Pembayaran

Split Payment di Salon: Bayar Sebagian Cash, Sebagian Digital

Pelanggan membayar sebagian tunai dan sisanya QRIS. Cara mencatat pembayaran campuran di kasir salon agar laporan per metode dan kas laci tetap cocok.

Daftar Sekarang

Definisi

Split Payment di Salon: Bayar Sebagian Cash, Sebagian Digital

Pelanggan membayar sebagian tunai dan sisanya QRIS. Cara mencatat pembayaran campuran di kasir salon agar laporan per metode dan kas laci tetap cocok.

2 catatan

Uang yang masuk dalam dua bentuk dicatat sebagai dua penerimaan

Digital dulu

Bagian digital dipastikan masuk sebelum uang tunai diterima

Per item

Tagihan dipecah menurut item, bukan nominal acak, agar komisi tetap benar

Tagihan smoothing Rp 480.000 sudah selesai dihitung, pelanggan membuka aplikasi e-wallet, dan saldonya tinggal Rp 200.000. Sisanya dibayar tunai. Situasi ini muncul hampir setiap minggu di salon yang menjual layanan bernilai besar, dan hampir selalu diselesaikan dengan cara tercepat pada detik itu: seluruh tagihan dicatat sebagai tunai. Selisihnya baru muncul saat tutup kasir.

Aturannya sebenarnya satu saja. Uang yang masuk dalam dua bentuk dicatat sebagai dua penerimaan. Bukan dua struk untuk pelanggan, melainkan dua baris di catatan salon, masing-masing dengan metode yang benar. Selama dua baris itu ada, laci kasir, saldo QRIS, dan laporan per metode akan tetap cocok tanpa perlu diingat-ingat siapa membayar apa.

Sebagian besar sistem kasir, termasuk yang dipakai salon sehari-hari, menyelesaikan satu transaksi dengan satu metode. Jadi split payment salon dikerjakan dengan memecah tagihan menurut item, bukan menurut nominal acak. Layanan smoothing masuk transaksi pertama yang dibayar QRIS, produk retail dan layanan tambahan masuk transaksi kedua yang dibayar tunai. Pemecahan menurut item menjaga setiap layanan tetap menempel pada stylist yang mengerjakannya, sehingga hitungan komisi tidak ikut bergeser. Memecah menurut nominal acak, misalnya Rp 200.000 dan Rp 280.000, membuat pembayaran campuran salon terlihat beres di laci tetapi merusak data di baliknya.

Ada satu bentuk pembayaran bertahap yang memang dirancang begitu sejak awal: deposit. Pelanggan membayar muka saat memesan, sisanya dibayar di kasir setelah layanan selesai, dan sisa tagihannya sudah dihitung sistem. Pola deposit booking online inilah yang sebaiknya ditawarkan lebih dulu untuk layanan bernilai besar, jauh sebelum urusan saldo kurang muncul di meja kasir.

Mencatat semuanya sebagai tunai padahal sebagian masuk lewat QRIS melahirkan tiga selisih sekaligus. Catatan tunai jadi lebih besar daripada uang yang benar-benar ada di laci. Saldo QRIS bertambah tanpa transaksi pasangannya. Potongan MDR atas bagian digital itu tidak pernah masuk hitungan biaya layanan. Ketiganya baru ketahuan saat rekonsiliasi pembayaran harian, biasanya oleh orang yang tidak berada di kasir waktu kejadian dan harus menebak asal selisihnya.

Dua kebiasaan kecil menutup hampir semua kasusnya. Pertama, tanyakan metode pembayaran sebelum tagihan diproses, bukan sesudah. Kalimatnya cukup singkat: totalnya Rp 480.000, dibayar penuh dengan satu metode atau dipisah? Kedua, kembalian tunai tidak pernah diberikan atas kelebihan bayar digital sebelum dana benar-benar terlihat masuk di aplikasi merchant. Celah itu kecil, tetapi justru di situ modus penipuan di ritel kecil bekerja.

Cara Kerja

1

Tanyakan Metode Sebelum Tagihan Diproses

Sebutkan total tagihan, lalu tanyakan apakah dibayar penuh dengan satu metode atau dipisah. Pertanyaan ini memakan waktu tiga detik dan menghilangkan seluruh kerepotan membatalkan transaksi yang sudah terlanjur diproses. Untuk rombongan, tanyakan sekalian apakah tagihannya digabung atau dipisah per orang.

2

Pecah Tagihan Menurut Item

Kelompokkan item menurut siapa yang membayar bagian mana: layanan utama di satu transaksi, produk retail dan layanan tambahan di transaksi lain. Di sistem POS, setiap item tetap terhubung ke stylist yang mengerjakan, jadi pemecahan seperti ini tidak mengganggu hitungan komisi maupun laporan performa.

3

Selesaikan Bagian Digital Lebih Dulu

Proses bagian QRIS atau kartu sebelum menerima uang tunai, dan tunggu status pembayarannya benar-benar terkonfirmasi. Pada pembayaran QRIS di tempat, konfirmasi itu terlihat langsung di layar kasir. Kalau tunai diterima lebih dulu lalu pembayaran digital gagal, laci sudah terbuka dan uangnya sudah bercampur.

4

Terima Sisanya Tunai dan Catat Nominalnya

Terima sisa pembayaran tunai, catat nominalnya sebagai transaksi tersendiri, lalu sebutkan sisa dan kembaliannya dengan suara jelas ke pelanggan. Tulis nomor referensi transaksi pertama di struk kedua supaya keduanya bisa ditelusuri kembali sebagai satu kunjungan.

