Studio Lash & Alis

Solusi untuk studio lash dan alis. Kelola booking eyelash extension, lash lift, dan brow design dengan jadwal artist, POS kasir, dan pembayaran QRIS dalam.

Masalah yang Sering Dialami

Jadwal retouch pelanggan tidak terpantau, banyak yang lupa
Booking manual membuat durasi layanan sulit diprediksi
Riwayat treatment pelanggan tidak tercatat dengan baik
Sulit menghitung pendapatan per lash artist

Menjalankan studio lash dan alis itu penuh detail yang mudah terlewat. Pelanggan yang harusnya datang retouch 3 minggu setelah eyelash extension malah lupa dan baru ingat saat bulu matanya sudah rontok. Booking masuk lewat WhatsApp tanpa kejelasan durasi, sehingga jadwal artist bertabrakan karena layanan lash lift 60 menit tertukar dengan brow lamination 30 menit. Riwayat treatment pelanggan, seperti jenis curl yang dipilih, tingkat ketebalan, atau alergi terhadap lem tertentu, hanya tersimpan di kepala artist. Kalau artist-nya resign, data pelanggan ikut hilang.

Masalah ini bukan hanya soal kenyamanan; ini langsung mempengaruhi pendapatan., usaha mikro dan kecil di sektor jasa kecantikan terus bertumbuh, dan persaingan semakin ketat. Studio yang tidak punya sistem pencatatan rapi akan kehilangan pelanggan ke kompetitor yang lebih terorganisir. Bayangkan kehilangan Rp500.000 per pelanggan karena jadwal retouch yang tidak diingatkan. Kalikan dengan 20 pelanggan sebulan, itu Rp10.000.000 potensi pendapatan yang menguap.

Kasera hadir untuk mengatasi kekacauan ini. Dengan fitur Booking Online, pelanggan bisa memilih layanan dan artist favoritnya sendiri, lengkap dengan durasi yang sudah ditentukan per layanan. Tidak ada lagi tabrakan jadwal antara sesi eyelash extension volume dan classic. Semua transaksi tercatat otomatis di POS Kasera, sehingga kamu bisa melihat pendapatan per artist, per layanan, bahkan per hari. Mau tahu siapa artist dengan omzet tertinggi bulan ini? Tinggal cek dashboard.

Pembayaran juga jadi lebih praktis. Pelanggan studio lash umumnya sudah terbiasa bayar non-tunai. Dengan Pembayaran QRIS dari Kasera, kamu tidak perlu menyediakan mesin EDC terpisah. Satu QR code, semua e-wallet dan mobile banking pelanggan bisa masuk. Untuk kamu yang punya beberapa lash artist, fitur Manajemen Tim membantu memantau jadwal dan performa masing-masing artist tanpa harus bertanya satu per satu. Semua data terpusat, rapi, dan bisa diakses kapan saja. Fitur yang sama juga cocok untuk mengelola threading bar yang punya volume transaksi tinggi. Mulai kelola studio lash dan alis kamu dengan Kasera sekarang.

Fitur yang Membantu

Booking Online dengan Durasi Otomatis

Pelanggan memilih layanan seperti lash lift, eyelash extension classic, atau brow design, dan durasi sesi terisi otomatis sesuai pengaturan yang sudah kamu tentukan. Jadwal artist tidak akan bentrok.

POS Kasir Khusus Layanan Kecantikan

Catat setiap transaksi dengan detail layanan, nama artist, dan metode pembayaran. Laporan harian dan bulanan tersedia untuk memantau kesehatan keuangan studio.

Pembayaran QRIS Langsung di Studio

Terima pembayaran dari semua e-wallet dan mobile banking pelanggan lewat satu kode QRIS. Praktis untuk pelanggan, rapi untuk pencatatan kamu.

Manajemen Jadwal Lash Artist

Pantau jadwal setiap artist dari satu tempat. Lihat siapa yang tersedia, siapa yang penuh, dan distribusi booking secara merata agar tidak ada artist yang kewalahan.

Catatan Riwayat Treatment Pelanggan

Simpan preferensi pelanggan seperti jenis curl, ketebalan lash, atau catatan alergi. Siapa pun artist yang menangani, hasilnya tetap konsisten.

Laporan Pendapatan per Artist

Ketahui kontribusi pendapatan setiap lash artist di studio kamu. Data ini berguna untuk evaluasi performa, perhitungan komisi, dan perencanaan bisnis.

Cerita Nyata

Sinta, pemilik studio lash di Bandung

Masalah

Banyak pelanggan lupa jadwal retouch eyelash extension sehingga Sinta kehilangan potensi pendapatan berulang sekitar Rp3.000.000 per bulan.

Solusi

Dengan fitur Booking Online, Kasera membantu Sinta mengelola jadwal pelanggan secara terstruktur. Pelanggan bisa langsung booking ulang untuk retouch, dan Sinta punya catatan kapan setiap pelanggan terakhir datang, sehingga lebih mudah mengingatkan mereka.

Devi, lash artist sekaligus pemilik studio kecil di Surabaya

Masalah

Devi kesulitan menghitung pendapatan masing-masing artist karena transaksi dicatat manual di buku dan sering tertukar antara pembayaran tunai dan transfer.

Solusi

Kasera mencatat setiap transaksi otomatis lewat POS yang terhubung dengan data artist. Devi bisa melihat laporan pendapatan per artist tanpa harus menghitung manual dari buku catatan lagi.

Rania, manajer studio lash dan alis di Jakarta Selatan

Masalah

Riwayat treatment pelanggan seperti tipe curl, ketebalan, dan catatan alergi tidak terdokumentasi, sering menyebabkan hasil treatment tidak konsisten saat artist berbeda yang menangani.

Solusi

Dengan Kasera, Rania bisa menyimpan catatan pelanggan yang bisa diakses oleh semua artist di studio. Ditambah fitur Manajemen Tim, setiap artist bisa melihat informasi yang mereka butuhkan sebelum sesi dimulai.

Pertanyaan Umum

Siap modernisasi salon Anda?

Bergabung dengan salon dan barbershop di Indonesia yang berkembang bersama Kasera.