalurnya dengan jujur. Deposit lewat bayar saat booking dibayar dengan QRIS, yang cocok untuk wisatawan domestik dan wisatawan dengan aplikasi yang sudah tersambung. Untuk yang lain, konfirmasi ulang lewat WhatsApp adalah pengaman utamanya.
Halaman booking Kasera bisa ditampilkan dalam bahasa Inggris, dan salon dapat membuka pilihan bahasa notifikasi, sehingga pengingat dan konfirmasi booking sampai dalam bahasa Inggris kepada pelanggan yang memilihnya.
Konsultasi Tanpa Salah Paham
Kesalahan paling mahal dengan wisatawan asing terjadi di konsultasi, bukan di kasir. Siapkan kartu konsultasi dua bahasa satu halaman yang diisi pelanggan sebelum layanan dimulai. Untuk rambut: riwayat pewarnaan dan bleaching dalam enam bulan terakhir, perawatan kimia seperti keratin atau pelurusan, dan alergi. Untuk pijat: tekanan yang diinginkan (light, medium, firm), bagian tubuh yang dihindari, cedera, dan kehamilan.
Foto referensi lebih bisa diandalkan daripada kata-kata. Minta pelanggan menunjukkan foto hasil yang diinginkan, lalu tunjukkan balik foto hasil kerja salon yang paling mirip. Aplikasi penerjemah membantu untuk kalimat pendek, tetapi jangan dipakai untuk menyepakati hal teknis seperti tingkat terang warna.
Rambut wisatawan dari Eropa atau Australia sering lebih halus dan lebih cepat bereaksi terhadap bleaching dibanding rambut yang biasa ditangani stylist lokal. Waktu kerja obat perlu dipantau lebih ketat, dan strand test lebih penting daripada biasanya. Uji alergi 48 jam sebelum pewarnaan juga sering bentrok dengan masa tinggal yang pendek, sehingga perlu dibicarakan sejak pesan pertama. Urutan konsultasi dan uji alergi yang lengkap ada di konsultasi dan patch test pelanggan.
Untuk pijat, banyak wisatawan perempuan meminta terapis perempuan, dan sebagian wisatawan pria juga punya preferensi. Tawarkan pilihan itu sejak booking, bukan saat pelanggan sudah di kamar. Spa yang melayani banyak tamu seperti ini bisa memakai pilihan terapis pria atau wanita di halaman booking.
Tip dari Wisatawan
Wisatawan dari negara dengan budaya tip sering bertanya berapa yang pantas, atau memberi tip dalam jumlah yang mengejutkan tim. Tetapkan kebijakan lebih dulu: tip menjadi milik orang yang mengerjakan layanan, dan kasir tidak menyarankan nominal. Tip yang ditambahkan di kasir tercatat atas nama staf yang mengerjakan layanan, seperti dijelaskan di tip digital, sehingga tidak ada perdebatan pembagian di akhir hari.
Salon di kota wisata juga menghadapi musim ramai dan sepi yang berbeda dari kota lain. Pola itu dan cara mengatur tim di sekitarnya dibahas di salon dan spa di Denpasar.
Tim Kasera
Kasera membantu pemilik salon, barbershop, dan spa di Indonesia mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien.