Perbandingan Pendekatan

QRIS vs Mesin EDC

QRIS membaca kode, mesin EDC membaca kartu. Perbandingan tarif potongan, biaya perangkat, dan kapan salon benar-benar perlu keduanya.

Daftar Sekarang

Perbandingan QRIS vs Mesin EDC

DimensiQRISMesin EDC
Yang dibacaSaldo e-wallet dan rekening lewat aplikasi bank pelangganKartu debit dan kartu kredit, digesek atau ditempel
Tarif potongan0,3% usaha mikro dan 0,7% usaha kecil ke atas, ditetapkan Bank IndonesiaDitetapkan bank penerbit mesin, berbeda per jenis kartu
Biaya perangkatTidak ada, kode dicetak atau ditampilkan dari ponsel dan tabletSewa bulanan, deposit awal, kertas struk, dan kadang target transaksi minimum
CicilanTidak tersedia di meja kasirTersedia lewat program bank penerbit kartu kredit
Menagih sebelum pelanggan datangBisa, kode atau tautan dikirim untuk deposit bookingTidak bisa, kartu dan pemiliknya harus hadir di tempat
Saat jaringan bermasalahKode dinamis gagal terbit, kode cetak masih bisa dipakai sebagai cadanganMesin tidak dapat memproses transaksi sampai koneksi pulih
Paling cocok untukSalon dan barbershop dengan tagihan harian di bawah beberapa ratus ribuKlinik kecantikan dan salon premium dengan tagihan besar dan permintaan cicilan

Tarif potongan: Tarif QRIS sama di semua penyedia untuk kategori usaha yang sama. Tarif kartu perlu diminta tertulis sebelum perjanjian ditandatangani.

Pertanyaannya jarang tentang mana yang lebih murah. QRIS dan mesin EDC menerima jenis uang yang berbeda. QRIS membaca saldo e-wallet dan rekening lewat aplikasi bank, sedangkan mesin EDC membaca kartu debit dan kartu kredit yang digesek atau ditempel. Salon yang hanya punya salah satunya menolak sebagian pelanggan tanpa pernah tahu berapa jumlahnya.

Untuk sebagian besar salon dan barbershop harian, QRIS sudah menutup hampir seluruh kebutuhan. Yang membuat mesin EDC untuk salon tetap masuk akal ada tiga: nilai tagihan besar, pelanggan yang terbiasa membayar dengan kartu kredit, dan permintaan cicilan. Ketiganya bisa dihitung lebih dulu, sebelum menandatangani perjanjian dengan bank.

Tarif Potongan: Satu Ditetapkan Regulator, Satu Dinegosiasikan

Beda QRIS dan EDC yang paling sering ditanyakan adalah biayanya, dan jawabannya berjalan ke arah yang berlawanan. Tarif QRIS ditetapkan Bank Indonesia dan sama di semua penyedia: 0,3% untuk merchant kategori usaha mikro, dengan pembebasan untuk transaksi di bawah Rp 500.000, dan 0,7% untuk kategori usaha kecil ke atas. Angka itu tidak bisa ditawar dan tidak berubah karena berpindah penyedia. Rincian per kategori ada di biaya MDR QRIS.

Tarif mesin EDC bekerja sebaliknya. Besarannya ditetapkan bank penerbit mesin, berbeda antara kartu debit dan kartu kredit, dan berbeda lagi antara kartu terbitan bank yang sama dengan kartu bank lain. Potongan kartu kredit umumnya berada jauh di atas tarif QRIS. Karena angkanya tidak seragam, minta daftar tarif tertulis untuk setiap jenis kartu sebelum tanda tangan, bukan satu angka yang disebutkan lisan saat penawaran.

Satu aturan berlaku untuk keduanya: potongan itu ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan ke pelanggan sebagai tambahan di struk. Harga yang berbeda untuk pembayaran kartu adalah pelanggaran, bukan strategi harga.

