Definisi

Porositas Rambut

Hair Porosity

Kemampuan batang rambut menyerap air, pewarna, dan bahan kimia, lalu menahannya. Porositas ditentukan oleh kondisi kutikula, lapisan sisik terluar rambut, dan dibagi menjadi rendah, normal, dan tinggi. Di satu kepala, akar dan ujung rambut sering berada di tingkat yang berbeda.

Porositas rambut adalah kemampuan batang rambut menyerap air, pewarna, dan bahan kimia, lalu menahannya. Penentunya adalah kutikula, lapisan sisik terluar rambut. Kutikula yang rapat membuat rambut lambat menyerap tetapi lama menahan. Kutikula yang terangkat atau terkikis membuat rambut cepat menyerap dan cepat kehilangan lagi. Bagi stylist, porositas menjawab dua pertanyaan praktis: berapa lama bahan perlu didiamkan di bagian rambut ini, dan seberapa cepat hasilnya akan pudar.

Tiga Tingkat Porositas

Porositas rendah. Kutikula rapat dan rata. Air menggenang sebagai butiran di permukaan sebelum meresap, rambut lama kering setelah keramas, dan masker terasa hanya menempel di luar. Rambut hitam alami yang belum pernah diwarnai, yang banyak dijumpai di salon Indonesia, sering berada di kelompok ini. Pewarna dan krim pelurus bekerja lebih lambat, dan uban di rambut seperti ini termasuk yang paling sulit tertutup.

Porositas normal. Kutikula cukup rapat tetapi masih membuka saat diberi bahan. Air meresap dalam beberapa detik, warna terserap merata, dan waktu proses di petunjuk merek umumnya pas.

Porositas tinggi. Kutikula terangkat, retak, atau sebagian hilang. Rambut porous seperti ini basah dalam sekejap dan cepat kering, terasa kasar saat diraba dari ujung ke pangkal, dan mudah kusut. Penyebab paling umum: bleaching, pelurusan kimia berulang, catok tanpa pelindung panas, serta sinar matahari dan air kolam berklorin. Warna gelap terserap terlalu pekat, warna terang cepat pudar, dan rambut lebih mudah patah saat diproses.

Satu Kepala, Tiga Porositas

Jarang ada kepala dengan satu tingkat porositas. Akar yang tumbuh dalam tiga bulan terakhir biasanya rendah sampai normal. Panjang tengah lebih tinggi. Ujung yang sudah berumur dua sampai tiga tahun hampir selalu paling porous, terutama pada rambut panjang yang pernah diwarnai atau diluruskan.

Dari sinilah keluhan yang paling sering datang. Warna cokelat pas di akar, tetapi di ujung tampak lebih gelap dan kusam. Toner rata di akar, tetapi meninggalkan bercak keunguan di ujung. Formulanya tidak salah. Bagian rambutnya yang berbeda.

Karena itu penilaian dibuat per bagian, bukan per kepala. Cukup tiga kata di catatan: akar, tengah, ujung, masing-masing rendah, normal, atau tinggi.

Cara Cek Porositas Rambut di Kursi Salon

Uji gelas air yang beredar di media sosial, yaitu menjatuhkan sehelai rambut ke gelas lalu menunggu apakah tenggelam, tidak bisa diandalkan. Minyak, sisa kondisioner, dan tegangan permukaan air lebih menentukan hasilnya daripada kutikula. Empat cara berikut lebih berguna, dan hasil terbaik datang dari memakai semuanya.

Pertama, tanyakan riwayatnya. Bleaching, highlight, pewarnaan, rebonding, smoothing, dan keratin dalam dua tahun terakhir, berikut bagian rambut yang terkena. Riwayat ini menjelaskan sebagian besar porositas yang akan ditemukan.

Kedua, raba. Jepit sehelai rambut kering di antara dua jari, lalu geser dari ujung ke arah akar. Helai yang licin hampir tanpa hambatan biasanya berporositas rendah. Helai yang terasa bergerigi atau tersangkut menunjukkan kutikula yang terangkat.

Ketiga, semprot air ke rambut kering di tiga titik: dekat akar, tengah, dan ujung. Air yang bertahan sebagai butiran lebih dari beberapa detik menandakan porositas rendah. Air yang langsung hilang dan meninggalkan bagian yang lebih gelap menandakan porositas tinggi.

