Harga & Pendapatan7 menit baca

Cara Buat Paket Layanan Salon yang Menarik

Pelajari cara merancang paket layanan yang strategis: menentukan isi paket, menghitung margin, dan membuat penawaran yang terasa bernilai bagi pelanggan.

Pelanggan salon suka merasa dapat "deal" yang bagus. Itulah kenapa paket layanan salon bekerja sangat efektif: pelanggan merasa hemat, sementara pemilik salon justru mendapatkan nilai transaksi yang lebih tinggi per kunjungan. Seorang pelanggan yang awalnya hanya ingin potong rambut seharga Rp75.000, bisa dengan senang hati membayar Rp120.000 untuk paket potong + creambath karena merasa mendapat penghematan Rp30.000 dibanding beli terpisah.

Tapi membuat paket bukan sekadar menggabungkan dua treatment lalu memberi diskon asal-asalan. Paket yang asal dibuat justru bisa menggerus margin tanpa benar-benar menarik pelanggan baru. Kuncinya ada di strategi: layanan mana yang dikombinasikan, berapa selisih harga yang masuk akal, dan siapa target pelanggannya. UMKM yang menerapkan strategi bundling treatment salon cenderung memiliki retensi pelanggan yang lebih baik.

Langkah pertama yang paling penting adalah memahami data penjualan pemilik salon sendiri. Layanan mana yang paling laris? Layanan mana yang marginnya tinggi tapi jarang dipesan? Dengan melihat Laporan & Analitik, bisa menemukan kombinasi yang tepat. Misalnya, jika hair coloring adalah layanan margin tinggi yang jarang dipesan sendirian, gabungkan dengan potong rambut yang sudah populer. Pelanggan merasa mendapat paket lengkap, pemilik salon berhasil menjual layanan yang biasanya sulit terjual.

Dua Jenis Paket, Dua Cara Menyiapkannya

Sebelum menyusun isinya, tentukan dulu paket mana yang sedang dibuat, karena keduanya disiapkan dengan cara yang berbeda. Paket sekali kunjungan adalah beberapa layanan yang dikerjakan dalam satu janji temu, misalnya potong ditambah creambath ditambah blow. Paket seperti ini boleh didaftarkan sebagai satu item layanan dengan harga dan durasi tersendiri, dan seluruh panduan harga di bawah berlaku untuknya.

Paket prabayar berbeda. Pelanggan membayar di muka untuk sejumlah sesi yang dipakai pada beberapa kunjungan, misalnya delapan kali cuci blow ditambah dua kali creambath. Paket seperti ini tidak cukup dicatat sebagai satu item layanan, karena sisa sesinya harus tersimpan per pelanggan, bukan per struk. Untuk itu Kasera punya fitur paket layanan prabayar tersendiri: paket disusun sekali di dashboard sebagai daftar layanan beserta jumlah sesinya, dijual di kasir seperti item lain, lalu sesinya terpotong otomatis saat dipakai. Masa berlakunya dihitung dalam hari sejak pembelian dan boleh dikosongkan untuk paket tanpa batas waktu, layanan yang tercakup masuk ke keranjang dengan harga Rp 0 beserta penanda sisa sesi, dan riwayat pemakaiannya tersimpan di profil pelanggan. Langkah menyiapkannya ada di dokumentasi paket layanan Kasera.

Sisa panduan ini membahas isi dan harga paket, yang berlaku untuk kedua jenis.

Setelah paket dirancang, pencatatan yang rapi jadi sangat penting. Paket sekali kunjungan perlu tercatat sebagai satu item transaksi agar bisa melacak performanya, sementara paket prabayar dicatat lewat fitur paket layanan supaya sisa sesinya ikut tercatat. Gunakan fitur POS Kasera untuk mencatat penjualan paket dengan jelas, sehingga pemilik salon tahu persis paket mana yang paling diminati dan mana yang perlu direvisi. Prinsip yang sama berlaku untuk cara buat paket barbershop: mulai dari data, tentukan harga yang menguntungkan kedua belah pihak, lalu promosikan secara efektif. Strategi paket hemat salon juga sangat ampuh saat promosi Ramadan di mana pelanggan mencari perawatan lengkap menjelang Lebaran. Paket pengantin mengikuti logika yang berbeda karena mengunci satu hari kerja tim sekaligus, dan hitungannya diuraikan di menyusun paket pengantin.