Biaya yang Muncul di Luar Tarif Potongan

Biaya mesin EDC tidak berhenti di tarif potongan. Yang lazim muncul di perjanjian: sewa mesin per bulan, deposit di awal, target transaksi minimum yang menimbulkan biaya bila tidak tercapai, kertas struk, dan kartu SIM data untuk mesin yang tidak memakai wifi. Sebagian bank membebaskan sewa selama transaksi bulanan melewati batas tertentu, dan batas itulah yang perlu ditanyakan lebih dulu, bukan besaran sewanya.

QRIS tidak menuntut perangkat khusus. Kodenya bisa dicetak, atau ditampilkan dari ponsel dan tablet yang memang sudah dipakai mencatat transaksi. Perbedaan antara kode cetak dan kode yang nominalnya terisi sendiri dibahas di QRIS statis vs QRIS dinamis.

Menghitung Titik Impas Sebelum Menyewa Mesin

Hitungannya selesai dalam lima menit. Misalnya sewa mesin Rp 150.000 sebulan, dan selisih tarif potongan kartu terhadap QRIS sekitar 1,5%. Supaya sewa itu tertutup, transaksi kartu perlu mencapai sekitar Rp 10.000.000 sebulan. Bandingkan angka tersebut dengan catatan nyata di kasir, bukan dengan perkiraan.

Salon dengan rata-rata tagihan Rp 80.000 hampir tidak pernah menyentuh angka itu. Klinik kecantikan dan salon premium dengan paket pewarnaan atau perawatan di atas Rp 1.500.000 sering melewatinya sebelum akhir bulan. Untuk sisi QRIS-nya, perkiraan potongan sebulan bisa dicek lewat kalkulator biaya QRIS.

Yang Hanya Bisa Dilakukan Salah Satu

Cicilan adalah pembeda paling nyata. Program cicilan berjalan di atas kartu kredit dan diatur bank penerbitnya, sehingga salon tanpa mesin tidak bisa menawarkannya langsung di meja kasir. Jalur lain untuk membagi pembayaran layanan mahal dibahas di cicilan layanan salon.

QRIS bergerak ke arah sebaliknya. Pembayaran bisa diterima dari pelanggan yang tidak membawa kartu sama sekali, dan itu mayoritas pelanggan salon harian. Tagihannya juga bisa dikirim sebelum pelanggan datang, misalnya untuk deposit booking, sementara mesin EDC menuntut kartu beserta pemiliknya hadir di tempat.

Ada batas nominal per transaksi pada QRIS, dan bank penerbit aplikasi yang dipakai pelanggan bisa menetapkan batas harian sendiri di atasnya. Untuk tagihan besar, tanyakan batas itu ke penyedia sebelum menjadikan QRIS satu-satunya jalur pembayaran.

Pekerjaan yang Tersisa Setelah Pelanggan Pulang

Keduanya meninggalkan masalah yang persis sama bila tidak terhubung ke catatan layanan: sekumpulan nominal tanpa nama pelanggan dan tanpa nama stylist. Struk EDC menumpuk di laci, notifikasi QRIS menumpuk di ponsel, dan keduanya baru berguna setelah dicocokkan baris per baris.

Yang memperpendek pekerjaan itu bukan pilihan alat pembayarannya, melainkan urutan kerja di kasir. Tutup transaksi lebih dulu sehingga layanan, stylist, dan nominal akhirnya sudah terkunci, baru minta pembayaran. Cara merapikan pencocokan hariannya ada di rekonsiliasi pembayaran harian.

Urutan yang Masuk Akal untuk Salon

Mulai dari QRIS, catat permintaan kartu selama tiga bulan, baru putuskan. Tiga catatan yang perlu diambil: berapa kali pelanggan menanyakan pembayaran kartu, berapa nilai tagihan saat itu, dan berapa yang akhirnya batal atau berpindah ke cara bayar lain. Tanpa tiga angka tersebut, keputusan menyewa mesin diambil berdasarkan kesan, dan kesan biasanya berasal dari satu pelanggan yang paling keras bersuara.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.