Kontraindikasi Pijat: Pertanyaan Kesehatan Sebelum Perawatan Spa
Kondisi yang membuat pijat perlu ditunda atau diubah, pertanyaan singkat sebelum perawatan, dan cara mencatat jawabannya di data pelanggan.
Tim Kasera
29 Oktober 2026
Poin Penting
- Kontraindikasi pijat terbagi tiga: tunda seluruh sesi, hindari satu area tubuh, atau ubah tekanan dan teknik.
- Demam, penyakit kulit menular, cedera yang baru terjadi, dan bengkak satu kaki yang nyeri berarti sesi ditunda.
- Darah tinggi, diabetes, obat pengencer darah, dan varises biasanya tetap bisa dipijat dengan tekanan ringan tanpa panas.
- Persetujuan dokter diminta untuk operasi yang baru lewat, pengobatan kanker yang masih berjalan, penyakit jantung, dan kehamilan berisiko.
- Tanyakan ulang setiap kunjungan, simpan jawaban di catatan pelanggan, dan batasi siapa yang bisa membukanya.
Kontraindikasi pijat adalah kondisi kesehatan yang membuat pijat perlu ditunda, dihindari di satu area tubuh, atau diubah tekanan dan tekniknya. Sebagian besar pelanggan spa tidak punya kondisi seperti ini, dan yang punya pun jarang harus ditolak sepenuhnya. Yang dibutuhkan spa adalah delapan pertanyaan singkat sebelum setiap perawatan, terapis yang tahu arti setiap jawaban, dan catatan yang bisa dibaca terapis berikutnya. Spa tidak mendiagnosis. Tugasnya bertanya, menyesuaikan, dan tahu kapan meminta pelanggan bertanya ke dokter lebih dulu.
Tiga Jenis Kontraindikasi
Tunda seluruh sesi. Pelanggan yang demam, sedang flu berat, diare, atau punya penyakit kulit menular seperti kudis, cacar air, herpes yang sedang kambuh, dan jamur yang luas dijadwalkan ulang. Begitu juga cedera yang baru terjadi dalam dua sampai tiga hari terakhir, dan pelanggan yang datang setelah minum alkohol. Bengkak di satu betis yang terasa nyeri, hangat, atau kemerahan termasuk di sini. Itu bisa tanda bekuan darah di pembuluh vena dalam, dan pijat di atasnya berbahaya. Sarankan pelanggan ke dokter hari itu juga.
Hindari satu area. Luka terbuka, memar, kulit yang terbakar matahari, tato yang belum sembuh, varises, bekas suntikan insulin yang baru, dan benjolan yang belum diperiksa dilewati. Area lain tetap dipijat seperti biasa.
Ubah tekanan dan teknik. Pelanggan yang minum obat pengencer darah mudah memar, jadi tekanannya ringan dan tanpa kerokan atau bekam. Pelanggan dengan osteoporosis atau lansia yang rapuh tidak diberi tarikan dan tekanan keras di tulang belakang. Pelanggan diabetes dengan kaki yang kurang peka tidak bisa merasakan panas berlebih, jadi kompres hangat dan batu panas di kaki dihindari.
Delapan Pertanyaan Sebelum Pijat
Ajukan pertanyaan ini dengan jawaban ya atau tidak, lewat formulir kesehatan spa yang dicetak atau langsung secara lisan, lalu tanyakan detail hanya bila jawabannya ya:
1. Apakah sedang demam, flu, atau kurang enak badan hari ini?
2. Apakah ada luka, ruam, atau masalah kulit di bagian tubuh mana pun?
3. Apakah pernah operasi atau cedera dalam tiga bulan terakhir?
4. Apakah punya darah tinggi, penyakit jantung, atau diabetes?
5. Apakah sedang minum obat rutin, terutama pengencer darah?
6. Apakah sedang hamil atau mungkin hamil?
7. Apakah sedang menjalani pengobatan kanker?
8. Apakah ada alergi minyak, aroma, atau bahan tertentu?
Pertanyaan yang sama diajukan lagi di setiap kunjungan dengan satu kalimat: apakah ada perubahan kesehatan sejak terakhir datang? Pelanggan yang bulan lalu sehat bisa saja baru operasi minggu lalu. Kirim pertanyaan ini bersama pesan konfirmasi booking, supaya terapis tidak menanyakannya pertama kali saat pelanggan sudah berbaring.
