QRIS Statis vs QRIS Dinamis
QRIS statis dicetak dan pelanggan mengetik nominal sendiri. QRIS dinamis terisi sesuai tagihan. Perbandingan biaya, risiko, dan pencatatannya.
Daftar SekarangPerbandingan QRIS Statis vs QRIS Dinamis
| Dimensi | QRIS Statis | QRIS Dinamis |
|---|---|---|
| Pengisian nominal | Diketik sendiri oleh pelanggan di aplikasi pembayaran | Terisi otomatis sesuai tagihan yang sudah final di kasir |
| Bentuk kode | Dicetak sekali, dipakai berulang selama bertahun-tahun | Dibuat baru tiap transaksi dan kedaluwarsa dalam hitungan menit |
| Risiko salah nominal | Ada, dan biasanya baru ketahuan saat tutup kasir | Tidak ada, karena nominal berasal dari tagihan itu sendiri |
| Kaitan ke layanan dan stylist | Dicocokkan manual dari mutasi rekening tiap malam | Melekat pada transaksi sejak kode dibuat |
| Tarif MDR | Mengikuti kategori usaha yang ditetapkan Bank Indonesia | Sama persis, mengikuti kategori usaha yang sama |
| Kebutuhan perangkat | Tidak perlu perangkat maupun koneksi di sisi salon | Perlu tablet atau ponsel dengan koneksi internet |
| Paling cocok untuk | Salon baru dengan harga seragam, atau sebagai cadangan | Salon dengan banyak layanan, beberapa stylist, dan transaksi padat |
Tarif MDR: Bentuk kode tidak memengaruhi tarif. Yang menentukan adalah kategori usaha merchant saat pendaftaran.
Bedanya satu hal: siapa yang mengetik nominal. QRIS statis adalah kode QR yang dicetak sekali lalu ditempel di meja kasir, dan pelanggan mengetik sendiri jumlah yang dibayar. QRIS dinamis dibuat ulang setiap transaksi, tampil di layar tablet atau ponsel, dengan nominal yang sudah terisi sesuai tagihan saat itu. Tarif potongannya sama persis. Yang berbeda adalah berapa banyak pekerjaan yang tersisa setelah pelanggan pulang.
Untuk warung dengan satu dua harga tetap, perbedaan itu kecil. Untuk salon, tidak. Satu kunjungan sering berisi potong rambut, creambath, dan satu produk retail, dikerjakan dua orang berbeda, dengan total yang jarang sama dua kali berturut-turut.
Cara Memastikan Kode di Kasir Termasuk yang Mana
Periksa tiga hal. Bentuk fisiknya: kode yang tercetak di stiker, akrilik, atau x-banner hampir pasti statis. Isi layar pelanggan setelah memindai: kalau kolom nominal masih kosong dan harus diketik sendiri, itu statis. Masa berlakunya: kode dinamis kedaluwarsa dalam hitungan menit dan tidak bisa dipakai ulang keesokan harinya.
Ada satu hal yang sering disalahpahami. Memakai aplikasi kasir digital tidak dengan sendirinya berarti QRIS-nya dinamis. Banyak salon mencatat penjualan di aplikasi, tetapi pembayarannya tetap lewat stiker yang menempel di meja. Kedua sistem itu tidak saling terhubung, sehingga pencocokan tetap dikerjakan tangan setiap malam. Perbedaan qris statis dan dinamis baru terasa justru pada tahap ini, bukan pada saat pelanggan memindai.
Tiga Kebocoran Khas QRIS Statis di Salon
Salah ketik nominal. Potong rambut Rp 45.000 terbayar Rp 4.500 karena satu angka nol tertinggal, dan selisihnya baru ketahuan saat tutup kasir ketika pelanggan sudah pulang. Arah sebaliknya juga terjadi, dan mengembalikan kelebihan bayar ke pelanggan yang nomornya tidak tercatat jauh lebih sulit daripada mencegahnya sejak awal.