Cara Kerja

1

Analisis Layanan yang Sudah Ada

Buka data penjualan pemilik salon dan identifikasi dua kategori: layanan populer (yang sering dipesan) dan layanan margin tinggi (yang menghasilkan keuntungan besar per transaksi tapi jarang dipesan sendiri). Gunakan Laporan & Analitik untuk melihat layanan mana yang paling sering muncul dan mana yang jarang terjual dalam 3 bulan terakhir.

2

Rancang 2-3 Kombinasi Paket

Buat maksimal tiga paket agar pelanggan tidak bingung. Contoh untuk salon: Paket Basic (potong + blow, Rp85.000), Paket Favorit (potong + creambath + blow, Rp150.000), dan Paket Premium (potong + coloring + creambath + blow, Rp350.000). Pastikan paket tengah memberikan kesan value terbaik karena ini yang paling sering dipilih.

3

Tentukan Harga dengan Rumus Diskon 15-25%

Jumlahkan harga satuan semua layanan dalam paket, lalu berikan diskon 15-25% dari total. Misalnya, jika total harga satuan Rp195.000, harga paket idealnya Rp148.000 hingga Rp165.000. Jangan berikan diskon lebih dari 25% karena akan menggerus margin. Pastikan pemilik salon tetap untung minimal 40% dari harga paket.

4

Siapkan Paket Sesuai Jenisnya di Kasera

Paket sekali kunjungan didaftarkan sebagai item layanan tersendiri di sistem kasir, dengan harga dan durasinya sendiri. Paket prabayar yang sesinya dipakai pada beberapa kunjungan disiapkan lewat fitur paket layanan prabayar, karena sisa sesinya perlu melekat pada pelanggan, bukan pada struk. Keduanya sama-sama membuat penjualan paket terbaca terpisah dari layanan satuan, sehingga bisa melacak berapa kali setiap paket terjual, siapa yang membelinya, dan kapan waktu paling ramai. Data ini penting untuk evaluasi bulanan.

5

Promosikan di Titik Sentuh yang Tepat

Cetak daftar paket dan tempel di meja kasir, cermin potong, dan area tunggu. Kirimkan juga via WhatsApp ke pelanggan yang terakhir datang 30 hari lalu. Tips: tawarkan paket saat pelanggan sedang menunggu giliran, karena mereka punya waktu untuk mempertimbangkan dan biasanya lebih mudah setuju.

Contoh Skenario

“

Pemilik salon kecil

Rata-rata transaksi di salonnya hanya Rp65.000 per pelanggan karena kebanyakan hanya potong rambut. Ingin menaikkan nilai transaksi tanpa menaikkan harga satuan yang bisa membuat pelanggan kabur.

Pemilik salon membuat Paket Segar (potong + cuci + blow) seharga Rp90.000, padahal harga satuannya Rp115.000. Pelanggan merasa hemat Rp25.000, sementara nilai transaksi naik Rp25.000 per pelanggan. Semua transaksi paket dicatat lewat POS Kasera sehingga terlihat bahwa banyak pelanggan beralih ke paket dalam bulan-bulan pertama.

“

Pemilik barbershop

Layanan hair tonic dan massage kepala yang marginnya tinggi sangat jarang dipesan karena pelanggan tidak tahu manfaatnya atau merasa itu layanan tambahan yang tidak perlu.

Pemilik barbershop membuat Paket Gentlemen (cukur + hair tonic + massage kepala) seharga Rp80.000 dari harga satuan total Rp105.000. Ia memasang banner kecil di setiap cermin dan melatih barber-nya untuk menawarkan paket saat pelanggan duduk. Penjualan hair tonic naik signifikan karena pelanggan merasa "sekalian aja". Hasilnya dipantau lewat laporan penjualan setiap minggu.

“

Pemilik spa

Banyak tamu wisatawan yang datang sekali lalu tidak pernah kembali. Pemilik spa ingin mendorong kunjungan ulang tapi tidak ingin memberikan diskon besar-besaran yang merusak brand spa-nya.

Pemilik spa merancang Paket Glow (body scrub + aromatherapy massage + facial) seharga Rp450.000, hemat Rp100.000 dari harga satuan. Untuk mendorong kunjungan ulang, ia menambahkan voucher Rp50.000 untuk kunjungan berikutnya di setiap pembelian paket. Setiap penjualan paket dicatat di sistem agar bisa menghubungi pelanggan lewat WhatsApp seminggu setelah kunjungan.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.