Marketing8 menit baca

Strategi Marketing Instagram untuk Salon

Cara mengubah perhatian di Instagram menjadi kursi terisi: profil yang bisa dipesan, penanganan pesan masuk, dan cara mengukur pemesanannya.

Poin Penting

  • 4 angka Titik ukur corong Instagram: jangkauan, kunjungan profil, ketukan tautan, dan pemesanan
  • 320 ke 24 Contoh tahap paling bocor, dari kunjungan profil ke ketukan tautan pemesanan

4 angka

Titik ukur corong Instagram: jangkauan, kunjungan profil, ketukan tautan, dan pemesanan

320 ke 24

Contoh tahap paling bocor, dari kunjungan profil ke ketukan tautan pemesanan

Instagram salon jarang gagal karena kurang penonton. Kegagalannya terjadi di jarak antara orang yang menonton dan orang yang akhirnya duduk di kursi.

Marketing Instagram salon lebih berguna kalau diperlakukan sebagai corong dengan empat angka: berapa akun yang melihat konten, berapa yang membuka profil, berapa yang menekan tautan atau mengirim pesan, dan berapa yang benar-benar memesan. Angka pertama hampir selalu dipantau. Tiga sisanya jarang dihitung, padahal di sanalah orang menghilang.

Contoh hitungannya begini. Satu unggahan menjangkau 4.000 akun, 320 di antaranya membuka profil, 24 menekan tautan pemesanan, dan 5 memesan. Tahap paling bocor bukan yang pertama, melainkan perpindahan dari 320 ke 24. Menaikkan jangkauan sepuluh kali lipat memang mengubah lima menjadi lima puluh, tetapi ongkosnya jauh lebih besar daripada memperbaiki satu halaman profil yang sudah dilihat 320 orang setiap kali ada unggahan bagus.

Tanpa keempat angka itu, keputusan konten diambil dari perasaan. Unggahan yang ramai komentar dianggap berhasil, unggahan yang sepi dianggap gagal. Padahal komentar dan pemesanan sering datang dari dua jenis konten yang berbeda: yang satu menghibur, yang lain menjawab pertanyaan sebelum ditanya.

Panduan ini mengerjakan tiga tahap terakhir. Pertumbuhan pengikut dibahas terpisah di cara meningkatkan followers salon, sedangkan teknik memotret hasil kerja ada di panduan konten before-after. Keduanya mengisi bagian atas corong. Promosi salon di Instagram baru menghasilkan uang ketika bagian bawahnya tidak bocor.

Cara Kerja

1

Hitung empat angka corong selama dua minggu

Tiga angka pertama sudah disediakan Instagram di menu statistik akun profesional: jangkauan, kunjungan profil, dan ketukan tautan. Angka keempat tidak ada di sana. Ambil dari sisi salon dengan memakai satu tautan pemesanan khusus Instagram yang berbeda dari tautan yang dipakai di WhatsApp maupun Google, sehingga pemesanan yang lewat tautan itu terhitung sendiri tanpa perlu bertanya kepada pelanggan. Catat keempatnya sekali seminggu di satu tabel sederhana. Dua minggu sudah cukup untuk melihat tahap mana yang paling banyak kehilangan orang, dan tahap itulah yang dikerjakan lebih dulu. Memperbaiki tahap yang tidak bocor hanya menghabiskan waktu.

2

Ubah profil menjadi halaman yang bisa dipesan

Profil dibuka oleh hampir setiap orang yang tertarik, dan di sanalah keputusan diambil. Isi bio dengan tiga hal yang dicari orang yang belum pernah datang: jenis layanan utama, lokasi sampai tingkat kecamatan atau nama jalan, dan jam buka. Pasang tombol aksi bawaan Instagram supaya pemesanan tidak bergantung pada satu tautan saja, lalu arahkan tautannya langsung ke halaman pemesanan online, bukan ke beranda situs yang masih menuntut dua atau tiga ketukan lagi. Sorotan dipakai untuk menjawab pertanyaan yang paling sering masuk: daftar harga, lokasi dan parkir, hasil kerja per jenis layanan, serta aturan pembatalan. Setiap pertanyaan yang terjawab di sorotan adalah satu pesan yang tidak perlu dibalas manual.

3

Perbaiki penanganan pesan masuk

Pesan masuk adalah titik dengan niat tertinggi sekaligus titik yang paling cepat dingin. Tetapkan dua blok waktu tetap untuk membalas, misalnya pukul sebelas dan pukul lima, supaya stylist tidak meninggalkan kursi setiap kali ponsel berbunyi. Siapkan jawaban tersimpan untuk tiga pertanyaan yang mengisi sebagian besar kotak masuk: harga, ketersediaan, dan durasi. Jawaban harga ditutup dengan tawaran waktu yang konkret, misalnya dua pilihan jam pada dua hari berbeda, bukan dengan kalimat mempersilakan menghubungi kembali. Percakapan yang berlanjut dipindahkan ke WhatsApp lewat integrasi WhatsApp karena riwayat dan nomornya lebih mudah ditelusuri belakangan. Satu hal yang tidak boleh terjadi: slot dijanjikan lewat pesan tetapi tidak pernah masuk ke jadwal.

4

Ganti ukuran keberhasilan konten

Sesudah corongnya terukur, nilai konten dari kunjungan profil dan ketukan tautan yang dihasilkannya, bukan dari jumlah suka. Tiga format biasanya paling banyak menggerakkan dua angka itu. Pertama, hasil kerja yang disertai jenis layanan, durasi pengerjaan, dan kisaran harga, karena penonton yang ragu soal biaya berhenti menebak dan mulai membuka profil. Kedua, jawaban atas pertanyaan yang sering masuk, misalnya berapa lama warna bertahan atau apa bedanya smoothing dengan rebonding. Ketiga, kabar ketersediaan slot untuk beberapa hari ke depan, yang bekerja karena memberi alasan memesan sekarang. Ulangi format yang menaikkan dua angka tadi, hentikan format yang hanya ramai.

5

Putuskan soal iklan sesudah corongnya tidak bocor

Iklan berbayar memperbesar tahap pertama, dan tahap pertama justru yang paling murah diperbaiki tanpa uang. Beriklan sebelum profil dan penanganan pesan beres sama dengan membayar untuk kebocoran yang sama. Sesudah tiga langkah sebelumnya berjalan, tentukan dulu biaya per pemesanan yang bisa diterima: ambil rata-rata nilai transaksi, kurangi biaya bahan dan komisi, lalu putuskan berapa bagian dari sisanya yang layak dibelanjakan untuk mendatangkan satu pelanggan baru. Mulai dari anggaran harian kecil pada satu unggahan yang sudah terbukti menghasilkan ketukan tautan tanpa dibayar. Untuk permintaan yang datang dari pencarian lokasi, profil Google Maps salon biasanya lebih murah daripada iklan Instagram dan perlu dibereskan lebih dulu.

Contoh Skenario

Pemilik salon dengan 8.000 pengikut

Unggahannya rutin mendapat ratusan suka, tetapi jadwal Selasa sampai Kamis tetap kosong dan pemesanan menumpuk di akhir pekan.

Dua minggu pencatatan menunjukkan kunjungan profil tinggi sementara ketukan tautan hampir nol. Penyebabnya ada di bio: tautannya mengarah ke beranda situs, dan jam buka tidak tertulis di mana pun. Sesudah tautan diarahkan langsung ke halaman pemesanan, jam buka masuk ke bio, dan satu sorotan berisi daftar harga dibuat, pertanyaan harga di kotak masuk berkurang dan ketukan tautan mulai muncul di statistik. Untuk hari kerja yang sepi, kabar ketersediaan slot diunggah setiap Senin sore dengan menyebut jam yang benar-benar kosong, bukan ajakan umum untuk berkunjung.

Pemilik barbershop yang memotong sendiri

Hampir semua pemesanan masuk lewat pesan Instagram, dan pesan itu terbaca ketika tangan sedang memegang clipper, sehingga banyak yang dibalas berjam-jam kemudian.

Kotak masuk dipisahkan dari jam kerja. Jawaban tersimpan disiapkan untuk harga, durasi, dan ketersediaan, lalu dipasang balasan otomatis di luar jam buka yang menyebutkan jam balas berikutnya sekaligus tautan pemesanan mandiri. Pelanggan yang sudah yakin memesan sendiri lewat tautan tanpa menunggu siapa pun, dan sisanya dibalas dalam dua blok waktu tetap. Perubahan terbesarnya bukan kecepatan membalas, melainkan hilangnya pemesanan yang dulu hanya tercatat di kepala.

Pemilik studio nail art

Kontennya banyak disimpan orang lain, tetapi percakapan hampir selalu berhenti sesudah pertanyaan harga.

Harga dipasang di konten, bukan disimpan untuk percakapan. Setiap unggahan hasil kerja diberi keterangan jenis layanan, durasi pengerjaan, dan kisaran harga, sehingga penonton yang tidak cocok berhenti lebih awal dan yang cocok datang dengan pertanyaan berikutnya, yaitu kapan bisa. Jawaban harga di pesan masuk juga diubah bentuknya: harga disebut, lalu langsung disusul dua pilihan jam. Percakapan yang dulu berhenti di angka sekarang berakhir di jadwal.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.