Contoh Skenario

Pemilik salon dengan layanan bernilai besar

Masalah

Pelanggan coloring dan smoothing sering kehabisan saldo e-wallet di tengah pembayaran, lalu menutup sisanya dengan uang tunai. Kasir mencatat semuanya sebagai tunai supaya antrean tidak tertahan.

Solusi

Pecah tagihan menurut item, bukan menurut nominal. Layanan utama dibayar QRIS di transaksi pertama, sisanya diterima tunai di transaksi kedua. Untuk pelanggan yang memesan jauh hari, tawarkan deposit sejak awal supaya sisa tagihannya sudah kecil ketika sampai di kasir.

Kasir barbershop

Masalah

Pelanggan datang membawa voucher hadiah Rp 150.000 untuk tagihan Rp 220.000, dan tidak jelas bagaimana sisa Rp 70.000 dicatat supaya nilai voucher tidak terhitung dua kali sebagai pendapatan.

Solusi

Perlakukan voucher sebagai penukaran saldo yang sudah dibayar sebelumnya, bukan sebagai penjualan baru, lalu catat Rp 70.000 sebagai penerimaan tunai atau QRIS hari itu. Cara mencatat saldo voucher dan penukarannya dibahas lebih rinci di pengelolaan voucher hadiah salon.

Manajer spa

Masalah

Perusahaan yang memesan paket perawatan untuk karyawannya membayar lewat transfer bank beberapa hari kemudian, sementara tambahan layanan di hari kunjungan dibayar sendiri oleh tamunya di tempat.

Solusi

Pisahkan sejak pemesanan: paket yang ditanggung perusahaan menjadi satu tagihan dengan jadwal pembayaran sendiri, tambahan pribadi tamu menjadi transaksi terpisah di hari kunjungan. Dengan pemisahan ini, penagihan ke perusahaan tidak tertunda hanya karena menunggu rekap tambahan dari lantai perawatan.

Pertanyaan Umum

Apakah satu transaksi bisa dibayar dengan dua metode sekaligus?

Di sebagian besar sistem kasir, satu transaksi diselesaikan dengan satu metode pembayaran. Cara yang berlaku umum adalah memecah tagihan menjadi dua transaksi menurut item, lalu membayar masing-masing dengan metodenya sendiri. Pengecualiannya adalah deposit: pembayaran muka saat memesan dan pelunasan di kasir memang dirancang sebagai dua tahap pada satu kunjungan, dan sisa tagihannya sudah dihitung otomatis.

Kenapa tidak dicatat sebagai tunai semua saja supaya cepat?

Karena selisihnya menumpuk dan baru terasa di akhir hari. Catatan tunai akan lebih besar daripada uang yang benar-benar ada di laci, saldo QRIS bertambah tanpa transaksi pasangannya, dan biaya MDR atas bagian digital itu hilang dari hitungan. Yang paling merepotkan bukan selisih hari itu, melainkan kebiasaannya: setelah sebulan berjalan, tidak ada lagi yang bisa memastikan selisih kas berasal dari kelalaian pencatatan atau dari uang yang benar-benar hilang.

Bagian mana yang sebaiknya diselesaikan lebih dulu?

Bagian digital lebih dulu, selalu. Pembayaran QRIS dan kartu memerlukan konfirmasi dari sistem, dan konfirmasi itu bisa gagal karena saldo kurang, jaringan putus, atau limit harian. Kalau uang tunai sudah diterima lebih dulu, kegagalan tersebut terjadi ketika laci sudah terbuka dan uangnya sudah bercampur. Setelah status pembayaran digital terlihat berhasil, sisa tunainya tinggal diterima.

Apakah split payment mempengaruhi komisi stylist?

Tidak, selama pemecahannya menurut item. Setiap layanan tetap terhubung ke stylist yang mengerjakannya, dan metode pembayaran hanya mencatat dari mana uangnya masuk. Yang menimbulkan masalah adalah memecah tagihan menurut nominal acak, karena satu layanan bisa terbelah ke dua transaksi dan hitungan komisinya jadi tidak jelas. Kelompokkan per item, lalu bayar masing-masing kelompok dengan metodenya sendiri.

MDR dihitung dari seluruh tagihan atau hanya bagian digitalnya?

Hanya dari nominal yang benar-benar diproses lewat kanal digital. Bagian tunai tidak dikenai potongan apa pun. Itu sebabnya pencatatan terpisah bukan sekadar soal kerapian: kalau seluruh tagihan tercatat sebagai tunai, biaya yang sesungguhnya keluar tidak pernah masuk hitungan margin layanan. Rincian tarif dan cara menghitungnya ada di halaman biaya MDR QRIS.

Bagaimana kalau pembayaran digital gagal setelah uang tunai diterima?

Jangan membuat transaksi baru sebelum status pembayaran yang gagal itu jelas. Cek dulu di aplikasi merchant apakah dananya benar-benar tidak masuk atau hanya tertunda, karena membatalkan sesuatu yang sebenarnya berhasil justru menimbulkan pengembalian dana yang lebih rumit. Kalau memang gagal, terima sisanya dengan metode lain dan catat ulang dengan metode yang benar. Urutan yang tepat mencegah situasi ini sejak awal: pastikan bagian digital masuk sebelum menyentuh laci.

Apa bedanya dengan membagi tagihan untuk rombongan?

Berbeda pada apa yang dipisahkan. Split payment memisahkan satu tagihan milik satu orang menjadi beberapa metode pembayaran. Pembagian tagihan rombongan memisahkan satu kunjungan menjadi beberapa pembayar, dan setiap orang membayar bagiannya sendiri. Keduanya sering terjadi bersamaan ketika satu rombongan datang, dan penanganan pembagian per orang dibahas di split bill untuk layanan grup.

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.