Definisi

Upselling & Cross-selling

Upselling & Cross-selling

Upselling menaikkan tingkat layanan yang sudah dipilih, misalnya dari potong biasa menjadi potong dengan creambath. Cross-selling menambahkan hal lain yang melengkapi, misalnya sampo perawatan warna sesudah pewarnaan. Keduanya menaikkan nilai satu transaksi, tetapi terjadi pada momen yang berbeda.

Kedua istilah ini sering dipakai bergantian, padahal keduanya menuntut waktu dan cara yang berbeda. Upselling mengubah layanan yang sudah dipilih menjadi versi yang lebih tinggi, sehingga durasi dan bahannya ikut berubah dan keputusannya harus jatuh sebelum pekerjaan dimulai. Cross-selling menambahkan hal lain di samping layanan utama, dan keputusannya masih bisa diambil sesudah hasilnya terlihat.

Contohnya ada di kursi salon setiap hari. Pelanggan datang untuk potong rambut Rp 60.000, lalu memilih paket potong dengan creambath Rp 145.000 setelah melihat kondisi rambutnya di cermin. Itu upselling: layanan yang sama, naik satu tingkat. Pelanggan yang sama membeli sampo perawatan warna Rp 150.000 di kasir. Itu cross-selling: barang berbeda, kebutuhan yang berdekatan.

Kenapa Pembedaannya Berguna

Upselling hanya mungkin sebelum layanannya dikerjakan, dan tempat terbaiknya adalah saat konsultasi di kursi ketika rambut atau kulit sedang diperiksa. Cross-selling masih mungkin sesudah layanan selesai, karena hasilnya sudah terlihat dan rekomendasinya terasa masuk akal.

Menukar keduanya adalah kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan. Menawarkan naik ke pewarnaan penuh ketika pelanggan sudah berdiri di depan kasir terdengar memaksa, sebab tidak ada lagi waktu mengerjakannya hari itu. Menawarkan sampo di menit pertama konsultasi terdengar seperti berjualan sebelum bekerja.

Tiga Momen dan Apa yang Cocok di Masing-masing

Saat booking, yang cocok adalah tambahan yang memakan waktu ekstra di jadwal, misalnya masker rambut atau perawatan kulit kepala. Menambahkannya sejak booking membuat durasinya ikut terpesan, sehingga stylist tidak mengejar waktu dan pelanggan berikutnya tidak menunggu.

Saat konsultasi di kursi, momen ini paling kuat untuk upselling karena rekomendasinya lahir dari kondisi yang benar-benar terlihat: ujung rambut yang kering, warna lama yang belum rata, kuku yang mudah patah. Sebutkan alasannya, sebutkan harganya, lalu berhenti bicara dan tunggu jawabannya.

Saat pembayaran, momen ini milik produk retail dan booking berikutnya, bukan layanan baru. Penataan rak, jumlah stok yang wajar, dan kaitannya dengan komisi dibahas di menjual produk retail di salon.

Mengukurnya: Average Ticket dan Attach Rate

Pertanyaan apa itu upselling biasanya berhenti terasa abstrak begitu ada angkanya. Dua angka mengukur hasil upselling dan cross-selling, dan keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.

Average ticket size adalah rata-rata nilai satu transaksi. Angka ini naik ketika tambahan diterima, tetapi ia juga naik ketika harga dinaikkan atau ketika komposisi pelanggan bergeser ke layanan mahal, sehingga tidak bisa berdiri sendiri sebagai penilaian.

Attach rate adalah persentase transaksi yang berisi lebih dari satu baris layanan atau produk. Dari 120 transaksi dalam sebulan, bila 38 di antaranya berisi lebih dari satu baris, attach rate-nya sekitar 32 persen. Angka ini bergerak hanya karena tambahan diterima atau tidak, jadi ia lebih jujur untuk menilai apakah tekniknya bekerja.

Menghitung keduanya per stylist lebih berguna daripada satu angka untuk seluruh salon. Selisih attach rate antar stylist menunjukkan siapa yang perlu dilatih dan, yang lebih sering terlupakan, siapa yang cara menawarkannya layak ditiru tim lain.

Tambahan yang Tidak Tercatat Terpisah Tidak Bisa Diukur

Hambatan terbesar biasanya bukan teknik, melainkan pencatatan. Masker rambut yang digabung begitu saja ke dalam harga potong tidak pernah muncul sebagai baris tersendiri, dan attach rate tetap terlihat rendah meskipun timnya rajin menawarkan.

Setiap tambahan perlu berdiri sebagai baris sendiri dengan harga sendiri di kasir, termasuk tambahan yang diberikan gratis sebagai pelengkap. Nilai nol pada barisnya tetap memperlihatkan seberapa sering tambahan itu dikerjakan. Cara mencatat layanan beserta tambahannya per transaksi dijelaskan di catat layanan di POS.

Komisi Menentukan Apakah Tawarannya Terjadi

Tim menawarkan apa yang menguntungkan mereka. Bila komisi hanya dihitung dari layanan utama, tambahan berubah menjadi pekerjaan ekstra tanpa imbalan, dan tawarannya berhenti sendiri dalam beberapa minggu tanpa ada yang menyatakannya. Aturan komisi yang membedakan layanan utama, tambahan, dan produk retail menyelesaikan masalah ini sebelum muncul, dan pengaturannya diuraikan di komisi tim.

Besaran komisinya juga tidak harus sama. Produk retail umumnya memakai persentase berbeda dari layanan karena marginnya berbeda, dan menyamakan keduanya membuat salah satunya terasa tidak sepadan dengan usahanya.

Batasnya: Apa yang Sebaiknya Tidak Ditawarkan

Rekomendasi yang tidak dibutuhkan rambut pelanggan merusak kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun, dan pelanggan mengenali polanya lebih cepat daripada yang diduga. Tiga batas yang layak dipegang tim.

Satu tawaran per kunjungan, bukan tiga. Daftar panjang mengubah konsultasi menjadi presentasi penjualan, dan pelanggan yang merasa sedang dijuali cenderung menolak semuanya sekaligus.

Harga disebut di depan, bukan menunggu kasir. Tambahan yang harganya baru diketahui saat membayar adalah penyebab komplain yang paling mudah dihindari.

Jawaban tidak diterima tanpa diulang. Menawarkan hal yang sama dua kali dalam satu kunjungan mengubah rekomendasi menjadi tekanan, dan catatan pelanggan yang menolak sebaiknya disimpan supaya tidak ditawarkan lagi kunjungan berikutnya.

Paket Bukan Upselling, dan Justru Itu Kelebihannya

Paket menetapkan kombinasi di muka dengan satu harga, sehingga tidak ada yang perlu ditawarkan di kursi. Cara ini cocok untuk kombinasi yang hampir selalu diambil bersamaan, sedangkan upselling tetap dipakai untuk keputusan yang bergantung pada kondisi rambut hari itu. Penyusunan isi dan harga paket dibahas di cara buat paket layanan.

Untuk kalimat pembuka, urutan pertanyaan, dan cara upselling salon yang bisa dilatih bersama tim, teknik yang lebih rinci ada di teknik upselling salon.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.

Gratis 14 hari. Tanpa kartu kredit.