Tim & SDM9 menit baca

Cara Hitung Gaji dan Komisi Karyawan Salon

Struktur gaji karyawan salon dari gaji pokok, komisi, tip, sampai lembur. Contoh hitungan lengkap, potongan yang boleh, dan isi slip gaji.

Poin Penting

  • 5 komponen Gaji pokok, komisi layanan, tip, lembur, dan tunjangan. Masing-masing punya cara hitung dan dasar yang berbeda
  • UMK/UMP Upah minimum berlaku per daerah dan tetap menjadi batas bawah, termasuk untuk sistem komisi murni
  • 2 tanggal Satu tanggal tutup buku data dan satu tanggal pembayaran, keduanya tidak berubah dari bulan ke bulan

5 komponen

Gaji pokok, komisi layanan, tip, lembur, dan tunjangan. Masing-masing punya cara hitung dan dasar yang berbeda

UMK/UMP

Upah minimum berlaku per daerah dan tetap menjadi batas bawah, termasuk untuk sistem komisi murni

2 tanggal

Satu tanggal tutup buku data dan satu tanggal pembayaran, keduanya tidak berubah dari bulan ke bulan

Gaji karyawan salon jarang berupa satu angka. Yang perlu dibayar tiap bulan biasanya gabungan lima komponen: gaji pokok, komisi layanan, uang tip, upah lembur, dan tunjangan seperti THR serta iuran BPJS. Kesulitan saat hitung gaji karyawan salon hampir selalu datang dari kelimanya dicampur jadi satu perhitungan di tanggal 25, bukan dari rumusnya.

Urutan yang lebih mudah dijalankan: kunci dulu komponen yang tetap, baru hitung yang berubah. Gaji pokok dan tunjangan tetap ditulis di kontrak dan nilainya sama walaupun salon sepi. Komisi, tip, dan lembur dihitung ulang dari data bulan berjalan. Pemisahan ini bukan soal kerapian saja. THR dihitung dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap, bukan dari total penerimaan, sehingga salon yang tidak pernah memisahkan keduanya akan kesulitan setiap menjelang lebaran.

Satu batas berlaku untuk model apa pun: upah minimum daerah. Sistem komisi murni tanpa gaji pokok tetap harus menghasilkan penerimaan yang memenuhi UMK atau UMP setempat bagi karyawan penuh waktu, dan kekurangannya menjadi tanggungan salon. Karena itu struktur komisi sebaiknya dirancang bersama batas bawah ini sejak awal, dengan dasar hubungan kerja yang jelas lewat kontrak kerja stylist. Pemilihan model persentasenya sendiri dibahas terpisah di cara menghitung komisi stylist.

Data yang dibutuhkan sebenarnya sedikit: rekap transaksi per stylist, catatan kehadiran dan lembur, daftar potongan, serta rekap tip. Empat berkas itu yang menentukan apakah penghitungan selesai dalam satu jam atau menghabiskan satu malam penuh. Catatan kehadiran paling sering menjadi titik lemahnya, karena ingatan tentang siapa datang terlambat tiga minggu lalu tidak pernah bisa diadu dengan catatan. Rekaman jam masuk dan pulang lewat absensi karyawan menutup celah itu tanpa menambah pekerjaan administrasi. Daftar potongan juga perlu berdiri sendiri, memuat sisa kasbon tiap orang, iuran yang dipotong dari upah, dan tanggal kesepakatannya, karena potongan yang hanya diingat tanpa catatan tertulis selalu berakhir menjadi perselisihan di bulan keempat atau kelima.

Ukuran sistem gaji salon yang sehat hanya satu: setiap karyawan bisa menghitung sendiri angkanya sebelum slip gaji dibagikan. Kalau hasil hitungan karyawan dan hasil hitungan pemilik selalu berbeda, masalahnya ada di struktur atau di pencatatan, bukan pada orangnya.

Cara Kerja

1

Tetapkan Komponen Tetap dan Variabel per Peran

Peran berbeda menuntut struktur berbeda, dan menyamakan semuanya justru memicu keberatan. Stylist senior yang membawa pelanggan sendiri cocok dengan gaji pokok kecil ditambah komisi besar. Asisten yang mencuci rambut dan menyiapkan bahan tidak punya kendali atas omzet, sehingga porsi tetapnya perlu lebih besar, biasanya ditambah insentif per layanan yang dibantu. Kasir dan tenaga kebersihan umumnya sepenuhnya gaji tetap. Tulis empat hal di kontrak setiap orang: nominal gaji pokok, persentase atau nilai komisi, tunjangan tetap yang dibayar rata tiap bulan, dan tanggal pembayaran. Bedakan tunjangan tetap dari bonus yang berubah, karena hanya yang tetap yang ikut menjadi dasar perhitungan THR.

2

Kunci Tanggal Tutup Buku dan Tanggal Bayar

Butuh dua tanggal, bukan satu. Tanggal tutup buku menentukan sampai kapan transaksi dihitung untuk periode berjalan, tanggal bayar menentukan kapan uangnya berpindah. Beri jarak beberapa hari di antara keduanya supaya ada waktu memeriksa selisih. Contoh yang umum dipakai salon: transaksi tanggal 26 sampai 25 bulan berikutnya ditutup di tanggal 25, dan dibayar tanggal 30. Yang penting jaraknya konsisten. Salon yang mengubah tanggal bayar mengikuti kondisi kas akan menerima pertanyaan yang sama setiap bulan, dan stylist yang cicilan motornya jatuh tempo tanggal 1 punya alasan kuat untuk pindah ke salon yang tanggal bayarnya bisa dipegang.

