Definisi

Keratin Treatment

Keratin Treatment

Perawatan yang melapisi batang rambut dengan protein lalu menguncinya dengan panas catokan, sehingga rambut lebih halus, tidak mudah kusut, dan lebih mudah ditata. Efek lurusnya terbatas dan menipis bertahap dalam 2 sampai 4 bulan.

Keratin treatment adalah perawatan yang melapisi batang rambut dengan larutan protein, lalu mengunci lapisan itu dengan panas catokan. Tujuannya menutup kutikula yang terbuka, sehingga rambut terasa lebih halus, lebih berkilau, dan tidak mudah kusut. Efek lurusnya memang ada, tetapi terbatas dan bukan tujuan utamanya. Pertanyaan apa itu keratin treatment biasanya selesai di kalimat tersebut. Yang tidak selesai adalah harapan yang dibawa pelanggan ke kursi.

Beda keratin dan smoothing terletak pada kedalaman kerjanya, dan perbedaan itu yang paling sering hilang di meja konsultasi. Rebonding dan smoothing bekerja di dalam helai: ikatan rambut diputus atau dilemaskan lebih dulu, lalu dibentuk ulang. Keratin bekerja di permukaan helai. Karena itu keratin tidak mengubah rambut keriting kuat menjadi lurus, dan tidak memperbaiki rambut yang sudah rusak. Yang dilakukannya adalah menutupi, dan lapisan penutup itu ikut menipis setiap kali rambut dicuci.

Pelanggan yang datang membawa foto rambut lurus papan lalu dikerjakan dengan keratin hampir pasti kecewa pada hari itu juga. Pelanggan yang datang dengan rambut kering, mengembang, dan sulit disisir hampir selalu puas. Pelanggan yang hanya mengeluhkan rambut kering dan rapuh, tanpa masalah bentuk, lebih tepat diarahkan ke hair botox. Menempatkan dua orang ini pada layanan yang benar sejak konsultasi memotong sebagian besar komplain.

Yang Bekerja Bukan Protein Keratinnya

Protein keratin di dalam botol berperan sebagai pengisi. Yang membuat hasilnya bertahan adalah bahan pengikat dalam formula, yang bereaksi ketika suhu catokan naik. Bahan itulah yang menentukan berapa lama hasilnya bertahan, seberapa kuat baunya, dan berapa harga produknya.

Ada dua kelompok besar di pasar Indonesia. Kelompok pertama memakai bahan pelepas formaldehida, yang di daftar komposisi bisa tertulis sebagai methylene glycol, formalin, atau nama dagang lain. Hasilnya paling licin dan paling tahan lama, tetapi gasnya terlepas selama pengerjaan. Kelompok kedua memakai asam glioksilat atau turunan asam sejenis dan dipasarkan sebagai bebas formaldehida. Baunya jauh lebih ringan dan hasilnya lebih lembut, tetapi umumnya luruh lebih cepat.

Tidak ada pilihan yang unggul di semua sisi. Yang keliru adalah memperlakukan keduanya dengan prosedur, harga, dan janji hasil yang sama.

Memeriksa Kemasan Sebelum Membeli

Aturan bahan kosmetika BPOM membatasi kadar formaldehida beserta bahan pelepasnya sampai 0,2 persen, dan mewajibkan peringatan pada kemasan bila kadarnya di atas 0,05 persen. Formula yang melampaui batas itu tidak dapat dinotifikasi sebagai kosmetika di Indonesia.

Risiko justru menumpuk pada stok yang beredar tanpa notifikasi. Produk keratin impor yang dijual lewat marketplace sering tidak mencantumkan nomor notifikasi, dan kadar sebenarnya tidak diketahui sampai gasnya terasa di mata satu ruangan.

Jadikan satu pemeriksaan sebagai syarat pembelian: nomor notifikasi BPOM tercantum di kemasan dan bisa dicocokkan di basis data resmi. Minta juga lembar informasi bahan dari distributor dan simpan bersama nota pembelian. Tanpa keduanya, salon menanggung risiko yang tidak bisa diukur dan tidak bisa dijelaskan kepada pelanggan yang bertanya.

Gasnya Muncul di Meja Catok, Bukan di Botol

Bau menyengat pada sesi keratin bukan berasal dari botol yang baru dibuka. Bahan pelepas formaldehida berubah menjadi gas ketika rambut dipanaskan, jadi paparan tertinggi terjadi pada tahap pengeringan dan pencatokan, bukan pada tahap pengolesan.