Kapan Meminta Persetujuan Dokter
Untuk sebagian kondisi, jawaban pelanggan saja belum cukup. Minta persetujuan dokter sebelum pijat untuk operasi yang baru lewat kurang dari enam minggu, termasuk operasi kosmetik seperti sedot lemak, pengobatan kanker yang masih berjalan, penyakit jantung, riwayat bekuan darah, dan kehamilan berisiko. Pesan singkat dari dokter atau foto suratnya sudah cukup. Untuk pelanggan hamil, aturan per trimester dan posisi pijatnya diuraikan di melayani pelanggan hamil di salon dan spa.
Pijat untuk pelanggan darah tinggi perlu perhatian khusus. Pelanggan yang tensinya terkontrol dengan obat umumnya boleh dipijat dengan tekanan sedang dan tanpa panas. Pelanggan yang tahu tensinya 180/120 atau lebih, atau datang dengan sakit kepala hebat dan pandangan kabur, dijadwalkan ulang dan disarankan ke dokter.
Panas, Batu, dan Minyak
Layanan dengan panas punya daftar pantangan yang lebih panjang daripada pijat biasa. Sauna, mandi uap, berendam air panas, dan hot stone massage dihindari untuk pelanggan dengan darah tinggi yang belum terkontrol, penyakit jantung, diabetes dengan saraf kaki yang kurang peka, dan kehamilan. Untuk pelanggan seperti ini, tawarkan pijat tanpa panas di durasi yang sama, supaya bookingnya tidak hilang.
Minyak aromaterapi ditanyakan sebelum dioleskan, bukan sesudahnya. Pelanggan dengan asma, alergi kulit, atau kulit sensitif diberi minyak tanpa aroma. Bila muncul gatal atau ruam, hentikan, bersihkan area itu, lalu ikuti langkah menangani reaksi alergi pelanggan.
Saat Pijat Harus Dihentikan
Hentikan pijat bila pelanggan mengeluh nyeri tajam, kesemutan yang menjalar, dada terasa berat, sesak napas, atau pusing hebat. Bantu pelanggan duduk perlahan, beri air minum, dan jangan tinggalkan sendirian. Nyeri dada atau pingsan berarti pelanggan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Nomor klinik terdekat disimpan di meja depan bersama kotak P3K, sebelum dibutuhkan.
Menunda Tanpa Kehilangan Pelanggan
Terapis berhak menolak memijat bila ragu, dan pemilik spa perlu mendukung keputusan itu di depan pelanggan. Sampaikan alasannya dengan tenang: "Kami tunda dulu supaya aman. Begitu sudah sehat, jadwalnya kami siapkan." Pindahkan booking tanpa denda bila alasannya kesehatan, dan kembalikan deposit atau pindahkan ke tanggal baru. Spa yang memotong deposit pelanggan yang demam mengajari pelanggan untuk diam soal kondisinya.
Jawaban kesehatan termasuk data pribadi yang sifatnya spesifik menurut UU Pelindungan Data Pribadi, jadi simpan hanya yang perlu dan batasi siapa yang bisa membukanya, seperti dibahas di perlindungan data pelanggan. Di Kasera, catatan seperti "pengencer darah, tekanan ringan, tanpa batu panas" disimpan di kartu pelanggan, sehingga terapis mana pun yang melayani kunjungan berikutnya membacanya sebelum sesi dimulai.
Tim Kasera
Kasera membantu pemilik salon, barbershop, dan spa di Indonesia mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien.