Harga & Pendapatan6 menit baca

Modal Usaha Barbershop: Rincian Biaya Buka Barbershop

Rincian modal usaha barbershop dari sewa, kursi, clipper, sampai modal kerja tiga bulan. Angka ilustrasi untuk barbershop 1-2 kursi dan 3-5 kursi.

Poin Penting

  • Modal barbershop ditentukan oleh jumlah kursi, lokasi, dan skala renovasi, bukan hanya harga peralatan.
  • Modal kerja tiga bulan adalah pos yang paling sering terlupa dan paling sering membuat barbershop baru tutup.
  • Sediakan clipper cadangan; alat yang mati di jam ramai berarti pelanggan pindah.
  • Catat setiap transaksi sejak hari pertama supaya hitungan balik modal bisa diuji dengan angka nyata.

Rp25-60 juta

Kisaran modal barbershop 1-2 kursi di luar sewa tahunan (ilustrasi)

Rp80-200 juta

Kisaran modal barbershop 3-5 kursi dengan ruang tunggu (ilustrasi)

3 bulan

Modal kerja minimal yang disisihkan sebelum buka (biaya operasional)

Pertanyaan pertama calon pemilik barbershop hampir selalu sama: berapa modal usaha barbershop yang benar-benar dibutuhkan? Jawaban singkatnya bergantung pada jumlah kursi, lokasi, dan seberapa banyak pekerjaan renovasi yang harus dilakukan. Jawaban panjangnya ada di rincian di bawah ini. Semua angka di halaman ini adalah ilustrasi dari kisaran harga umum di pasar Indonesia, bukan penawaran, jadi cek ulang ke supplier dan pemilik ruko sebelum menyusun anggaran final.

Dua Ukuran Barbershop, Dua Anggaran

Barbershop 1-2 kursi biasanya dibuka di ruko kecil, garasi yang disulap, atau kios di dekat permukiman. Barbershop 3-5 kursi butuh ruang tunggu yang layak, listrik lebih besar, dan setidaknya dua capster sejak hari pertama. Perbedaan modalnya bukan sekadar kelipatan jumlah kursi. Sewa, renovasi, dan modal kerja ikut membesar karena skala operasionalnya berbeda.

Sebagai ilustrasi, barbershop 1-2 kursi umumnya bisa dibuka dengan modal Rp25 juta sampai Rp60 juta di luar sewa tahunan. Barbershop 3-5 kursi dengan konsep yang lebih rapi biasanya membutuhkan Rp80 juta sampai Rp200 juta. Rentangnya lebar karena satu kursi barber bisa dibeli Rp1,5 juta atau Rp8 juta, tergantung kualitas dan gaya yang dipilih.

Pos Biaya yang Sering Terlupa

Biaya buka barbershop yang paling sering dilupakan bukan peralatan, melainkan modal kerja. Tiga bulan pertama omzet belum stabil, tetapi gaji capster, listrik, air, dan stok pomade tetap harus dibayar. Sisihkan modal kerja minimal tiga bulan biaya operasional sebelum menghitung sisa dana untuk renovasi. Pos lain yang sering terlewat: biaya izin dan NIB, plang nama, deposit sewa, dan cadangan untuk clipper pengganti saat unit utama rusak di tengah jam ramai.

Urutan mengurus izin usaha dan dokumen dasarnya dibahas di panduan buka salon dari nol, dan prosesnya sama untuk barbershop. Rincian perizinannya dibahas di bagian pertanyaan umum di bawah.

Menghitung Balik Modal

Setelah rincian modal barbershop tersusun, hitung kapan modal kembali. Caranya sederhana: perkirakan jumlah pelanggan per hari per kursi, kalikan harga rata-rata cukur, kurangi biaya bulanan, lalu bagi modal awal dengan sisa laba per bulan. Pencatatan transaksi sejak hari pertama membuat angka perkiraan tadi bisa dibandingkan dengan kenyataan. Barbershop yang mencatat setiap transaksi di sistem kasir tahu persis berapa pelanggan yang dilayani setiap capster, jadi keputusan menambah kursi atau capster berikutnya didasarkan pada data, bukan perasaan. Kebutuhan operasional barbershop yang lebih lengkap, dari antrean walk-in sampai laporan per capster, dibahas di software untuk barbershop.

Cara Kerja

1

Sewa Tempat dan Deposit

Sewa ruko atau kios biasanya dibayar tahunan di muka, ditambah deposit satu sampai dua bulan. Sebagai ilustrasi, ruko kecil di area permukiman berkisar Rp15 juta sampai Rp40 juta per tahun, sedangkan ruko di jalan utama bisa dua sampai tiga kali lipatnya. Pilih lokasi yang mudah dijangkau pelanggan yang datang berjalan kaki atau bermotor, karena sebagian besar pelanggan barbershop datang dari radius dekat.

2

Kursi Barber, Cermin, dan Meja

Kursi barber hidrolik adalah pos peralatan terbesar. Kursi standar berkisar Rp1,5 juta sampai Rp3 juta per unit, kursi bergaya klasik dengan sandaran kaki dan bahan kulit bisa Rp5 juta sampai Rp8 juta (ilustrasi). Tambahkan cermin besar, meja kerja dengan laci, dan kursi tunggu. Untuk 1-2 kursi, anggarkan Rp5 juta sampai Rp15 juta; untuk 3-5 kursi, Rp20 juta sampai Rp45 juta.

3

Clipper, Alat Cukur, dan Perlengkapan Capster

Setiap capster butuh satu set lengkap: clipper utama, trimmer detail, shaver, gunting potong dan sasak, sisir, jubah, kuas leher, dan botol semprot. Satu set kelas menengah berkisar Rp2 juta sampai Rp4 juta (ilustrasi). Sediakan satu clipper cadangan per dua kursi. Clipper yang mati di tengah antrean Sabtu sore berarti pelanggan pindah ke barbershop sebelah.

4

Stok Produk Awal dan Renovasi Ringan

Stok awal pomade, hair tonic, bedak, sabun cukur, dan tisu untuk satu bulan biasanya Rp2 juta sampai Rp5 juta. Renovasi ringan meliputi cat, lampu, instalasi listrik untuk clipper dan pengering, wastafel, dan plang nama. Barbershop 1-2 kursi umumnya cukup dengan Rp5 juta sampai Rp15 juta; konsep 3-5 kursi dengan ruang tunggu dan area cuci bisa mencapai Rp30 juta sampai Rp60 juta (ilustrasi).

5

Izin, NIB, dan Modal Kerja Tiga Bulan

Pendaftaran NIB lewat OSS tidak dipungut biaya, tetapi ada pengeluaran kecil untuk surat keterangan, materai, dan plang. Setelah itu, hitung biaya operasional bulanan: gaji atau komisi capster, listrik, air, internet, dan stok. Kalikan tiga. Angka itu adalah modal kerja yang wajib tersedia di rekening sebelum hari pembukaan, karena omzet tiga bulan pertama jarang langsung menutup biaya.

Contoh Skenario

Capster yang ingin buka barbershop sendiri

Sudah punya alat cukur pribadi dan pelanggan setia, tetapi tabungan terbatas. Bingung apakah modal Rp30 juta cukup untuk membuka tempat sendiri.

Dengan alat yang sudah ada, pos terbesar tinggal sewa, satu kursi barber, dan modal kerja. Mulai dari satu kursi di kios kecil dekat permukiman, catat setiap transaksi sejak hari pertama, dan gunakan laba tiga bulan pertama untuk menambah kursi kedua. Pencatatan yang rapi sejak awal membuat tahap menambah kursi tidak lagi menebak-nebak.

Pemilik modal yang bukan capster

Ingin membuka barbershop 4 kursi dengan konsep rapi, tetapi tidak bisa mencukur sendiri. Khawatir salah menghitung biaya tenaga kerja sejak awal.

Anggaran perlu memasukkan komisi atau gaji empat capster selama tiga bulan sebagai bagian dari modal, bukan sebagai biaya yang baru dipikirkan setelah buka. Skema bagi hasil yang jelas sejak rekrutmen mengurangi risiko capster pindah. Skemanya dibahas di sistem komisi barbershop.

Pemilik barbershop yang ingin buka cabang kedua

Cabang pertama ramai, tetapi tidak yakin berapa modal cabang kedua karena catatan pengeluaran cabang pertama tidak lengkap.

Gunakan data cabang pertama: rata-rata pelanggan per kursi per hari, harga rata-rata, dan biaya bulanan yang tercatat di laporan. Angka nyata ini jauh lebih akurat daripada kisaran umum, dan langsung memberi tahu berapa bulan cabang kedua butuh untuk balik modal.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.