Definisi
Nail Art Design
Nail Art Design
Dekorasi yang dikerjakan di atas permukaan kuku setelah basisnya selesai, mulai dari lukis tangan, stamping, dan stiker sampai hiasan timbul seperti kristal, foil, dan glitter. Basis yang dipakai, kutek biasa, gel, atau akrilik, menentukan teknik mana yang bisa dikerjakan dan berapa lama hasilnya bertahan.
Nail art adalah pekerjaan dekorasi di atas permukaan kuku, dikerjakan setelah basis kuku selesai dan sebelum lapisan penutup terakhir. Yang sering tertukar: nail art bukan jenis perawatan kuku tersendiri, melainkan lapisan tambahan di atas perawatan yang sudah ada. Karena itu pertanyaan pertama bukan desainnya seperti apa, melainkan basisnya apa. Basis menentukan teknik mana yang bisa dikerjakan, berapa menit tambahannya, dan berapa lama hasilnya bertahan sebelum pelanggan kembali.
Basis Menentukan Teknik yang Bisa Dipakai
Tiga basis yang umum dipakai di gerai Indonesia. Kutek biasa paling murah dan paling cepat disiapkan, tetapi lapisannya tetap lunak berjam-jam setelah selesai, sehingga hanya cocok untuk desain sederhana: polos dengan aksen, garis ujung tipis, atau satu stiker. Gel dikeringkan dengan lampu UV atau LED dan menghasilkan permukaan keras yang rata, dan itulah alasan hampir semua teknik lukis, stamping, dan bubuk chrome dikerjakan di atasnya. Akrilik menambah panjang dan ketebalan, dan hanya di atas basis setebal itu hiasan timbul serta desain yang ditanam di dalam lapisan bisa bertahan tanpa mudah patah.
Urutan pemeriksaannya pendek. Tentukan basis lebih dulu, baru tawarkan teknik yang masuk akal di atasnya. Menyanggupi lukisan detail di atas kutek biasa hampir selalu berakhir dengan pelanggan yang kembali tiga hari kemudian membawa kuku terkelupas, dan pengerjaan ulang itu tidak dibayar siapa pun.
Nama Teknik yang Perlu Dikenali
Kosakatanya tidak banyak, dan menguasainya membuat percakapan dengan pelanggan jauh lebih cepat. Kelompok pertama adalah cara memindahkan gambar ke kuku. Lukis tangan memakai kuas halus, paling bebas bentuknya sekaligus paling lama. Stamping memindahkan pola dari pelat logam dengan stempel karet, dan satu pola yang sama bisa diulang di sepuluh kuku dalam hitungan menit. Stiker dan water decal ditempel lalu ditutup lapisan penutup. Airbrush menyemprot warna bertingkat, biasanya untuk gradasi pada set penuh.
Kelompok kedua adalah efek pada lapisan warnanya sendiri. Gradasi atau ombre menyatukan dua warna dengan spons, dan versi lembut dari putih ke bening dikenal sebagai baby boomer. French adalah garis ujung kuku, kini banyak diminta dalam versi berwarna dan tipis. Marble meniru urat batu. Cat eye memakai gel bermagnet yang ditarik sehingga muncul satu garis cahaya. Chrome digosokkan sebagai bubuk sampai permukaannya memantul seperti cermin.
Kelompok ketiga menonjol dari permukaan: kristal, mutiara, potongan foil, dan glitter yang ditabur. Di kelompok yang sama ada desain timbul dari akrilik atau gel kental, dan desain yang ditanam di dalam lapisan sehingga permukaan atasnya tetap rata. Jenis nail art yang terakhir ini paling mahal waktunya, dan paling sering menjadi alasan satu slot meleset satu jam.
Tambahan Menitnya Tidak Rata di Sepuluh Kuku
Aksen di dua kuku menambah lima sampai sepuluh menit pada sesi yang sudah berjalan. Satu pola stamping di seluruh kuku menambah sekitar 15 menit. Lukis tangan detail di sepuluh kuku bisa menambah satu jam atau lebih, dan hiasan timbul menambah lagi di atas itu. Karena selisihnya sebesar itu, desain kuku dihitung per kuku atau per tingkat kerumitan, bukan sebagai satu harga tunggal untuk semua desain. Cara menyusun tingkat desain, harganya, dan panjang slotnya dibahas terpisah di halaman layanan nail art.
Daya Tahan Tidak Sama Antar Teknik
Umur desain dibatasi dua hal berbeda: basisnya dan bentuk permukaannya. Selama basisnya gel yang dikerjakan rapat sampai ke tepi, desain rata seperti lukisan, stamping, dan marble bertahan sama lama dengan basisnya sendiri, umumnya dua sampai tiga minggu sampai pangkal kuku terlihat tumbuh. Chrome lebih cepat kusam di ujung karena bagian itu paling sering bergesekan. Stiker cenderung terangkat dari tepi bila lapisan penutup tidak dibawa menutup sisinya.
Hiasan timbul adalah cerita lain. Kristal dan mutiara punya sisi yang bisa tersangkut kain, rambut, dan tali tas, dan satu sangkutan sudah cukup untuk melepaskannya. Menempatkan hiasan pada kuku yang paling jarang bersinggungan bekerja lebih baik daripada menyebarnya di sepuluh kuku. Sampaikan hal ini sebelum pengerjaan dimulai, bukan setelah pelanggan mengirim foto kuku yang hiasannya hilang, dan sepakati lebih dulu apakah pemasangan ulang dihitung sebagai perbaikan tanpa biaya atau layanan berbayar.
Menulis Teknik di Menu, Bukan Sebutan Umum
Masalah yang muncul di gerai jarang ada pada pengerjaannya. Yang bermasalah biasanya penamaan. Bila satu terapis menulis nail art untuk aksen dua kuku dan terapis lain menulis hal yang sama untuk lukisan sepuluh kuku, laporan bulanan tidak bisa dibaca dan jadwal meleset terus. Pakai nama tekniknya di baris menu, sertakan jumlah kuku dan tambahan menitnya. Prinsip penyusunan baris menu berlaku sama di sini seperti pada layanan lain, dan diuraikan di menu layanan. Gerai yang seluruh pemasukannya bertumpu pada kuku perlu menata menunya lebih dalam lagi, dan itu dibahas di halaman salon kuku.
Kuas, Pelat, dan Kebersihannya
Kuas lukis, stempel, pelat, dan kikir listrik berpindah dari satu pelanggan ke pelanggan berikutnya. Kuas dibersihkan dengan pembersih kuas, bukan air, lalu disimpan mendatar supaya bulunya tidak berubah bentuk. Pelat stamping dibersihkan setiap selesai dipakai, karena sisa cat yang mengering membuat pola berikutnya putus di tengah. Mata bor kikir listrik menyentuh kulit di sekitar kuku, sehingga masuk ke daftar alat yang perlu disterilkan, bukan sekadar dilap. Ketentuan yang berlaku untuk seluruh alat gerai ada di standar sanitasi salon.