3

Kumpulkan Empat Data Sebelum Menghitung

Rekap transaksi per stylist, catatan kehadiran dan lembur, daftar potongan, dan rekap tip. Kesalahan paling mahal terjadi di data pertama, ketika satu layanan tercatat atas nama stylist yang salah atau tidak tercatat sama sekali karena antrian ramai. Rekap yang dibangun dari transaksi kasir harian jauh lebih kuat daripada rekap yang disusun ulang dari ingatan di akhir bulan. Kalau transaksi sudah masuk lewat kasir, rekap komisi per stylist tersusun sendiri dan tinggal diperiksa. Cetak atau kirim rekapnya ke masing-masing orang sehari sebelum pembayaran, sehingga koreksi terjadi sebelum uang dikirim, bukan sesudahnya.

4

Hitung Bruto, Uji ke Upah Minimum, Baru Potong

Contoh satu stylist dengan gaji pokok Rp 2.000.000 dan komisi 25 persen. Omzet layanan yang dikerjakan bulan itu Rp 12.400.000, sehingga komisinya Rp 3.100.000. Lembur enam jam di akhir pekan dihitung dengan dasar upah bulanan dibagi 173 untuk mendapat upah sejam, lalu dikalikan faktor lembur yang berlaku. Dengan dasar Rp 2.000.000, upah sejamnya sekitar Rp 11.600, sehingga enam jam lembur bernilai sekitar Rp 133.000. Tip yang masuk lewat mesin kasir bulan itu Rp 350.000. Bruto sebelum potongan menjadi sekitar Rp 5.600.000. Bandingkan angka itu dengan UMK setempat, bukan dengan perkiraan, karena upah minimum di Jakarta dan sekitarnya sudah berada di kisaran lima juta sementara di banyak kabupaten masih di bawah tiga juta. Barulah potongan dihitung: iuran BPJS bagian pekerja sesuai ketentuan yang berlaku, ditambah cicilan kasbon bila ada. Ketentuan pengupahan membatasi total potongan tiap bulan, jadi kasbon besar dicicil beberapa periode, tidak dipotong sekaligus.

5

Terbitkan Slip Gaji dan Simpan Arsipnya

Slip gaji barbershop maupun salon tidak perlu rumit, tetapi harus memuat rincian, bukan hanya angka akhir. Enam baris sudah cukup: gaji pokok, komisi beserta omzet dasarnya, tip, lembur, potongan satu per satu, dan jumlah yang diterima. Omzet dasar itu yang membuat komisi bisa diperiksa ulang, dan tanpa baris tersebut slip gaji hanya memindahkan perselisihan ke bulan berikutnya. Kirim lewat pesan atau berikan cetakannya, lalu simpan salinannya minimal dua tahun. Arsip itu yang dipakai saat menghitung THR karyawan komisi murni, saat mengurus klaim BPJS, dan saat ada pertanyaan tentang periode yang sudah lewat.

Contoh Skenario

Barbershop dengan empat barber sistem komisi murni

Bulan ramai penghasilan barber bagus, tetapi di bulan sepi ada yang menerima di bawah upah minimum daerah, dan dua orang sudah menanyakan kepastian penghasilan bulanan.

Ubah menjadi gaji pokok kecil ditambah komisi di atasnya, bukan menaikkan persentase komisi. Tetapkan gaji pokok setara upah minimum daerah untuk jam kerja penuh, lalu turunkan persentase komisi sehingga total penerimaan di bulan normal tetap serupa dengan sistem lama. Barber menerima lantai penghasilan, salon menerima kepastian bahwa kewajiban upah minimum terpenuhi tanpa perhitungan tambal sulam di akhir bulan. Hitung dampaknya ke biaya tetap sebelum diberlakukan, karena gaji pokok berubah dari biaya variabel menjadi biaya tetap yang harus tetap dibayar saat sepi.

Salon dengan stylist, asisten, dan kasir dalam satu tim

Asisten merasa bekerja sama beratnya dengan stylist tetapi tidak pernah menerima komisi, sedangkan stylist keberatan kalau komisinya dibagi.

Pisahkan sumber uangnya, jangan bagi komisi stylist. Beri asisten insentif per layanan yang dibantu dengan nilai tetap, misalnya Rp 5.000 untuk cuci dan blow yang menyertai layanan berbayar, diambil dari porsi salon dan bukan dari porsi stylist. Nilainya kecil per transaksi tetapi terkumpul menjadi tambahan yang terasa di akhir bulan, dan asisten punya alasan langsung untuk membantu lebih banyak layanan. Kasir diberi insentif atas penjualan produk retail, bukan atas layanan, karena itu bagian yang benar-benar dipengaruhi pekerjaannya.

Salon rumahan yang membayar stylist setiap hari

Bagi hasil dibayar tunai setiap tutup, tidak ada catatan yang tersimpan, dan pemilik tidak pernah tahu berapa total biaya tenaga kerja sebulan.

Pertahankan ritme pembayarannya kalau memang itu yang dibutuhkan stylist, tetapi pisahkan pencatatan dari pembayaran. Catat komisi harian per orang di satu buku atau di kasir, tandai berapa yang sudah dibayar tunai hari itu, lalu jumlahkan setiap akhir bulan sebagai satu angka biaya tenaga kerja. Langkah berikutnya menggeser ke dua kali sebulan, tanggal 15 dan akhir bulan, dengan alasan yang disampaikan terbuka: pembayaran harian membuat tip, komisi, dan kasbon bercampur sehingga tidak ada yang bisa memastikan angkanya benar.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.