Itu mengubah cara ruangan diatur. Kursi untuk sesi keratin ditempatkan di titik dengan aliran udara terbaik, bukan di sudut paling belakang yang biasanya dipilih karena paling sepi. Pengisap udara diarahkan ke meja catok, bukan ke wastafel. Suhu catokan diturunkan ke angka terendah yang masih memberi hasil, sebab suhu berlebih melepas lebih banyak gas tanpa menambah daya tahan.

Formaldehida yang terlepas bersifat iritan bagi mata, hidung, dan saluran napas, dan stylist yang mengerjakan beberapa sesi sehari terpapar jauh lebih lama daripada pelanggannya. Pengukuran otoritas keselamatan kerja di beberapa negara menemukan kadar udara salon yang melampaui batas paparan singkat justru pada tahap pencatokan, bukan saat produk dioleskan. Stylist yang sedang hamil sebaiknya tidak ditugaskan di meja itu, dan keputusan seperti itu diambil pemilik, bukan dinegosiasikan antar staf. Pengaturan aliran udara dan penempatan pengisap diuraikan di ventilasi dan bau kimia di salon.

Luruh Bertahap, Tanpa Garis Patah

Rambut yang di-rebonding meninggalkan pertemuan yang terbaca jelas antara akar baru dan bagian yang sudah lurus. Keratin tidak meninggalkan batas seperti itu. Lapisannya menipis sedikit demi sedikit mengikuti frekuensi keramas, sehingga rambut kembali ke tekstur aslinya tanpa patahan yang terlihat.

Konsekuensinya terasa di jadwal, bukan di cermin. Pelanggan keratin tidak punya penanda kapan harus kembali. Tidak ada yang mengganggu saat bercermin, hanya rasa rambut yang perlahan kembali seperti sebelumnya. Rentang ulangnya dua sampai empat bulan tergantung frekuensi keramas dan jenis sampo, dan pelanggan perlu dihubungi di rentang itu. Menunggu mereka teringat sendiri berarti melepas sebagian kunjungan berikutnya ke salon lain.

Aturan Setelah Sesi Bergantung pada Formulanya

Larangan mencuci rambut selama tujuh puluh dua jam sering disampaikan sebagai aturan baku untuk semua keratin. Itu tidak tepat, dan menyampaikannya sebagai aturan tunggal menimbulkan komplain dari dua arah.

Formula pelepas formaldehida umumnya memang meminta jeda beberapa hari sebelum pencucian pertama. Sebagian besar formula asam glioksilat justru dirancang untuk dicuci pada hari yang sama, dan menahan pelanggan selama tiga hari tanpa alasan membuat layanan terasa lebih sulit daripada seharusnya.

Baca petunjuk produk yang benar-benar dipakai, lalu tulis aturannya pada kartu layanan supaya semua stylist menyampaikan hal yang sama. Setelah masa itu lewat, sampo tanpa sulfat memperlambat menipisnya lapisan. Catat merek produk, kadar formula, suhu catokan, dan tanggal sesi di kartu pelanggan, sebab kunjungan berikutnya sering dikerjakan stylist yang berbeda.

Menempatkannya di Menu Salon

Perawatan keratin rambut mengunci satu kursi sekitar satu setengah sampai tiga jam mengikuti panjang dan ketebalan rambut. Hitung tarifnya dari pemakaian produk, bukan dari harga salon sebelah. Ukur berapa mililiter yang benar-benar terpakai untuk tiap kategori panjang selama dua minggu. Bila satu botol seharga Rp 900.000 cukup untuk delapan sesi rambut sebahu, biaya bahannya sekitar Rp 112.000 per pelanggan sebelum menghitung sampo persiapan, masker, dan listrik catokan yang menyala hampir sepanjang sesi. Harga jual di pasar Indonesia melebar dari sekitar Rp 300.000 untuk rambut pendek di salon lingkungan sampai lebih dari Rp 1.500.000 untuk rambut panjang dengan produk impor, dan cara menyusun tingkatannya diuraikan di panduan menentukan harga layanan salon.

Penjadwalannya punya satu batasan yang tidak dimiliki layanan lain. Karena gasnya terlepas ke ruangan, dua sesi keratin yang berjalan berdampingan pada jam ramai membuat seluruh lantai ikut terpapar, termasuk pelanggan yang hanya datang untuk potong rambut. Jalankan satu sesi pada satu waktu, tempatkan di kursi dengan aliran udara terbaik, dan hindari jam puncak akhir pekan bila ruangannya sempit.

Keputusan terakhir bagi pemilik adalah memilih satu kelompok formula untuk distok, bukan menyediakan keduanya sekaligus. Dua kelompok itu menuntut aturan perawatan, durasi, dan janji hasil yang berbeda. Tim yang harus mengingat dua versi akan menyampaikan versi yang keliru cepat atau lambat, dan pelanggan yang menerima janji keliru itu kembali sebagai komplain.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.