Definisi
Manicure
Manicure
Perawatan kuku tangan yang mencakup pembentukan kuku, perapian kutikula, penghalusan permukaan kuku, pijat tangan singkat, dan pengaplikasian kutek atau gel. Manicure adalah layanan dasar yang sering menjadi pintu masuk pelanggan baru ke salon kuku.
Manicure adalah perawatan kuku tangan yang mencakup pemendekan dan pembentukan kuku, perapian area kutikula, penghalusan permukaan kuku, pijat tangan singkat, lalu pengaplikasian kutek atau gel. Urutan bakunya enam langkah: membersihkan sisa lapisan lama, memotong dan membentuk, melembapkan kutikula, mendorong kutikula, buffing ringan, dan mengaplikasikan warna beserta lapisan atas. Di menu salon Indonesia namanya hampir selalu berdampingan dengan pedicure, yang mengerjakan rangkaian serupa pada kuku kaki dengan tambahan pengangkatan kulit mati di telapak dan tumit.
Jenis Manicure dan Bedanya
Yang membedakan satu jenis manicure dari jenis lain adalah lapisan warnanya dan cara membersihkan area kutikula, bukan langkah dasarnya. Manicure biasa memakai kutek yang mengering sendiri, bertahan beberapa hari, dan bisa dilepas sendiri di rumah dengan aseton. Gel manicure memakai lapisan yang dikeraskan lampu UV atau LED, bertahan dua sampai tiga minggu, dan harus dilepas dengan cara yang benar agar permukaan kuku tidak ikut terangkat. Russian manicure, yang juga disebut dry manicure, membersihkan area kutikula memakai mesin kikir tanpa perendaman, sehingga warnanya bisa diaplikasikan lebih dekat ke pangkal kuku dan tumbuhnya tidak cepat terlihat.
Durasi dan Dampaknya pada Jadwal
Durasi adalah bagian yang paling sering salah ditulis di menu, dan durasi itulah yang menentukan berapa banyak pelanggan yang muat dalam sehari. Manicure biasa berjalan 30 sampai 45 menit. Gel manicure 60 sampai 75 menit. Russian manicure 75 sampai 90 menit karena seluruh area kutikula dikerjakan dengan mesin. Pelepasan lapisan lama menambah 15 sampai 20 menit untuk gel, dan lebih lama lagi untuk acrylic. Satu baris menu bernama manicure dengan satu durasi untuk semua jenis akan meleset sejak pelanggan kedua, dan selisihnya menumpuk sampai jadwal sore berantakan.
Pelepasan Lapisan Lama Sebagai Baris Menu Sendiri
Pelepasan lapisan lama karena itu pantas berdiri sebagai baris menu tersendiri, lengkap dengan harga dan durasinya. Pelanggan yang datang dengan gel dari kunjungan sebelumnya membawa pekerjaan tambahan yang nyata, dan gerai yang menggratiskannya tetap membayar waktu terapis. Cara yang lebih jujur bagi kedua pihak adalah menggratiskan pelepasan hanya bila lapisan lama dipasang di gerai yang sama, dan menagihnya bila dipasang di tempat lain. Tanyakan kondisi kuku saat pemesanan, bukan saat pelanggan sudah duduk, supaya slot yang dipesan sejak awal sudah sesuai dengan pekerjaan yang sebenarnya.
Kutikula, Alat, dan Kapan Sesi Ditunda
Titik risiko terbesarnya ada pada kutikula dan pada alat. Kutikula didorong, bukan dipotong, karena lapisan tipis itu adalah penutup alami yang menahan bakteri masuk ke pangkal kuku. Nipper dipakai terbatas pada kulit yang sudah benar-benar terkelupas. Alat logam disterilkan antar pelanggan, sementara kikir, buffer, dan orange stick berpori sehingga sebaiknya sekali pakai atau disimpan per pelanggan. Ketentuan kebersihan yang berlaku bagi tempat usaha perawatan diuraikan pada standar sanitasi salon. Sesi ditunda bila ada kuku pecah sampai dasar, kulit di sekitar kuku bengkak atau bernanah, dan dugaan jamur kuku yang ditandai penebalan serta perubahan warna.
Kisaran Harga dan Cara Menyusunnya
Kisaran harga di salon Indonesia berada di Rp 50.000 sampai Rp 100.000 untuk manicure biasa, Rp 120.000 sampai Rp 250.000 untuk gel, dan Rp 250.000 sampai Rp 400.000 untuk Russian manicure. Biaya bahannya kecil dibandingkan waktu terapis, jadi yang menentukan untung bukan harga produk melainkan berapa lama kursi terpakai per pelanggan. Hitung biaya per menit kursi lebih dulu, lalu susun harga tiap jenis dari durasinya, bukan dari harga tetangga. Sisi penyusunan menu, kapasitas kursi, dan cara menjualnya dibahas lebih rinci di halaman perawatan kuku tangan.