Pajak Reklame Papan Nama Salon: Kapan Kena dan Cara Menghitungnya

Kapan papan nama, spanduk, stiker kaca, dan neon box salon kena pajak reklame, cara menghitungnya, dan pengecualian nama usaha.

Informasi ini bersifat edukatif dan dapat berubah sesuai ketentuan terbaru. Untuk keputusan operasional atau perizinan, selalu verifikasi kembali dengan instansi terkait di wilayah usaha.

Terakhir diverifikasi: 28 Oktober 2026

Papan nama salon tidak kena pajak reklame selama tiga syarat terpenuhi: isinya nama pengenal usaha, dipasang melekat pada bangunan atau di dalam area salon, dan ukuran serta jumlahnya sesuai peraturan kepala daerah setempat. Pengecualian ini ada di Pasal 60 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD). Papan yang melewati batas ukuran, papan kedua, atau papan yang juga memuat promo dan merek produk pihak lain berisiko tidak lagi dikecualikan.

Batas pengecualian pajak reklame papan nama berbeda di setiap daerah. Di DKI Jakarta, Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2024 membatasi papan nama yang dikecualikan pada satu buah, dengan bidang paling luas 1 meter persegi dan jarak dari tanah ke bagian bawah bidang papan paling tinggi 15 meter. Kota lain punya angka sendiri, jadi tanyakan ke badan pendapatan daerah sebelum memesan papan. Hal desain dan lokasi papan dibahas di papan nama dan tampak depan salon.

Di luar papan nama, salon sering memasang media yang termasuk objek pajak reklame: spanduk promo (reklame kain), stiker promo di kaca (reklame melekat), neon box bermerek dari supplier (reklame papan), brosur (reklame selebaran), dan tulisan di motor layanan panggilan (reklame berjalan pada kendaraan). Pajak reklame spanduk dihitung untuk masa pasangnya saja, sehingga nilainya jauh lebih kecil dari papan permanen, tetapi tetap perlu didaftarkan. Iklan di Instagram, TikTok, dan Google tidak termasuk, karena reklame lewat internet dikecualikan.

Pajak reklame dipungut kabupaten atau kota, bukan kantor pajak pusat, sehingga terpisah dari pajak penghasilan salon. Cara menghitung pajak reklame sederhana: tarif dikali nilai sewa reklame. Tarifnya ditetapkan peraturan daerah dengan batas paling tinggi 25 persen. Bila reklame dipasang lewat biro reklame, nilai sewanya adalah nilai kontrak. Bila dibuat sendiri, pemerintah daerah menghitungnya dari jenis, bahan, lokasi, waktu tayang, jangka waktu, jumlah, dan ukuran. Sebagai ilustrasi, neon box dengan nilai sewa Rp 4.000.000 setahun di daerah bertarif 25 persen terutang pajak Rp 1.000.000.

*Disclaimer: Informasi ini bersifat umum. Tarif, ukuran pengecualian, dan prosedur diatur peraturan daerah masing-masing dan dapat berubah. Konfirmasi ke badan pendapatan daerah setempat.*

Cara Kerja

1

Daftar Semua Media yang Terlihat dari Luar

Berjalanlah ke seberang jalan dan catat semua yang terbaca dari sana: papan nama, neon box, spanduk, stiker kaca, banner berdiri di trotoar, dan tulisan di kendaraan salon. Catat ukuran, isi, dan siapa yang memasangnya. Daftar ini menjadi dasar pertanyaan ke badan pendapatan daerah, dan sering memperlihatkan media pemberian supplier yang selama ini tidak dipikirkan.

2

Cocokkan Papan Nama dengan Aturan Pengecualian

Cari peraturan kepala daerah tentang reklame nama pengenal usaha di kota tempat salon berada, atau tanyakan langsung ke badan pendapatan daerah. Bandingkan ukuran, jumlah, dan isi papan dengan batas yang berlaku. Papan yang lolos tidak perlu dibayar pajaknya. Papan kedua atau papan yang lebih besar dari batas perlu didaftarkan.

3

Daftarkan Sebelum Memasang, Bukan Sesudahnya

Untuk media yang kena pajak, ajukan pendaftaran dan izin penyelenggaraan reklame bila daerah mensyaratkannya, sebelum media dipasang. Spanduk promo yang hanya terpasang dua minggu tetap perlu didaftarkan untuk masa tayangnya. Reklame tanpa izin bisa ditertibkan dan dibongkar petugas pemerintah daerah, dan biaya cetaknya hilang begitu saja.

4

Bayar dan Simpan Bukti Pelunasan

Setelah nilai sewa dan pajaknya ditetapkan, bayar sesuai tagihan dan simpan bukti pelunasan beserta masa berlakunya. Tandai tanggal berakhirnya di kalender. Reklame tetap yang dibiarkan terpasang setelah masa pajaknya habis kembali terutang untuk periode berikutnya.

5

Catat sebagai Biaya Usaha

Pajak reklame dan biaya izinnya adalah biaya usaha yang mengurangi laba, sama seperti sewa dan listrik. Halaman Pengeluaran di Keuangan Kasera punya kategori Pajak & perizinan, dan foto bukti pelunasan bisa dilampirkan di catatan yang sama. Saat masa berlaku habis tahun depan, nominal dan tanggal bayar sebelumnya mudah dicari.

Contoh Skenario

Pemilik salon di ruko yang ditawari neon box gratis oleh supplier cat rambut

Masalah

Supplier menawarkan neon box berlogo merek cat rambut dengan nama salon di bagian bawah, gratis selama salon tetap membeli produknya. Pemilik tidak tahu siapa yang harus membayar pajak reklamenya.

Solusi

Neon box yang memuat merek produk adalah reklame komersial, bukan sekadar nama pengenal usaha, sehingga umumnya terutang pajak reklame. Minta supplier menuliskan bahwa pihaknya yang mendaftarkan dan membayar pajak serta izinnya, berikut masa berlakunya. Tanpa kesepakatan tertulis, reklame yang tidak terdaftar tetap terpasang di depan salon, dan pemilik salon yang pertama kali berhadapan dengan petugas. Hal lain yang perlu dicek saat menerima tawaran seperti ini ada di tawaran kerja sama dari brand produk.

Pemilik salon yang memasang spanduk promo menjelang Lebaran

Masalah

Salon mencetak dua spanduk diskon creambath untuk dipasang tiga minggu di pagar depan. Pemilik menganggap spanduk sementara tidak perlu diurus.

Solusi

Spanduk termasuk reklame kain, dan masa pasang yang pendek tidak menghapus kewajibannya. Pajaknya dihitung untuk jangka waktu pemasangan, jadi nilainya kecil dibanding papan permanen. Daftarkan sebelum dipasang, catat tanggal pencopotan, dan copot tepat waktu. Spanduk yang tertinggal setelah masa pajaknya habis kembali terutang.

Pemilik salon di sudut jalan dengan dua papan nama besar

Masalah

Salon memasang papan nama 2 x 1 meter di depan dan satu lagi di sisi samping agar terlihat dari dua arah. Petugas badan pendapatan daerah datang dan menyatakan keduanya terutang pajak.

Solusi

Di daerah yang membatasi papan nama yang dikecualikan pada satu buah dengan ukuran tertentu, papan 2 meter persegi dan papan kedua sama-sama melewati batas. Pilihannya dua: daftarkan dan bayar pajak keduanya, atau ganti papan depan dengan ukuran sesuai batas pengecualian dan pertahankan papan samping sebagai satu-satunya yang dibayar. Hitung mana yang lebih murah dalam tiga tahun, termasuk biaya cetak ulang.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.