Pembayaran yang tidak menempel pada layanan. Notifikasi yang masuk hanya memuat nominal dan waktu. Salon dengan tiga stylist dan 25 transaksi sehari berarti 25 baris mutasi yang dicocokkan satu per satu dengan buku layanan. Ketika dua pelanggan sama-sama membayar Rp 150.000 dalam rentang sepuluh menit, urutannya berubah menjadi tebakan. Cara merapikan proses pencocokan ini diuraikan di rekonsiliasi pembayaran harian.
Komisi yang dikerjakan dua kali. Pembayaran yang tidak membawa nama stylist harus dipetakan ulang di akhir bulan sebelum komisi bisa dihitung. Satu baris yang meleset di tahap itu berubah menjadi perdebatan dengan tim pada hari gajian, dan perdebatan seperti itu memakan kepercayaan lebih cepat daripada nominalnya sendiri.
Ada beban keempat yang jarang dihitung: kasir harus memeriksa notifikasi masuk sebelum melepas pelanggan. Pada Sabtu sore, langkah itu mengantre di belakang pelanggan berikutnya, dan biasanya yang dikorbankan adalah pemeriksaannya.
Tarif MDR Tidak Berubah karena Bentuk Kodenya
Anggapan bahwa qris dinamis untuk salon lebih mahal adalah salah kaprah yang paling sering muncul. Tarif MDR ditetapkan Bank Indonesia berdasarkan kategori usaha merchant, bukan berdasarkan cara kode ditampilkan. Usaha mikro dikenakan 0,3% dengan pembebasan untuk transaksi di bawah Rp 500.000, sedangkan kategori usaha kecil ke atas dikenakan 0,7%. Besarannya sama untuk stiker di meja maupun kode yang tampil di layar. Rincian per kategori ada di biaya MDR QRIS, dan perkiraan potongan sebulan bisa dihitung lewat kalkulator biaya QRIS.
Biaya yang benar-benar membedakan keduanya justru tidak muncul di laporan penyedia pembayaran: 20 sampai 40 menit rekap setiap malam, ditambah selisih yang tidak pernah ketemu dan akhirnya dibulatkan begitu saja.
Kapan QRIS Statis Masih Pilihan yang Tepat
Ada tiga keadaan. Pertama, salon baru buka dengan daftar harga pendek, transaksi harian sedikit, dan belum ada perangkat kasir. Kedua, pembayaran terjadi di luar meja kasir, misalnya layanan panggilan ke rumah pelanggan. Ketiga, perangkat kasir sedang mati atau koneksi sedang bermasalah, dan kode cetak yang disimpan di laci menjadi cadangan agar pembayaran tidak terhenti.
Untuk keadaan ketiga, satu aturan menyelamatkan pembukuan: catat nominal, nama pelanggan, dan stylist yang mengerjakan pada hari yang sama, bukan besok pagi. Ingatan tentang siapa membayar berapa habis dalam hitungan jam.
Pindah dari Statis ke Dinamis
Pindah biasanya tidak berarti mendaftar merchant baru. Kode dinamis diterbitkan lewat penyedia pembayaran atau sistem kasir yang terhubung ke merchant ID yang sama, jadi rekening pencairannya tidak berubah. Tanyakan dua hal ke penyedia QRIS sebelum mulai: apakah merchant ID yang sekarang sudah mendukung kode dinamis, dan apakah kategori usaha yang terdaftar sudah tepat, karena kategori itulah yang menentukan tarif potongan. Langkah pendaftaran dari nol dirangkum di syarat daftar QRIS.
Di sisi salon, kode dinamis dibuat dari transaksi yang sudah berisi layanan dan nama stylist, sehingga pembayaran dan catatan layanan lahir dari satu proses yang sama. Cara kerjanya di meja kasir dijelaskan di fitur pembayaran QRIS.
Minggu pertama paling menentukan. Latih kasir menutup transaksi di sistem lebih dulu, baru menampilkan kode, bukan sebaliknya. Urutan itu yang memastikan nominal yang muncul di layar pelanggan selalu berasal dari tagihan final, termasuk ketika pelanggan menambah produk retail di detik terakhir.