Keempat, uji helai dengan bahan yang akan dipakai. Hanya tes ini yang langsung menjawab berapa menit bahan perlu bekerja. Oleskan campuran ke helai kecil di bagian bawah belakang, catat menitnya, bilas, lalu nilai hasilnya. Urutan lengkapnya ada di konsultasi dan patch test sebelum layanan kimia.

Dampaknya pada Pewarnaan

Pada rambut dengan porositas tidak rata, urutan pengolesan lebih menentukan daripada nomor warna. Oleskan pewarna di akar lebih dulu, lalu bagian tengah, dan ujung paling akhir dengan waktu yang lebih singkat. Untuk ujung yang sangat porous, sebagian stylist mengganti pewarna permanen dengan pewarna demi permanen supaya ujung tidak menyerap warna terlalu gelap.

Rambut bekas bleaching yang ingin digelapkan lagi perlu pengisi pigmen (filler) lebih dulu. Tanpa pigmen merah atau oranye yang mengisi rongga di batang rambut, cokelat gelap di atas rambut terang menjadi kehijauan atau kusam, lalu cepat pudar. Tambahkan 15 sampai 20 menit ke durasi layanan untuk tahap ini.

Rambut berporositas rendah butuh kesabaran, bukan bahan yang lebih keras. Pakai waktu proses penuh sesuai petunjuk. Untuk uban yang sulit tertutup, pilih seri penutup uban dengan warna dasar natural yang lebih banyak. Menaikkan kadar developer rambut hanya membuat hasil lebih terang dan lebih kuning, bukan lebih tertutup.

Toner bekerja paling cepat di bagian yang paling porous. Pantau ujung rambut setiap dua sampai tiga menit, jangan hanya mengandalkan timer.

Dampaknya pada Smoothing dan Pelurusan

Prinsipnya sama: bagian yang porous memproses lebih cepat. Krim pelemas dioleskan mulai dari akar dan panjang tengah, sedangkan ujung yang porous mendapat krim paling akhir atau dilindungi sama sekali. Rambut dengan porositas tinggi di seluruh panjangnya adalah kandidat penundaan. Helai yang molor saat uji helai berarti kutikulanya tidak lagi mampu menahan proses. Cara menyampaikan penundaan itu di kursi dibahas di halaman layanan smoothing.

Perawatan yang Tepat untuk Tiap Tingkat

Rambut berporositas tinggi membutuhkan dua hal. Protein untuk mengisi bagian batang rambut yang terkikis, dan kelembapan yang dikunci dengan kondisioner atau minyak di ujung. Selama layanan kimia, bond builder yang dicampur ke bahan mengurangi kerusakan tambahan. Protein berlebihan justru membuat rambut kaku dan mudah patah, jadi seri perawatan protein biasanya diselingi perawatan pelembap.

Rambut berporositas rendah tidak butuh lebih banyak produk. Yang dibutuhkan adalah produk yang lebih ringan dan sedikit panas agar bahan meresap. Masker yang didiamkan di bawah steamer atau handuk hangat bekerja lebih baik daripada masker tebal tanpa panas. Keramas dengan sampo pembersih sebulan sekali mengangkat lapisan produk yang menghalangi pewarna di kunjungan berikutnya.

Dengan dasar ini, tawaran hair spa atau perawatan protein berangkat dari kondisi rambut yang sudah diperiksa bersama pelanggan, bukan tambahan yang ditawarkan ke semua orang. Pelanggan yang ikut meraba ujung rambutnya sendiri jauh lebih mudah menerima saran itu.

Catat Porositas di Formula Pelanggan

Porositas berubah setiap kali rambut diproses, jadi nilainya ditulis setiap kunjungan, bukan sekali saja. Catat tingkat porositas per bagian, waktu proses di akar dan di ujung, serta perawatan yang disarankan. Di Kasera, catatan ini disimpan di catatan pelanggan bersama riwayat kunjungannya. Stylist yang melayani tiga bulan kemudian tahu bahwa ujung rambut pelanggan ini butuh waktu proses lebih singkat, sebelum warna dicampur.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.